Pakar : Berawal dari Niat

October 25, 2009

Film Kiamat 2012, Dahsyat..!

Filed under: Tadzkiroh, Info

"Kiamat 2012"

Road to 2012, semakin mendekat. Data-data Fiksi dan Non-fiksi semakin menambah khazanah. Setelah video dokumentar (non-fiksi) tentang badai matahari saya pasang, kini gilirannya kita akan menyaksikan sebuah film science-fixtion (fiksi ilmiah) yang akan dirilis tanggal 13 November 2009 nanti. Film ini disutradarai oleh Roland Emmerich dan didistribusikan oleh Columbia Pictures, shootingnya dimulai Agustus 2008 di Vancouver. Dengan dukungan teknologi digital terkini, film ini mampu menyulap suasana seolah menjadi nyata. Pertanyaannya, Siapa diantara kita yang akan selamat saat "kiamat 2012" tiba…?

Di Youtube telah diedarkan trailernya secara berseri. Meski tidak sedahsyat serunya ketika melihat langsung di bioskop, namun video di Youtube ini setidaknya menambah semakin gemetarnya diri kita untuk senantiasa memperbanyak amal ibadah dan kebajikan serta kedekatan kita kepada sang pencipta. Pokoknya jangan banyak2 berbuat dosa lah, sebab tidak sama sekali berdosa itu ya memang sulit….

Dari Sony Pictures - the Official Movie Sies; saya pasang trailers film kiamat 2012 "Who Will Survive 2012" itu.

More on PakARFisika

March 11, 2009

Fenomena Adzan

Filed under: Islam, Tadzkiroh

MuadzinMuadzin

Saya pernah adzan, lalu iqomah, lalu jadi Imam. Kok bisa? Ya, karena saat itu masih sekolah; Jadwal Imam adalah giliran saya, lalu karena saya juga muadzinnya, maka jadilah saya yang adzan - saya yang iqomah - dan saya yang jadi imam. Tetapi pengalaman ini tidak hanya sekali itu saja. Di Jogja, saat kuliah juga sering mengalami hal serupa, karena saya tinggal di masjid. Lalu kini di desa, saya tinggal di rumah yang ada warisan masjidnya, maka jadilah kadang kala adzan, iqomah lalu imam dan bahkan jadi makmum sekaligus. Khusus adzan, ternyata ada fenomena yang kita jarang tahu…

Selengkapnya di [ Fenomena Adzan ]

December 31, 2008

Menyambut Tahun Baru 2009

Belajar Berkarya
Belajar Berkarya
Akhirnya, setelah genap satu tahun; kini detik2 2009 mulai menyingsing.  Tiga hari lalu Tahun Baru Islam 1430 H hadir dengan munculnya Hilal Pembukan di bulan Muharram tahun 1430 H. Hilal ini terlihat di seluruh penjuru dunia. Sayang, saya gagal menyaksikannya karena cuaca kurang mendukung. Di Indonesia, setahu saya hanya di pantai pasir putih yang melaporkan melihat.

Pesta Tahun Baru

Saya tidak pernah andil dalam menyambut datangnya tahun baru, baik Masehi maupun Hijriyah. Saya anggap kedua-duanya adalah sama. Keduanya sama terminologi Waktu. Berganti tahun adalah berganti waktu. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk menyambut datangnya tahun baru Hijriyah, karena tahun Hijriyah sendiri muncul setalah beliau wafat. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622, sementara tahun hijriyah baru ditetapkan kholifah Umar bin Khottob tahun 638 atau 17 tahun kemudian.

Lebih-lebih tahun masehi, sistem kelender yang dimulai tengah malam. Sebab kalau mau memberikan andil untuk menyambut datangnya tahun baru, kita mesti kerahkan lebih ekstra tenaga dan waktu. Habis, enek2 tidur malah begadangan…

Selanjutnya, bagaimana menyikapi datangnya tahun baru..?

Simpel: Belajar dan Berkarya

Mari bertanya kepada diri kita, sudahkah kita belajar selama setahun lalu..? sudahkah kita belajar selama 1429 H yang lalu..? sudahkah kita belajar selama 2008..?

Lantas, apakah kita sudah memiliki planning yang tegas dan jelas untuk tahun 1430 H? apakah kita sudah memiliki planning yang tegas dan jelas untuk tahun 2009 H?

Jawabannya, ada pada diri kita masing-masing

Sebuah Pelajaran

Pelajaran adalah Ilmu. Ilmu adalah hikmah. Hikmah adalah kebaikan secara kuatitas maupun kualitas.

Kalau kita peka, kita akan melihat tahun 2008 dan menjadi pelajaran terbaik untuk kita memasuki 2009. Seperti kita mengambil hikmah terindah dan terbaik dari pelajaran tahun 1429 H, untuk melangkah menuju tahun 1430 H.

Diantara pelajaran terbaik di tahun 1429 H bagi kita ummat Islam khususnya di Indonesia dan umumnya di seluruh penjuru dunia adalah:

Serempak dan bersamanya dalam memulai : 1 Ramadlan 1429 H

Serempak dan bersamanya dalam memulai : 1 Idul Fithri 1429 H

Serempak dan bersamanya dalam memulai : 10 Dzul-Hijjah 1429 H

Meski ada yang berlainan, itu sekedar kelompok kecil yang sangat sedikit serta tidak memberi pangaruh bagi ukhuwah, persatuan dan kesatuan dalam membina hidup berbangsa dan bernegara (bermasyarakat).

Selanjutnya, di tahun 2008, kita juga menemukan satu pelajar unik yang bisa kita jadikan pelajar terbaik bagi kita dalam berkarya di tahun 2009. Pelajaran itu antar lain adalah:

Di tahun 2008: Ada 3 tahun Hijriyah

Artinya, dalam satu tahun masehi 2008 terdapat tahun hijriyah tiga kali yakni tahun 1428, 1429, dan 1430. Dengan tanggal 1 Muharram sebanyak dua kali.

Tahun 2008 dimulai dengan tahun 1428 hari tersisa sebanyak 9 hari. Tanggal 1-9 Januari 2008 masih sesuai dengan tanggal dan hari di tanggal 22-30 Dzul-Hijjah tahun 1428 H. Lihat gambar di bawah:

kalender_assalaam_2829.jpg

 

Kalender bulan Januari tahun 2008. (1428-1429 H)

Selanjutnya, tanggal 1 Muharram 1429 H ini akan berlangsung dari tanggal 10 Januari 2008 - 28 Desember 2008. Tanggal 28 Desember 2008 bertepatan dengan tanggal 30 Dzul-Hijjah 1429 H.

Berikutnya, tanggal 29 Desember 2008 = tanggal 1 Muharram 1430 H. Tahun 1430 H masih di tahun 2008 dengan hari tersisa sebanyak 3 hari yakni tanggal 29, 30 dan 31 Desember 2008.

Perhatikan bulan Desember 2008 berikut:

kalender_assalaam_282930.jpg

 

Kalender bulan Desember 2008 M (1429-1430 H).

Jadi:

2008 = 1428 H, 1429 H, dan 1430 H

Hikmah dari fenomena ini adalah antara lain:

Pertama, kita haru sbanyak belajar tentang waktu. Dari sana kita sadar bahwa waktu itu ternyata terus berjalan maju dan tidak sedetik pun berhenti apalagi mundur. Siapa berhenti, maka dia akan digilas oleh waktu. Pepatah barat mengatakan, "Time is Money" = waktu itu laksana uang.

Pepatah Arab mengatakan,"al-Waqtu kas-Saifi in Lam Taqtho’hu Qhotho’aka" = waktu laksana pedang, jika tidak kau libas, maka dia akan melibasmu. Waduh…lebih ganas dan lebih sangar dari barat. Siapa meremehkan waktu, maka bersiaplah untuk dilibas oleh pedang…

kedua, kita tahu bahwa kalender masehi adalah sistem kalender yang disusun berdasar peredaran matahari, sementara kalender hijriyah disusun berdasar peredaran rembulan. Selisih antara kedua sistem kalender berkisar antara 10-11 hari lebih dulu kalender hijriyah. Hal ini bisa terjadi karena jumlah hari dalam kalender masehi 365-366 sementara dalam kalender hijrtiyah 354-355.

ketiga, biarkan dua sistem kalender ini mengalir, sebab menghilangkan salah satunya bisa jadi lebih besar madlorotnya ketimbang melakukan kompromi terhadap kedua. Keduanya memilki nilai lebih tersendiri. Keduanya adalah hasil karya manusia, dan keduanya adalah berdasar ciptaan Allah SWT sang Maha Mengetahui. Matahari dan Bumi adalah dua benda ciptaan Allah SWT. Mengapa musti kita pilah-pilah…

Anggaran Gregorius

Belajar dari sistem kalender, kita bisa melihat ke masa lalu dan membaca serta merenungi sebuah peristiwa akibat dari sebuah keputusan seorang manusia. Dialah Paus Gregorius XIII. Dia telah melakukan pemotongan jumlah hari dari yang seharusnya. Dia melakukan anggaran sebanyak 10 hari.

Penyesuaian anggaran Gregorius sebanyak 10 hari sejak 15 Oktober 1582 Masehi dilakukan oleh Paus Gregorius XIII atas saran Klafius (ahli perbintangan).

Pada tanggal 4 Oktober 1582 Paus Gregorius XIII memerintahkan agar keesokan harinya tidak dibaca 5 Oktober 1582 M, melainkan harus dibaca 15 Oktober 1582 M dan ditetapkan bahwa peredaran matahari dalam satu tahun 365.2425 hari, sehingga ada ketentuan baru, yaitu angka tahun yang tidak habis dibagi 400 atau angka abad yang tidak habis dibagi 4 adalah tahun Basithah (365 hari). Serta menetapkan bahwa tahun kelahiran Isa al-Masih dijadikan sebagai tahun pertama.

Penetapan-penetapan oleh Paus Gregorius XIII tersebut disebabkan karena pada tahun 1582 M saat penentuan wafat Isa al-Masih yang diyakini oleh orang-orang bahwa peristiwa tersebut jatuh pada hari Minggu setelah bulan purnama yang selalu terjadi segera setelah matahari di titik Aries (21 Maret), akan tetapi pada waktu itu mereka memperingatinya tidak pada hari Minggu setelah bulan purnama setelah matahari di titik Aries, namun sudah beberapa hari berlalu. Sehingga Paus Gregorius XIII melakukan koreksi terhadap sistem penanggalan yang ada saat itu, yakni sistem penanggalam Yustinian.

Sebelum sistem penanggalan Yustinian ini, ada beberapa sistem penanggalan yang lahir sebelumnya, diantaranya sistem penanggalan Numa. Penanggalan Numa diciptakan oleh Numa Pompilus pada tahun berdirinya kerajaan Roma pada tahun 753 SM, dengan ketetapan panjang satu tahun berumur 366 hari, bulan pertama Maret karena posisi matahari di titik Aries terjadi pada bulan Maret.

Kemudian pada tahun 46 SM, menurut penanggalan Numa sudah bulan Juni, akan tetapi posisi matahari sebenarnya baru pada bulan Maret, sehingga oleh Yulius Caesar atas saran Sosigenes (ahli astronomi Iskandaria) penanggalan tersebut diubah dan disesuaikan dengan posisi matahari sebenarnya yakni dengan memotong penanggalan yang sedang berjalan sebanyak 90 hari dan menetapkan pedoman baru bahwa satu tahun ada 365.25 hari.

Bilangan tahun yang tidak habis dibagi empat berumur 365 hari dan bilangan tahun yang habis dibagi empat berumur 366 hari, dengan menambahkan selisih satu hari pada bulan Februari (sebagai bulan terakhir). Penanggalan ini dikenal dengan Kalender Yulius atau Kalender Yulian.

Kemudian pada perkembangannya ditetapkan bahwa bulan Januari sebagai bulan pertama dan bulan Desember sebagai bulan terakhir. Sistem ini dikenal dengan sistem Yustinian.Meskipun sudah diadakan koreksi dan perubahan, namun Kalender Yulian masih lebih panjang 11 menit 14 detik dari titik musim yang sebenarnya, sehingga kalender tersebut harus mundur 3 hari setiap 400 tahun.

Akibatnya pada saat Paus Gregorius melakukan koreksi pada tanggal 15 Oktober 1582, ditetapkan pula penambahan 1 hari pada setiap bilangan abad yang tidak habis dibagi 4 sejak tanggal tersebut, sehingga sejak tahun 1900 sampai dengan 2099 ada penambahan koreksi 13 hari (10 + 3 hari).

Khulashoh:

  • Mari kita belajar dari 1429 H untuk melakukan karya terbaik di tahun 1430 H
  • Mari kita belajar dari 2008 H untuk melakukan karya terbaik di tahun 2009 H

Wa Allahu a’lamu…

December 5, 2008

Kiamat 2012 adalah issu…

Kapan Kiamat..?
Kapan Kiamat..?

Kapan Kiamat..? Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Kita hanya tahu lewat tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat itu. Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Kiamat hanya ilmu Allah SWT

Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Tetapi issu ini sudahmenyebar luas lewat media Internet. Sebagai Muslim, saya hanya yakin bahwa Kiamat ada dan PASTI akan datang. Dan waktunya, kita tidak ada yang tahu, apalagi sampai menyebut tanggal..

Tentang waktu, kapan kiamat terjadi, ummat Islam hanya diberi sign, berupa tanda2 datangnya kiamat. Bila tanda-tanda sudah ada, maka hari yang dimaksud memang sudah dekat. Tetapi tepatnya kapan, kembali ke konsep dasar, Ummat Islam tidak ada yang boleh menyebut waktu, baik hari, tanggal, bulan maupun tahun. Sebab…

 

 More Kiamat 2012 itu ternyata…

 

December 3, 2008

Bulan ‘tersenyum’ setiap bulan

Filed under: Astronomy, Tadzkiroh, Info
Senyum Alam
Senyum  Alam

Barusan kita semua diperlihatkan oleh Allah SWT sebuah gejala alam yang mungkin sempat membuat kita bertanya, Ada apa di balik fenomena ini… Bulan tersenyum, Senyuman dari Langit. Dan lain-lain penyebutan.

Sebenarnya, fenomena tersenyumnya Rembulan sudah danakan terus terjadi di setiap awal bulan dalam kelender Hijriyah, yakni ketika fase Bulan menempati awal setelah Bulan Baru. Kalau mau lihat ya kira2 dari tanggal 2 - 8 bulan berjalan. Untuk tanggal 1, sangat sulit karena ketinggian Bulan Sabit masih kecil, bahkan kadang malah di bawah ufuk.

Silahkan manfaatkan moment baik, di bulan depan yakni Hilal atau Bulan Tersenyum yang menandai masuknya bulan Muharram 1430 H. Fenomena ini terjadi pada hari Ahad, 28 Desember 2008 tepat setelah Matahari terbenam atau SunSet.

Khusus dari Solo Jawa Tengah, fenomena Bulan Tersenyum dan dua matanya sudah terpencar di atasnya akan terjadi pada Ahad jam 17:55 WIB, dengan ketinggian Bulan di atas Ufuk sekitar 8 derejat 35 menit. Sangat mungkin bila cuaca cerah untuk kita melihatnya dengan mata telanjang. tetapi memangharus pas posisinya dan juga tidak blawuur. Berikut simulasinya:

Bulan Tersenyum di Awal tahun Baru Islam
Bulan Tersenyum di Awal tahun Baru Islam

Bulan kali ini sangat sulit kalau belum terbiasa, karena sangat tipisnya sabit sementara kondisi langi barat saat itu masih sangat terang. Sabit kala itu seperti ini:

Bulan Sabit 1 Muharram 1430 H
Bulan Sabit 1 Muharram 1430 H

Semoga kita bisa lebih tersenyum memasuki tahun baru 2009 M, lebih2 tahun 1430 H.

Senyum kita di muka saudara kita adalah shodaqoh, kata Nabi SAW.

Allahumma Amien…19x.

 

Senyum Alam di awal Desember 2008 

August 30, 2008

Kapan Awal Ramadhan 1429 H..?

Prediksi Awal Ramadhan
Prediksi Awal Ramadhan

Bulan suci Ramadhan, merupakan bulan rohmah, bulan maghfiroh, bulan ampunan, bula al-qur’an, bulan lailatul qodr dan masih banyak lagi sebutan untuk tamu agung yang segera akan hadir di tengah-tengah kita semua. Sebagai ummat Islam, bergembira mendengar dan menyaksikan kehadiran bulan istimewa ini, sudah diganjar dengan pahala, konon lagi mampu dan mau memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin.

Sebelum tamu kita itu hadir, perlu kita sadarai dan memang sudahsam akita maklumi, khususnya kita ummat Islam di Indonesia; bahwa sudah menjadi ‘tradisi’ ummat Islam Indonesia untuk berbeda dalam menyambut hadirnya bulan suci ramadhan.

Ramadhan tahunlalu 1428 H atau 2007, alhamdulillah kita mayoritas kalau tidak semuanya bisa serempak, meski Idul Fitrinya berbeda. Mengapa berbeda…?

Perbedaan itu adalah rohmat, apakah iya…? –> bukannya malah akan menimbulkan perpecahan yang justru jauh dari rohmat/kasih sayang..!

Perbedaan memang banyak ragamnya…

Tetapi Perbedaan Ramadhan dan sejenisnya ini terjadi, karena adanya beragam kriteria dalam menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah. Tetapi yang menjadi pangkalnya, adalah kurangmaunya para Pemimpin Ummat ini untuk BERLAPANG DADA dan saling menerima kelebihan apalagi kekurangan dari pihak lain.

Ada satu contoh indah di negara yang nuuuun jauh dari Indonesia, di negara yang ummat Islam masih sangat minoritas, di negara Jerman. Laporan ikhwan Habib dari sana begini:

Assalamu’alaikum

Masalah perbedaan penentuan awal bulan hijriyah ternyata juga terjadi di Jerman. Tiap organisisai masyarakat muslim di sini, atau bahkan tiap masjid, mempunyai keputusan sendiri tentang hal ini. Ada yang mengikuti negara asal masing2, ada yang mengikuti Mekah, dan lain-lain. Tetapi tahun lalu (paling tidak menurut pengetahuan saya) ada sebuah organisasi yang menjadi semacam dewan syuro organisasi islam di Jerman ini mulai berusaha mencari solusi pemecahan masalah ini. Dan mereka menyepakati kriteria (wujudul hilal) di kota Mekah seperti yang dipakai Ummul Qura. Kriteria ini juga dipakai oleh Dewan Fiqih Amerika Utara.

Kemarin, ternyata ada pengumuman (lihat http://islam.de/10694.php): sekarang telah dicapai kesepakatan untuk pertama kalinya bahwa kaum muslimin di Jerman bersatu dalam mengawali dan mengakhiri Ramadhan. Para wakil organisasi islam di bawah payung Dewan Koordinasi Muslimin Jerman sepakat untuk mengesampingkan perbedaan perhitungan maupun kriteria, dan mengutamakan kesatuan ummat. Untuk itu mereka memutuskan untuk memakai Pijakan Dasar yang telah dibangun oleh Organisasi Konferensi Islam pada 1978 dalam menentukan awal bulan hijriyah. Kriterianya adalah:
- bulan baru dimulai setelah konjungsi (ijtimak) dan berdasarkan perhitungan kemungkinan dilihatnya bulan di mana saja di dunia.

Jadi diputuskan 1 Ramadhan jatuh pada 1 September (wilayah Afrika dan Amerika Selatan kemungkinan besar bisa melihat bulan pada 31 Agustus) dan 1 Syawal jatuh pada 30 September (wilayah Polinesia di samudera Pasifik kemungkinan bisa melihat bulan pada 29 Sep).

Semoga info ini bermanfaat.

Habib

Versi Jerman ada di link Islam dot de ini.

Ramadhan 1429 H Serempak
Ramadhan 1429 H Serempak

Sangat indah…dan iri rasanya kita Ummat Islam terbesar di dunia ini… Andai kita bisa begitu..?

Kembali ke Indonesia. Ummat Islam Indonesia akan ikut kriteria mana…?

Kira-kira, prediksi permulaan atau dimulainya, atau jatuhnya tanggal 1 bulan Ramadhan tahun 1429 H, berdasarkan berbagai kriteria; sebagai berikut:

1. Ahad, 31 Agustus 2008.

Kalender Ummul Qura’ (Pemerintah Arab Saudi): rukyah bil fi’li di Saudi untuk keperluan ibadah semisal Ramadhan ini pada 30 Agustus 2008. Bila ada KLAIM RUKYAH, maka Arab Saudi akan menetapkan 1 Ramadhan 1429 H = 31 Agustus 2008.

Tetapi, kalau ada laporan saksi bahkan siap di -syahadat-, maka secara logika sangat mustahil. Sebab Hilal saat itu masih di bawah ufuk barat. Secara hisab, Konjungsi/Ijtimak/bertemunya akhir bulan Sya’ban dan awal bulan Ramadhan 1429 H, di Saudi adalah hari Sabtu 30/08/2008 jam 23:08 waktu setempat. Matahari terbenam jam 18:41 LT, dan bulan terbenam jam 18:25 LT, Usia bulan -4 jam 27 menit. Jadi bulan masih NEGATIF alias di bawah ufuk, karena lebih dulu tenggelamnya dibanding matahari. Kalau pusing, silahkanl ihat visual versi SNPP oleh RHI ini:

Hilal di Saudi pada hari terjadinya Ijtimak/konjungsi
Hilal di Arab Saudi pada hari terjadinya Ijtimak/konjungsi

Lain halnya kalau hari kedua pasca Ijtimak/konjungsi, yakni bila Rukyah dilakukan pada Ahad, 31 Agustus 2008; maka peluang itu ada. Meski tidak terlihat, bagi Pemerintah Arab Saudi sudahIstikmal/penggenapan.

2. Senin, 1 September 2008.

Kriteria Wujudul Hilal (Muhammadiyah): karena posisi Bulan pada akhir Sya’ban 1429 H positif di seluruh wilayah Indonesia.

Wujudul Hilal, di atas UfukWujudul Hilal, di atas Ufuk

Kriteria Imkanur Rukyah (Pemerintah): karena posisi Bulan pada akhir Sya’ban 1429 H di atas 2 derajat pasca Ijtimak.

Posis Hilal 1 Ramadhan dari Yogyakarta
Posis Hilal 1 Ramadhan dari Yogyakarta

Rukyatul Hilal (Nahdlotul Ulama): kalau syarat terpenuhi, yakni rukyah berhasil atau ada laporan bahwa hilal terlihat.

Ijtimak Qoblal Ghurub: karena ijtimak memang terjadi pada Ahad, 31 Agustus 2008 @ 03:00 WIB / 04:00 WITA / 05:00 WIT atau Sabtu, 30 Agustus @ 20:00 UT

Kalender Islam Global: karena sangat berpeluang melihat Hilal di hari pertama ijtimak, meski harus pakai alat canggih.

Kalender Ummul Qura’ (Kerajaan Arab Saudi): karena hari rukyah 30 Agustus 2008, dan akan istikmal.

3. Selasa, 2 September 2008.

Rukyatul Hilal (Nahdlotul Ulama): karena rukyah di hari pertama sangat sulit, atau gagal; maka akan istikmal, dan 31 Agustus 2008 + 1 hari = 1 September, lalu Istikmal (digenapkan menjadi) –> 2 September 2008.

~~~~~

Mau ikut yang mana…?

Semuanya benar. Karena semuanya berdasar. Tetapi sekali lagi, kita ummat Islam, hanya masyarakat yang pada dasarnya ikut apa kata para Pemimpin. Kalau para Pemimpin Ummat, telah menentukan satu ketetapan, bahwa Ramadhan 1429 H dimulai pada Senin, tanggal 1 September 2008:

Saya yakin, mayoritas ummat ini akanmengikutinya. Kalau ada yang ngeyel, entah karena yakin dengan pendapatnya, paling hanya segelintir orang saja.

Yang pasti kebersamaan sangat kita nantikan…

Demi ketenangan dan kenyamanan serta kekhusyu’an dalam menjalankan amalan ibadah di bulan yang penuh barokah ini. Dab tamu agung nan suci yang penuh dengan sebutan ini akan kita sambut dan layanai dengan penuh rasa kesyukuran….Semoga-

Mau di HISAB,

Mau di RUKYAH,

Mau di GLOBAL,

Ramadhan sang Tamu Agung tetap akan hadir menjumpai kita semua…

Bersiaplah wahai Saudara2ku…

Wa Allahu A’lamu…

February 6, 2008

Tahun Hijriah: ”Monumen” Ambruknya Tirani

Pada suatu hari, sahabat Abu Musa al-Asy’ari menulis surat kepada khalifah Umar bin Khattab. Beliau mengeluh bahwa surat khalifah yang dikirim kepadanya tidak bisa dibeda­kan mana yang awal dan yang terakhir, karena tidak ada tanggalnya. Untuk menindak­lanjuti keluhan ini, khalifah mengumpulkan para sahabat untuk membahas perihal di atas. Mereka kemudian sepa­kat untuk membuat kalender Islam.

Semula banyak pendapat mengenai standar permulaan tahun Islam. Ada yang berpendapat tahun pertama dihitung dari kelahiran nabi saw. Ada yang mengusulkan dimulai dari tahun diutusnya nabi, dan masih banyak usulan lainnya. Namun akhirnya, mereka sepakat untuk men­jadikan peristiwa hijrah sebagai patokan permulaan kalender kaum muslimin. “Ta’rikh (Kalender) itu dimulai sejak Nabi meninggalkan tempat musyrik menuju tempat yang penuh dengan keimanan,” usul s. Ali ra. Usulan ini akhirnya disepakati oleh para sahabat yang hadir pada waktu itu.

Karenanya, sistem kalender yang kemudian menjadi kalender terbesar kedua di dunia setelah kalender masehi ini, ditetapkan oleh khalifah Umar sebagai kalender resmi Islam, pada Rabu 20 Jumadal Akhi­rah 17 tahun setelah hijrahnya Rasul.

Hijrah tidak hanya imigrasi dari Mekah ke Madinah, tetapi hijrah adalah sebuah upaya membangun peradaban baru. Peradaban yang jauh berbeda dengan tradisi Jahiliyah yang menjadi prinsip masyarakat kebanyakan waktu itu. Berbagai kejayaan, kemenangan yang kemudian diraih oleh kaum muslimin, semuanya berawal dari hijrah, karena hijrah bukanlah akhir dakwah beliau di Mekah,

Tetapi awal dakwah dan kunci kesuksesan dakwah Nabi saw. “Hijrah adalah pemisah antara hak dan batil,” tegas Khalifah Umar dalam dekrit penetapan tahun hijriah. Walaupun bulan pertama dalam kalender Islam adalah Muharram, tapi mulai berangkat Nabi hijrah terjadi pada 27 Shafar hingga Rasulullah sampai di Quba’ pada Senin, 8 Rabi’ul Awal dan masuk ke Madinah pada 12 Rabiul Awal/27 September 622 M. (al-Mubarakfury, al-Rahiq al-Makhtum). Muharram ditetapkan sebagai awal tahun hijri berdasarkan pandangan mereka bahwa pada bulan Muharram, jamaah haji pulang ke kampung halamannya untuk memulai “hidup baru” sebagai orang yang telah melaksanakan ibadah haji.

Hijrah juga merupakan kelanjutan tradisi para Rasul ketika mereka berdakwah. Nabi Ibrahim as. melakukan hijrah ke Palestina setelah lama berdakwah di Kan’an. Nabi Musa, sebelum diangkat menjadi Rasul sudah hijrah dari Mesir ke Madyan. Setelah menjadi Rasul beliau hijrah dari Mesir ke Palestina menyeberangi laut merah.

Hijrah para Rasul itu mempunyai makna penting bagi keberhasilan dakwah mereka. Hijrah Nabi Musa ke Madyan mempunyai kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam hijrahnya ke Madinah. Sebagaimana yang terindikasi dalam sabda beliau sekemba­linya dari Tha’if, “Ingatlah wahai golongan Quraisy! Demi Allah, tidak lama lagi kalian akan masuk pada agama yang kalian ingkari ini”. Ada indikasi bahwa hijrah bagi beliau mempunyai makna strategi mensolidkan lini demi lini perjuangan. Terbukti, per­juangan beliau untuk meng-Islamkan penduduk Mekah, semuanya dikoordinir dari Madinah.

Begitu pula Musa as, di Madyan beliau menempa diri bersama keluarga Nabi Syuaib untuk kemudian kembali ke Mesir memberantas kekufuran, melawan kesewenang-wenangan dan penindas­an rezim tira­nik Fir’aun kepada Bani Israil.

Melihat kaitan yang amat erat antara hijrah dan dakwah dalam sejarah para Rasul ini, bisa ditarik sebuah kesimpulan historik bahwa hijrah merupa­kan sebuah kelaziman dalam perjuangan mene­gak­­kan kebenaran. Pada lingkup ini, kita bisa mencermati sebuah titik korelatif antara hijrah dan strategi dakwah. Titik korelatif ini dapat dijumpai dengan mudah dalam berbagai perjala­nan dakwah Islam dari masa ke masa.

Hal yang sama dapat pula kita temukan dalam kiprah dakwah pesan­tren. Telah maklum, pesan­tren adalah tempat hijrah —sebagai­mana terbersit dalam sajak-sajak A. Hidayatullah, “Sidogiri Mahjari”. Maksud “tempat hijrah” dalam konteks pesantren di sini tak jauh dengan kawah candra­dimuka dalam konteks pewayangan. Artinya, penempaan diri di pesantren tidak didasarkan untuk kemajuan lembaga secara internal, tapi lebih mempunyai orientasi kebutuhan masyarakat secara eksternal.
Pengertian ini sesuai dengan visi pesantren sebagai `produsen’ kader-kader agamawan yang dipersiap­kan untuk bersing­gungan dengan problematika sosial masyarakat di waktu itu.

******

Di tahun baru hijriyah 1429 ini marilah kita jadikan momentum untuk kembali mengingat dan mengenang peristiwa yang sangat agung itu, sejarah besar yang akan selalu dikenang oleh seluruh umat Islam di muka bumi.

Meninggalkan kampung halaman, sanak famili dan keluarga menuju sebuah daerah yang belum pernah dikenalnya di bawah kejaran musuh tentu bukan hal ringan. Perjuangan dan pengorbanan para Sahabat patut kita jadikan sebagai pegangan hidup kita dalam menjalankan tugas dakwah islamiyah. Sayyidina Ali ra. dengan ikhlas menempati tempat tidur Nabi yang beresiko besar. Nyawa taruhannya!

Hijrah adalah awal keberhasilan sebuah dakwah, kunci pembuka cahaya keislaman dan keimanan. Para Rasul mulai menuai hasil dalam dakwahnya setelah mereka hijrah. Imam Syafi’i ra dalam sebuah sya’irnya berkata, “Emas tidak akan menjadi emas kalau tidak dikeluarkan dari tanah”. Hijrah mempunyai arti yang sangat besar. Menyakitkan memang. Meninggalkan kampung halaman, sanak famili dan keluarga demi terciptanya kehidupan yang mulia dengan nur keimanan.

Sebagaimana orang biasa, nabi Muhammad saw sangat mencintai tanah kelahirannya, tanah ait dan tanah tumpah darahnya. Walau­pun selama berdakwah, beliau hanya menerima siksaan dan hinaan dari kaum kuffar Mekah, sehingga diperintah untuk hijrah ke Madi­nah sudah siap menanti datangnya cahaya Islam, tapi hal ini sama sekali tidak mempengaruhi rasa cintanya terhadap Mekah. Karena pada saatnya nanti, Mekah akan menjadi sentral agama Islam. Suasa­na perpisahan yang mengharukan terekam dari “salam perpi­sahan­nya” ketika berangkat hijrah. Seraya memandang Mekah, beliau berkata, “Demi Allah! Engkau (Mekah) adalah bumi Allah yang paling aku cintai. Demi Allah! Engkau adalah bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Andaikan pendudukmu tidak mengusir aku, niscaya aku tidak akan pergi meninggalkanmu”.

Kini, sinar hijri telah diambang fajar. Ketabah­an dan kesabaran nabi ketika meninggalkan kota Mekah di bawah kejaran orang-orang kafir, kesetiaan para sahabat dalam membela dan membantu perjala­nan beliau serta sambutan histeris kaum Anshar ketika nabi tiba di Mekah dengan membawa dakwah Islam kembali menjel­ma di relung ingatan kita. Kesetiaan Imam Ali ra. ketika diperintah menempati tempat tidur nabi yang taruhannya adalah nyawa, pengorbanan dan ketulusan Abu Bakar beserta putra-putrinya mengawal perjalanan beliau keluar dari cengkram­an kaum kuffar tidak akan terlupakan selamanya.

Kita hanya bisa meneteskan air mata haru mengenang peristiswa agung itu, tanpa ada gugahan hati untuk terus melanjutkan dan mele­starikan hasil perjuangan mulia mereka. Akankah sejarah besar itu menjadi lagenda seiring hilangnya ghirah islamiyah kita yang dulu sangat rekat mewarnai perjalanan hidup mereka?

Reff:
Sidogiri dot Com

January 27, 2008

Selamat Jalan Pak Harto

Filed under: Tadzkiroh

انا لله و انا اليه را جعون 

Turut berduka atas telah berpulang ke rahmatullah mantan Presiden RI HM. Soeharto pada Ahad (27/1) jam 13.10 WIB di RSPP Jakarta. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi almarhum Pak Harto, dan keluarga yang ditinggalkannya. Amien…19x

selamat_jalan_pak_harto_pakarfisika.jpg

More...

Beliau memiliki biodata sebagai berikut: 

 

Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Agama:
Islam

Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Pangkat:
Jenderal Besar (Bintang Lima)

Isteri:
Ibu Tien Soeharto ( Siti Hartinah)

Anak:
Siti Hardiyanti Hastuti (Mbak Tutut)
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati
Hutomo Mandala Putra (Tommy)
Siti Hutami Endang Adiningsih

Ayah:
Kertosudiro
Ibu:
Sukirah

Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat

Indonesia berkabung 7 hari 7 malam… 

Siapa Pak Harto..?

Selengkapnya dapat dibaca di Tokoh Indonesia dot Com

Selamat Jalan Pak Harto… 

January 10, 2008

31 DzulHijjah 1428 H..?

Filed under: Astronomy, Kajian, Tadzkiroh

Yup, ini benar2 terjadi. Rabu, 9 Januari 2008 M = 31 Dzul Hijjah 1428 H

Kok bisa..?

Data berikut saya ambil dari web RHI, kapan Saudi memasuki tgl 1 Muharram 1429 H..?

Menggunakan Kriteria Rukyat Saudi, tgl 1 Muharram 1429 H akan jatuh pada:

Rabu, 9 Januari 2008.

Karena sesuai keputusan Saudi kemarin 1 Dzul Hijjah 1428 H = 10 Des 2008, maka 29 Dzul Hijjah 1428 H nya jatuh pada Senin 7 Jan 2008, sehingga:

Rukyat Saudi à Senin, 7 Januari 2008 (29 Zulhijjah 1428 H)

Data Hisab Hilal di Saudi:

Ijtimak : 15:38 LT  -  Sunset: 17:53 LT -  Moonset: 16:55 LT  -  Moon Alt.  - 12°20′)

Lebih detail, klik link berikut: Dzul Hijjah 31 hari

Jadi benar khan, ada tgl 31 Dzul Hijjah 1428 H..?

Wa Allahu a’lamu bish showwaab…

Siapa Terkaya di dunia?

Filed under: Edukasi, Tadzkiroh

Siapa Orang terkaya di Dunia? Berikut urutan 10 orang terkaya khususnya di dunia IT:

Sekian tahun berlalu, Bill Gates masih saja dikenal orang sebagai orang terkaya di dunia. "Bahkan koran jawapos tadi pagi saya baca Bill gates pidato terakhir disebut masih terkaya oleh Jawa Pos". Tetapi, hal tersebut akan berubah karena seorang Meksiko mengalahkan kekayaannya kurang lebih sebanyak US$8 milyar. Untuk urutan dan informasi lainnya, lihat di bawah ini:

1. Carlos Slim Helu

Pemilik beberapa perusahaan seperti Telmex, America Movil, dan Grupo Carso ini memiliki kekayaan bersih mencapai US$67,8 milyar. Mungkin nama ini masih agak asing bagi masyarakat dunia. Kekayaannya melonjak jauh sejak saham perusahaan miliknya melonjak 27% pada kuartal kedua tahun 2007 ini.

2. William H. Gates III

Kekayaan terakhir gates adalah sebesar US$59,2 milyar. Mungkinkah akibat sumbangan yang dilakukan membuatnya turun ke posisi dua? Sepertinya Gates sudah tidak mempedulikan hal itu setelah sekian lama berdiri di puncak kekayaan dunia. Sekarang saatnya untuk beramal.

3. Lawrence Ellison

Pemilik Oracle ini bertengger di posisi ketiga dengan kekayaan US$21,5 milyar. Tampaknya, ia masih akan lama mempertahankan posisinya ini karena database akan selalu digunakan.

4. Paul Allen

Dengan kekayaan US$18 milyar, Allen berada di urutan keempat orang IT terkaya dan urutan ke 19 untuk orang terkaya di dunia. Walaupun telah menjual 68 juta sahamnya di Microsoft, ia masih menyisakan sebesar 138 juta saham. Ia juga dikenal sebagai orang yang gemar melakukan investasi di segala bidang, seperti: properti, olah raga, bahkan program luar angkasa. Kapal yacht terbesar nomor 5 pun ia miliki.

5 & 6 Sergey Brin & Larry Page

Kedua raja internet ini, masing-masing memiliki kekayaan US$16,6 milyar yang jika digabungkan bisa membawa para pendiri Google ini ke posisi 3. Sudah merupakan fakta, kalau kedua konglomerat ini hanya beranjak dari sebuah halaman situs hitam putih dengan sebuah logo warna-warni.

7. Michael Dell

Jika melihat berbagai macam masalah yang dialami Dell, tentu saja sungguh menakjubkan kalau perusahaan ini masi menjadi perusahaan hardware nomor satu di dunia. Walaupun begitu, para analis agak pesimis kalau Michael bisa mempertahankan posisinya ini.

8. Steven Ballmer

Lagi-lagi orang dari Microsoft. Walaupun ukuran kantornya lebih kecil dari ukuran kamar mandi biasa, kekayaan yang sejumlah US$15 milyar itu membawanya ke posisi 8.

9. Naguib Sawiris

Sawiris merupakan dewan direksi dan CEO dari Orascom Telecom Mesir, yaitu sebuah operator jaringan GSM multinasional untuk pasar Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Padahal, tahun lalu ia hanya berada pada urutan ke-278 untuk edisi Forbes. Kekayaannya sebesar US$10 milyar

10. Sunil Mittal

Sudah merupakan bukti, jika anda ingin menjadi konglomerat, bukalah perusahaan telekomunikasi. Mittal merupakan dewan direksi dan managing director dari Bharti Group, yang menjalankan jasa GSM terbesar di India. Ia memiliki kekayaan sebesar US$9,5 milyar dan hanya menduduki orang India terkaya keenam.

Dari UdaraMaya dot Com dengan sedikit variasi.Siapa orang terkaya di Indonesia? (tapi tidak korupsi lhoo…)

Lalu adakah atau kapankah Pak Guru atau manusia yang berkecimpung dalam dunia pendidikan bisa jadi kaya…

Apakah setelah Presidennya seorang mantan Guru?

Apakah setelah Pak Guru dan Bu Guru lulus sertifikasi?

So pasti Pak Guru, Bu Guru, adalah orang terkaya: karena semua orang yang disebut di atas adalah pernah mengenyam pendidikan minimal di sekolah atau kalau tidak yaa di rumahnya, dan gurunya adalah orang tuanya…

Jadi yang paling kaya adalah orang tua kita…

Orang tua adalah penyebab kita semua ada (atas ijin Ilaahi), dialah pendidik kita dialah pelindung semasa kecil, dialah satu-satunya keramat di dunia… (kata wak Haji Roma Irama)






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |