Pakar : Berawal dari Niat

February 6, 2008

Tahun Hijriah: ”Monumen” Ambruknya Tirani

Pada suatu hari, sahabat Abu Musa al-Asy’ari menulis surat kepada khalifah Umar bin Khattab. Beliau mengeluh bahwa surat khalifah yang dikirim kepadanya tidak bisa dibeda­kan mana yang awal dan yang terakhir, karena tidak ada tanggalnya. Untuk menindak­lanjuti keluhan ini, khalifah mengumpulkan para sahabat untuk membahas perihal di atas. Mereka kemudian sepa­kat untuk membuat kalender Islam.

Semula banyak pendapat mengenai standar permulaan tahun Islam. Ada yang berpendapat tahun pertama dihitung dari kelahiran nabi saw. Ada yang mengusulkan dimulai dari tahun diutusnya nabi, dan masih banyak usulan lainnya. Namun akhirnya, mereka sepakat untuk men­jadikan peristiwa hijrah sebagai patokan permulaan kalender kaum muslimin. “Ta’rikh (Kalender) itu dimulai sejak Nabi meninggalkan tempat musyrik menuju tempat yang penuh dengan keimanan,” usul s. Ali ra. Usulan ini akhirnya disepakati oleh para sahabat yang hadir pada waktu itu.

Karenanya, sistem kalender yang kemudian menjadi kalender terbesar kedua di dunia setelah kalender masehi ini, ditetapkan oleh khalifah Umar sebagai kalender resmi Islam, pada Rabu 20 Jumadal Akhi­rah 17 tahun setelah hijrahnya Rasul.

Hijrah tidak hanya imigrasi dari Mekah ke Madinah, tetapi hijrah adalah sebuah upaya membangun peradaban baru. Peradaban yang jauh berbeda dengan tradisi Jahiliyah yang menjadi prinsip masyarakat kebanyakan waktu itu. Berbagai kejayaan, kemenangan yang kemudian diraih oleh kaum muslimin, semuanya berawal dari hijrah, karena hijrah bukanlah akhir dakwah beliau di Mekah,

Tetapi awal dakwah dan kunci kesuksesan dakwah Nabi saw. “Hijrah adalah pemisah antara hak dan batil,” tegas Khalifah Umar dalam dekrit penetapan tahun hijriah. Walaupun bulan pertama dalam kalender Islam adalah Muharram, tapi mulai berangkat Nabi hijrah terjadi pada 27 Shafar hingga Rasulullah sampai di Quba’ pada Senin, 8 Rabi’ul Awal dan masuk ke Madinah pada 12 Rabiul Awal/27 September 622 M. (al-Mubarakfury, al-Rahiq al-Makhtum). Muharram ditetapkan sebagai awal tahun hijri berdasarkan pandangan mereka bahwa pada bulan Muharram, jamaah haji pulang ke kampung halamannya untuk memulai “hidup baru” sebagai orang yang telah melaksanakan ibadah haji.

Hijrah juga merupakan kelanjutan tradisi para Rasul ketika mereka berdakwah. Nabi Ibrahim as. melakukan hijrah ke Palestina setelah lama berdakwah di Kan’an. Nabi Musa, sebelum diangkat menjadi Rasul sudah hijrah dari Mesir ke Madyan. Setelah menjadi Rasul beliau hijrah dari Mesir ke Palestina menyeberangi laut merah.

Hijrah para Rasul itu mempunyai makna penting bagi keberhasilan dakwah mereka. Hijrah Nabi Musa ke Madyan mempunyai kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam hijrahnya ke Madinah. Sebagaimana yang terindikasi dalam sabda beliau sekemba­linya dari Tha’if, “Ingatlah wahai golongan Quraisy! Demi Allah, tidak lama lagi kalian akan masuk pada agama yang kalian ingkari ini”. Ada indikasi bahwa hijrah bagi beliau mempunyai makna strategi mensolidkan lini demi lini perjuangan. Terbukti, per­juangan beliau untuk meng-Islamkan penduduk Mekah, semuanya dikoordinir dari Madinah.

Begitu pula Musa as, di Madyan beliau menempa diri bersama keluarga Nabi Syuaib untuk kemudian kembali ke Mesir memberantas kekufuran, melawan kesewenang-wenangan dan penindas­an rezim tira­nik Fir’aun kepada Bani Israil.

Melihat kaitan yang amat erat antara hijrah dan dakwah dalam sejarah para Rasul ini, bisa ditarik sebuah kesimpulan historik bahwa hijrah merupa­kan sebuah kelaziman dalam perjuangan mene­gak­­kan kebenaran. Pada lingkup ini, kita bisa mencermati sebuah titik korelatif antara hijrah dan strategi dakwah. Titik korelatif ini dapat dijumpai dengan mudah dalam berbagai perjala­nan dakwah Islam dari masa ke masa.

Hal yang sama dapat pula kita temukan dalam kiprah dakwah pesan­tren. Telah maklum, pesan­tren adalah tempat hijrah —sebagai­mana terbersit dalam sajak-sajak A. Hidayatullah, “Sidogiri Mahjari”. Maksud “tempat hijrah” dalam konteks pesantren di sini tak jauh dengan kawah candra­dimuka dalam konteks pewayangan. Artinya, penempaan diri di pesantren tidak didasarkan untuk kemajuan lembaga secara internal, tapi lebih mempunyai orientasi kebutuhan masyarakat secara eksternal.
Pengertian ini sesuai dengan visi pesantren sebagai `produsen’ kader-kader agamawan yang dipersiap­kan untuk bersing­gungan dengan problematika sosial masyarakat di waktu itu.

******

Di tahun baru hijriyah 1429 ini marilah kita jadikan momentum untuk kembali mengingat dan mengenang peristiwa yang sangat agung itu, sejarah besar yang akan selalu dikenang oleh seluruh umat Islam di muka bumi.

Meninggalkan kampung halaman, sanak famili dan keluarga menuju sebuah daerah yang belum pernah dikenalnya di bawah kejaran musuh tentu bukan hal ringan. Perjuangan dan pengorbanan para Sahabat patut kita jadikan sebagai pegangan hidup kita dalam menjalankan tugas dakwah islamiyah. Sayyidina Ali ra. dengan ikhlas menempati tempat tidur Nabi yang beresiko besar. Nyawa taruhannya!

Hijrah adalah awal keberhasilan sebuah dakwah, kunci pembuka cahaya keislaman dan keimanan. Para Rasul mulai menuai hasil dalam dakwahnya setelah mereka hijrah. Imam Syafi’i ra dalam sebuah sya’irnya berkata, “Emas tidak akan menjadi emas kalau tidak dikeluarkan dari tanah”. Hijrah mempunyai arti yang sangat besar. Menyakitkan memang. Meninggalkan kampung halaman, sanak famili dan keluarga demi terciptanya kehidupan yang mulia dengan nur keimanan.

Sebagaimana orang biasa, nabi Muhammad saw sangat mencintai tanah kelahirannya, tanah ait dan tanah tumpah darahnya. Walau­pun selama berdakwah, beliau hanya menerima siksaan dan hinaan dari kaum kuffar Mekah, sehingga diperintah untuk hijrah ke Madi­nah sudah siap menanti datangnya cahaya Islam, tapi hal ini sama sekali tidak mempengaruhi rasa cintanya terhadap Mekah. Karena pada saatnya nanti, Mekah akan menjadi sentral agama Islam. Suasa­na perpisahan yang mengharukan terekam dari “salam perpi­sahan­nya” ketika berangkat hijrah. Seraya memandang Mekah, beliau berkata, “Demi Allah! Engkau (Mekah) adalah bumi Allah yang paling aku cintai. Demi Allah! Engkau adalah bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Andaikan pendudukmu tidak mengusir aku, niscaya aku tidak akan pergi meninggalkanmu”.

Kini, sinar hijri telah diambang fajar. Ketabah­an dan kesabaran nabi ketika meninggalkan kota Mekah di bawah kejaran orang-orang kafir, kesetiaan para sahabat dalam membela dan membantu perjala­nan beliau serta sambutan histeris kaum Anshar ketika nabi tiba di Mekah dengan membawa dakwah Islam kembali menjel­ma di relung ingatan kita. Kesetiaan Imam Ali ra. ketika diperintah menempati tempat tidur nabi yang taruhannya adalah nyawa, pengorbanan dan ketulusan Abu Bakar beserta putra-putrinya mengawal perjalanan beliau keluar dari cengkram­an kaum kuffar tidak akan terlupakan selamanya.

Kita hanya bisa meneteskan air mata haru mengenang peristiswa agung itu, tanpa ada gugahan hati untuk terus melanjutkan dan mele­starikan hasil perjuangan mulia mereka. Akankah sejarah besar itu menjadi lagenda seiring hilangnya ghirah islamiyah kita yang dulu sangat rekat mewarnai perjalanan hidup mereka?

Reff:
Sidogiri dot Com

January 27, 2008

Selamat Jalan Pak Harto

Filed under: Tadzkiroh

انا لله و انا اليه را جعون 

Turut berduka atas telah berpulang ke rahmatullah mantan Presiden RI HM. Soeharto pada Ahad (27/1) jam 13.10 WIB di RSPP Jakarta. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi almarhum Pak Harto, dan keluarga yang ditinggalkannya. Amien…19x

selamat_jalan_pak_harto_pakarfisika.jpg

More...

Beliau memiliki biodata sebagai berikut: 

 

Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Agama:
Islam

Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Pangkat:
Jenderal Besar (Bintang Lima)

Isteri:
Ibu Tien Soeharto ( Siti Hartinah)

Anak:
Siti Hardiyanti Hastuti (Mbak Tutut)
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati
Hutomo Mandala Putra (Tommy)
Siti Hutami Endang Adiningsih

Ayah:
Kertosudiro
Ibu:
Sukirah

Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat

Indonesia berkabung 7 hari 7 malam… 

Siapa Pak Harto..?

Selengkapnya dapat dibaca di Tokoh Indonesia dot Com

Selamat Jalan Pak Harto… 

January 10, 2008

31 DzulHijjah 1428 H..?

Filed under: Astronomy, Kajian, Tadzkiroh

Yup, ini benar2 terjadi. Rabu, 9 Januari 2008 M = 31 Dzul Hijjah 1428 H

Kok bisa..?

Data berikut saya ambil dari web RHI, kapan Saudi memasuki tgl 1 Muharram 1429 H..?

Menggunakan Kriteria Rukyat Saudi, tgl 1 Muharram 1429 H akan jatuh pada:

Rabu, 9 Januari 2008.

Karena sesuai keputusan Saudi kemarin 1 Dzul Hijjah 1428 H = 10 Des 2008, maka 29 Dzul Hijjah 1428 H nya jatuh pada Senin 7 Jan 2008, sehingga:

Rukyat Saudi à Senin, 7 Januari 2008 (29 Zulhijjah 1428 H)

Data Hisab Hilal di Saudi:

Ijtimak : 15:38 LT  -  Sunset: 17:53 LT -  Moonset: 16:55 LT  -  Moon Alt.  - 12°20′)

Lebih detail, klik link berikut: Dzul Hijjah 31 hari

Jadi benar khan, ada tgl 31 Dzul Hijjah 1428 H..?

Wa Allahu a’lamu bish showwaab…

Siapa Terkaya di dunia?

Filed under: Edukasi, Tadzkiroh

Siapa Orang terkaya di Dunia? Berikut urutan 10 orang terkaya khususnya di dunia IT:

Sekian tahun berlalu, Bill Gates masih saja dikenal orang sebagai orang terkaya di dunia. "Bahkan koran jawapos tadi pagi saya baca Bill gates pidato terakhir disebut masih terkaya oleh Jawa Pos". Tetapi, hal tersebut akan berubah karena seorang Meksiko mengalahkan kekayaannya kurang lebih sebanyak US$8 milyar. Untuk urutan dan informasi lainnya, lihat di bawah ini:

1. Carlos Slim Helu

Pemilik beberapa perusahaan seperti Telmex, America Movil, dan Grupo Carso ini memiliki kekayaan bersih mencapai US$67,8 milyar. Mungkin nama ini masih agak asing bagi masyarakat dunia. Kekayaannya melonjak jauh sejak saham perusahaan miliknya melonjak 27% pada kuartal kedua tahun 2007 ini.

2. William H. Gates III

Kekayaan terakhir gates adalah sebesar US$59,2 milyar. Mungkinkah akibat sumbangan yang dilakukan membuatnya turun ke posisi dua? Sepertinya Gates sudah tidak mempedulikan hal itu setelah sekian lama berdiri di puncak kekayaan dunia. Sekarang saatnya untuk beramal.

3. Lawrence Ellison

Pemilik Oracle ini bertengger di posisi ketiga dengan kekayaan US$21,5 milyar. Tampaknya, ia masih akan lama mempertahankan posisinya ini karena database akan selalu digunakan.

4. Paul Allen

Dengan kekayaan US$18 milyar, Allen berada di urutan keempat orang IT terkaya dan urutan ke 19 untuk orang terkaya di dunia. Walaupun telah menjual 68 juta sahamnya di Microsoft, ia masih menyisakan sebesar 138 juta saham. Ia juga dikenal sebagai orang yang gemar melakukan investasi di segala bidang, seperti: properti, olah raga, bahkan program luar angkasa. Kapal yacht terbesar nomor 5 pun ia miliki.

5 & 6 Sergey Brin & Larry Page

Kedua raja internet ini, masing-masing memiliki kekayaan US$16,6 milyar yang jika digabungkan bisa membawa para pendiri Google ini ke posisi 3. Sudah merupakan fakta, kalau kedua konglomerat ini hanya beranjak dari sebuah halaman situs hitam putih dengan sebuah logo warna-warni.

7. Michael Dell

Jika melihat berbagai macam masalah yang dialami Dell, tentu saja sungguh menakjubkan kalau perusahaan ini masi menjadi perusahaan hardware nomor satu di dunia. Walaupun begitu, para analis agak pesimis kalau Michael bisa mempertahankan posisinya ini.

8. Steven Ballmer

Lagi-lagi orang dari Microsoft. Walaupun ukuran kantornya lebih kecil dari ukuran kamar mandi biasa, kekayaan yang sejumlah US$15 milyar itu membawanya ke posisi 8.

9. Naguib Sawiris

Sawiris merupakan dewan direksi dan CEO dari Orascom Telecom Mesir, yaitu sebuah operator jaringan GSM multinasional untuk pasar Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Padahal, tahun lalu ia hanya berada pada urutan ke-278 untuk edisi Forbes. Kekayaannya sebesar US$10 milyar

10. Sunil Mittal

Sudah merupakan bukti, jika anda ingin menjadi konglomerat, bukalah perusahaan telekomunikasi. Mittal merupakan dewan direksi dan managing director dari Bharti Group, yang menjalankan jasa GSM terbesar di India. Ia memiliki kekayaan sebesar US$9,5 milyar dan hanya menduduki orang India terkaya keenam.

Dari UdaraMaya dot Com dengan sedikit variasi.Siapa orang terkaya di Indonesia? (tapi tidak korupsi lhoo…)

Lalu adakah atau kapankah Pak Guru atau manusia yang berkecimpung dalam dunia pendidikan bisa jadi kaya…

Apakah setelah Presidennya seorang mantan Guru?

Apakah setelah Pak Guru dan Bu Guru lulus sertifikasi?

So pasti Pak Guru, Bu Guru, adalah orang terkaya: karena semua orang yang disebut di atas adalah pernah mengenyam pendidikan minimal di sekolah atau kalau tidak yaa di rumahnya, dan gurunya adalah orang tuanya…

Jadi yang paling kaya adalah orang tua kita…

Orang tua adalah penyebab kita semua ada (atas ijin Ilaahi), dialah pendidik kita dialah pelindung semasa kecil, dialah satu-satunya keramat di dunia… (kata wak Haji Roma Irama)

August 24, 2007

Waspada Fitnah Orang Fasiq

Filed under: Tadzkiroh

Dalam pesannya Rasulullah SAW menjamin kita ummat Islam akan selamat bila senantiasa berpegang 2 warisannya. Kedua senjata ampuh itu bernama Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Terkait pesatnya dunia teknologi dan informasi, maka saya berpesan agar kita hati2 dalam mencerna semua yangmasuk ke telinga, mata, dan otak serta hati kita. Bahkan yang masuk ke perut kita juga harus kita waspadai.

Dalam salah satu ayat di surat Al-Hujuraat ayat ke - 6 ALLAH SWT telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (٦)

 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Ayat ini jelas mengingatkan kita waspada atas semua berita yang kita terima. Sebab kalaukita lengah dan mudah terpancing, maka yang terjadi adalah fitnah. Dan fitnah akan merugikan dan menyebabkan musibah bagi orang banyak. Lalu setelah berselang beberapa saat dan setelah terkuak fakta yang sebenarnya, barulah kita menyesal atas kebodohan kita kemarin.

Sebagai misal, kalau kita baca berita yang wajar dan masuk akal, maka mudah kita mencerna; selanjutnya kita percaya itu tidak akan jadisoal. Sangat kecil dampak musibah yang ditimbulkan. Namun bila berita yang bersifat unlogical, maka kita wajib cross-check.

Kalau kita asal percaya atas semua berita, wadouuh qs 49:6, bakal jadi kenyataan…

Sungguh, berhati2lah dan waspadalah menerima informasi dan menentukan kebenarannya.

May 2, 2007

Insyaqqa ‘lQomaru

Filed under: Astronomy, Tadzkiroh

Allah SWT berfirman dalam QS. 54 Al-Qomar ayat 1:

“Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah [*].” (Q.S. Al-Qamar: 1)

[*] Yang dimaksud dengan “terbelahnya bulan” ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya Allah SWT berfirman dalam QS. 54 Al-Qomar ayat 2-5:

2. dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

3. dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya[2]

[2] Maksudnya bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya Yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, Yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.

4. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran).

5. Itulah suatu Hikmah yang sempurna Maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).

Ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.

Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi -Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah- mengandung mukjizat secara ilmiah? ”

Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!”

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.

Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: “Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…”

Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.

Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”

Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”

Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!

Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (karena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

Subhanallah….

-> teramu dengan sumber ini. [+]

April 1, 2007

Senang ≤ Sedih

Filed under: Tadzkiroh

Menurut Al-Qur’an, prosentase senang dan sedih mestinya lebih banyak sedihnya. Kalau kita bersenang-senang 5 kali sehari semalam, maka bersedihnya mesti lebih atau minimal 5 kali juga. Sesuai rumus di atas:
Senang ≤ Sedih.

Di dalam kitab suci Al-Qur’an Allah SWT telah berfirman:

Artinya: “Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan”. QS. At-Taubah : 82

Mulai saat ini mari kita perbanyak bersedih dan kurangi bersenang, perbanyak bekerja kurangi ketawa, perbanyak belajar kurangi bermain…agar kita sukses di segala lini yang ingin kita raih. Jangan peduli atas rayuan iklan…dan segala macam ajakan yang menyeret kita ke arah ketawa tiap saat, bersenang-senang tanpa pandang lingkungan dst…dsj…

March 12, 2007

Banjir Musibah

Filed under: Tadzkiroh

Musibah terjadi dimana-mana, hampir di seantero negeri ini dan juga negeri lain. Beragam musibah dengan beragam sasaran pula. Kita biasa mendengar sejak dulu sejak saya kecil, bahwa banjir melanda kota A, banjir menenggelamkan rumah si-A dst, dst. Kali ini kita disodori satu fenomena yang unik, bukan musibah banjir, akan tetapi: “Banjir Musibah”. Musibah di darat, di laut, di udara. Musibah di kota, di desa, di pedalaman dan di pesisir. Semuanya kena musibah, seluruhnya terkena bencana. Mengapa ini semua bisa terjadi?

Sekedar peringatan atau tadzkiroh…ALLAH SWT telah berfirman dalam surah Al-Anfaal: ayat ke - 33, yang artinya:

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (yastaghfiruuna).

Di antara mufassirin mengartikan kata “yastaghfiruuna” dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang Muslim yang minta ampun kepada Allah. Betaubat dan minta ampun hakekatnya adalah sama. yakni sebagai manusia sadar dan tahu diri, bahwa hanya Dzat Allah saja yang mampu merubah segala sesuatu dan menentukan apapun yang akan terjadi.

Selanjutnya, bencana yang bertubi-tubi melanda seputar kita, apakah ia masukkategori musibah, teguran atau adzab..? Hanya Allah yangtahu. Tetapi sekedar ilustrasi, Rasulullah SAW pernah mengurai:

1) Kalau orang beriman, maka bencana adalah ujian bagi kita. Dan datangnya bencana berarti Allah akan meningkatkan kualitas imankita.

2) Kalau orang beriman, namun khilaf, maka bencana adalah teguran. Dengan ditegur berarti kita harus mawas diri, pada hal apa kita bersalah atau khilaf…? Lalu kita perbaiki.

3) Kalau orang kafir, sudah pasti bencana adalah adzab, apalgi beruntun. Dan bencana itu akan berakhir,manakala mereka kembali beriman.
beragam bencana.

Marilah kita rajin istighfar. Marilah kita rajin mohon ampun kepada Allah. Kita tingkatkan iman kita. Kita kurangi tertawa, dan kita lebihkan menangis. Karena Rasulullah SAW telah tiada, dan hanya dengan istighfaar ini harapan kita untuk keluar dari ‘banjir musibah’… Wa Allahu a’lam [+]

March 6, 2007

Bismillah…

Filed under: Tadzkiroh
PakAR

Setiap amal kalau tidak diawali dengan ‘Basmalah’ (bacaan: Bismillahirrahmanirrahiim), maka amal tersebut akan ditolak atau tidak diterima Allah SWT. Bahkan Basmalah memiliki ‘power’ yang kita semua tidak pernah menyangka. Berikut kisah orang yang rajin membaca ‘Basmalah’:

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Basmalah setiap kali hendak berbicara dan setiap kali dia hendak memulai sesuatu pekerjaan.

Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejek, “Sedikit-sedikit Bismillah. Apaan tuuuh?!” Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah SWT, supaya suaminya mendapatkan hidayah.

Suatu hari suaminya berkata : “Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu.”
Untuk membuat sesuatu yang mengejutkan isterinya, dia memberikan uang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, “Simpan duit ini.” Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat untuk menyimpan uang tersebut. Kemudian dengan sembunyi-sembunyi suaminya mengambil uang tersebut dan membuangnya ke dalam tempat tersembunyi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya memanggil isterinya dan berkata, “Berikan padaku uang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan.” Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, “Bismillahirrahmanirrahiim.”

Ketika itu Allah SWT, mengutus malaikat Jibrail a.s, untuk mengembalikan uang dan menyerahkannya kepada suaminya kembali. Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mulai mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillahirrahmanirahiim apabila dia hendak memulai sesuatu pekerjaan.






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |