Pakar : Berawal dari Niat

October 25, 2009

Hilal Pembuka Dzul-Qo’dah 1430 H

 

Pembuka Dzul-Qo'dah
Pembuka Dzul-Qo’dah

Hilal Mudaatau Waxing Crescent bulan Dzul-Qo’dah 1430 H bisa diamati pada dua hari berturut-turut, yakni Ahad dan Senin (18 & 19 Oktober 2009) pagi hari sesaat setelah Sunset dan sebelum Moonset. Pada Ahad petang, Bulan Sabit pembuka Dzul-Qo’dah 1430 H itu tdak bisa saya amati karena altitude terlalu rendah. Baru Senin (19/10) saya bisa melihatnya dari area persawahan di dusun Bendo desa Ketitang kc. Juwiring kab. Klaten.

Ijtima’ atau konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada hari Aha, 18 Oktober 2009 pukul 12:33 WIB.

Observasi Hari Pertama: (Ahad, 18 Oktober 2009)

Pada Ahad, 18 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 5 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 0 menit, elongasi Bulan - Matahari = 5,5 derajat)

a. Lokasi pengamatan:
Bendo-Ketitang-Juwiring-Klaten Indonesia
7°41′S, 110°44′E, GMT+7, 98 m

b. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan :
Mendung total…

c. Alat yang digunakan :
Karena secara terori mustahil, saya tidak mengamati secara langsung di lokasi.
d. Waktu saat terjadinya sunset :
17:30 LT (hisab haqiqi)
e. Waktu saat Hilal Tua terakhir kali terlihat:
===
f. Orientasi Hilal Tua.
===

g. Warna Hilal Tua, sebagai berikut:

===

h. Kaliberasi Waktu menggunakan HP Nokia 9300i

Observasi Hari Kedua: (Senin, 19 Oktober 2009)

Pada Senin, 19 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 29 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 52 menit, elongasi Bulan - Matahari = 16 derajat)

a. Lokasi pengamatan:
Bendo-Ketitang-Juwiring-Klaten Indonesia
7°41′S, 110°44′E, GMT+7, 98 m

b. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan :
Terdapat sebaran awan/scatter clouds).

c. Alat yang digunakan :
1. Binokuler 7 x 35 mm
2. HP nokia 9300i
3. DSLR Canon Camera

d. Waktu saat terjadinya sunset :
Matahari benar-benar teramati menyentuh horizon sulit, karena bagian bawah berawan menyebar

e. Waktu saat Hilal Muda pertama kali terlihat:
Pada jam 17:49 LT, dengan ketinggian sekitar 7.5 derajat.

f. Orientasi Hilal Muda.
3 - 7

g. Warna Hilal Muda, sebagai berikut:

Hilal Pembuka Dzul-Qo'dah 1430 H
Hilal Pembuka Dzul-Qo’dah 1430 H

h. Kaliberasi Waktu menggunakan HP Nokia 9300i

 

 

original url~~~~~~~~~~~~

http://pakarfisika.wordpress.com/2009/10/20/hilal-pembuka-dzul-qodah-1430-h/

Hilal Penutup Syawwal 1430 H

Filed under: Astronomy, Islam, Fotografi, Info
Hilal Penutup Syawwal
Hilal Penutup Syawwal

Hilal Tua atau Waning Crescent bulan Syawwal 1430 H bisa diamati pada dua hari berturut-turut, yakni Sabtu dan Ahad (17 & 18 Oktober 2009) pagi hari sesaat setelah Moonrise dan sebelum Sunrise. Pada Sabtu pagi Bulan Sabit penutup Syawwal 1430 H itu bisa saya amati dari area persawahan di dusun Bendo desa Ketitang kc. Juwiring kab. Klaten. Meski masih lumayan tinggi, namun Hilal hari berikutnya sudah sangat sulit diamati, bisa dipastikan gagal. Dan ini yang saya alami.

Ijtima’ atau konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada hari Aha, 18 Oktober 2009 pukul 12:33 WIB.

Observasi Hari Pertama: (Sabtu, 17 Oktober 2009)

Pada Sabtu 17 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 31 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 64 menit, elongasi Bulan - Matahari = 17 derajat)

a. Lokasi pengamatan:
Bendo-Ketitang-Juwiring-Klaten Indonesia
7°41′S, 110°44′E, GMT+7, 98 m

b. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan :
Terdapat sebaran awan/scatter clouds).

c. Alat yang digunakan :
1.  Binokuler 7 x 35 mm dsb
2. HP nokia 9300i
3. DSLR Canon Camera

d. Waktu saat terjadinya sunrise :
Matahari benar-benar teramati menyentuh horizon = 05:20 LT

e. Waktu saat Hilal Tua terakhir kali terlihat:
Jam 05:18 LT pada altitude = 16 deg

f. Orientasi Hilal Tua.
Mengikuti pola jam : 4 - 7

g. Warna Hilal Tua, sebagai berikut:

Hilal penutup Syawwal 1430 H
Hilal penutup Syawwal 1430 H

h. Kaliberasi Waktu menggunakan HP Nokia 9300i

i. Sebagian galery …

Ada Hilal, ada planet Venus, ada pula Fajar Shadiq
Ada Hilal, ada planet Venus, ada pula Fajar Shadiq

Observasi Hari Kedua: (Ahad, 18 Oktober 2009)

Pada Sabtu 18 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 7 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 20 menit, elongasi Bulan - Matahari = 6 derajat)

a. Lokasi pengamatan:
Bendo-Ketitang-Juwiring-Klaten Indonesia
7°41′S, 110°44′E, GMT+7, 98 m

b. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan :
Terdapat sebaran awan/scatter clouds).

c. Alat yang digunakan :
1. Binokuler 7 x 35 mm
2. HP nokia 9300i
3. DSLR Canon Camera

d. Waktu saat terjadinya sunrise :
Matahari benar-benar teramati menyentuh horizon = 05:19 LT

e. Waktu saat Hilal Tua terakhir kali terlihat:
Negatif===

f. Orientasi Hilal Tua.
Negatif===

g. Warna Hilal Tua, sebagai berikut:

Negatif===

h. Kaliberasi Waktu menggunakan HP Nokia 9300i

i. Galery observasi…

the sun is rising...
the sun is rising…
the Sun is beautiful
the Sun is beautiful

original url~~~~~~~~~~~~

http://pakarfisika.wordpress.com/2009/10/20/hilal-penutup-syawwal-1430-h/

August 17, 2009

Kapan 1 Ramadhan 1430 H..?

Filed under: Astronomy, Kajian, Islam

Bulan suci Ramadhan 1430 H sebentar lagi. PP Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor : 06/MLM/I.0/E/2009 mengumumkan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1430 H berterpatan dengan hari Sabtu Pahing, tanggal 22 Agustus 2009. Persis juga telah menetapkan hal serupa. Sementara NU memperkirakan juga pada tanggal masehi yang sama. Sebagai orang awam, kita harus ikut mana, jikalau berbeda…?

Selengkapnya di [Menentukan Awal Ramadhan 1430 H]

March 11, 2009

Fenomena Adzan

Filed under: Islam, Tadzkiroh

MuadzinMuadzin

Saya pernah adzan, lalu iqomah, lalu jadi Imam. Kok bisa? Ya, karena saat itu masih sekolah; Jadwal Imam adalah giliran saya, lalu karena saya juga muadzinnya, maka jadilah saya yang adzan - saya yang iqomah - dan saya yang jadi imam. Tetapi pengalaman ini tidak hanya sekali itu saja. Di Jogja, saat kuliah juga sering mengalami hal serupa, karena saya tinggal di masjid. Lalu kini di desa, saya tinggal di rumah yang ada warisan masjidnya, maka jadilah kadang kala adzan, iqomah lalu imam dan bahkan jadi makmum sekaligus. Khusus adzan, ternyata ada fenomena yang kita jarang tahu…

Selengkapnya di [ Fenomena Adzan ]

December 31, 2008

Menyambut Tahun Baru 2009

Belajar Berkarya
Belajar Berkarya
Akhirnya, setelah genap satu tahun; kini detik2 2009 mulai menyingsing.  Tiga hari lalu Tahun Baru Islam 1430 H hadir dengan munculnya Hilal Pembukan di bulan Muharram tahun 1430 H. Hilal ini terlihat di seluruh penjuru dunia. Sayang, saya gagal menyaksikannya karena cuaca kurang mendukung. Di Indonesia, setahu saya hanya di pantai pasir putih yang melaporkan melihat.

Pesta Tahun Baru

Saya tidak pernah andil dalam menyambut datangnya tahun baru, baik Masehi maupun Hijriyah. Saya anggap kedua-duanya adalah sama. Keduanya sama terminologi Waktu. Berganti tahun adalah berganti waktu. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk menyambut datangnya tahun baru Hijriyah, karena tahun Hijriyah sendiri muncul setalah beliau wafat. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622, sementara tahun hijriyah baru ditetapkan kholifah Umar bin Khottob tahun 638 atau 17 tahun kemudian.

Lebih-lebih tahun masehi, sistem kelender yang dimulai tengah malam. Sebab kalau mau memberikan andil untuk menyambut datangnya tahun baru, kita mesti kerahkan lebih ekstra tenaga dan waktu. Habis, enek2 tidur malah begadangan…

Selanjutnya, bagaimana menyikapi datangnya tahun baru..?

Simpel: Belajar dan Berkarya

Mari bertanya kepada diri kita, sudahkah kita belajar selama setahun lalu..? sudahkah kita belajar selama 1429 H yang lalu..? sudahkah kita belajar selama 2008..?

Lantas, apakah kita sudah memiliki planning yang tegas dan jelas untuk tahun 1430 H? apakah kita sudah memiliki planning yang tegas dan jelas untuk tahun 2009 H?

Jawabannya, ada pada diri kita masing-masing

Sebuah Pelajaran

Pelajaran adalah Ilmu. Ilmu adalah hikmah. Hikmah adalah kebaikan secara kuatitas maupun kualitas.

Kalau kita peka, kita akan melihat tahun 2008 dan menjadi pelajaran terbaik untuk kita memasuki 2009. Seperti kita mengambil hikmah terindah dan terbaik dari pelajaran tahun 1429 H, untuk melangkah menuju tahun 1430 H.

Diantara pelajaran terbaik di tahun 1429 H bagi kita ummat Islam khususnya di Indonesia dan umumnya di seluruh penjuru dunia adalah:

Serempak dan bersamanya dalam memulai : 1 Ramadlan 1429 H

Serempak dan bersamanya dalam memulai : 1 Idul Fithri 1429 H

Serempak dan bersamanya dalam memulai : 10 Dzul-Hijjah 1429 H

Meski ada yang berlainan, itu sekedar kelompok kecil yang sangat sedikit serta tidak memberi pangaruh bagi ukhuwah, persatuan dan kesatuan dalam membina hidup berbangsa dan bernegara (bermasyarakat).

Selanjutnya, di tahun 2008, kita juga menemukan satu pelajar unik yang bisa kita jadikan pelajar terbaik bagi kita dalam berkarya di tahun 2009. Pelajaran itu antar lain adalah:

Di tahun 2008: Ada 3 tahun Hijriyah

Artinya, dalam satu tahun masehi 2008 terdapat tahun hijriyah tiga kali yakni tahun 1428, 1429, dan 1430. Dengan tanggal 1 Muharram sebanyak dua kali.

Tahun 2008 dimulai dengan tahun 1428 hari tersisa sebanyak 9 hari. Tanggal 1-9 Januari 2008 masih sesuai dengan tanggal dan hari di tanggal 22-30 Dzul-Hijjah tahun 1428 H. Lihat gambar di bawah:

kalender_assalaam_2829.jpg

 

Kalender bulan Januari tahun 2008. (1428-1429 H)

Selanjutnya, tanggal 1 Muharram 1429 H ini akan berlangsung dari tanggal 10 Januari 2008 - 28 Desember 2008. Tanggal 28 Desember 2008 bertepatan dengan tanggal 30 Dzul-Hijjah 1429 H.

Berikutnya, tanggal 29 Desember 2008 = tanggal 1 Muharram 1430 H. Tahun 1430 H masih di tahun 2008 dengan hari tersisa sebanyak 3 hari yakni tanggal 29, 30 dan 31 Desember 2008.

Perhatikan bulan Desember 2008 berikut:

kalender_assalaam_282930.jpg

 

Kalender bulan Desember 2008 M (1429-1430 H).

Jadi:

2008 = 1428 H, 1429 H, dan 1430 H

Hikmah dari fenomena ini adalah antara lain:

Pertama, kita haru sbanyak belajar tentang waktu. Dari sana kita sadar bahwa waktu itu ternyata terus berjalan maju dan tidak sedetik pun berhenti apalagi mundur. Siapa berhenti, maka dia akan digilas oleh waktu. Pepatah barat mengatakan, "Time is Money" = waktu itu laksana uang.

Pepatah Arab mengatakan,"al-Waqtu kas-Saifi in Lam Taqtho’hu Qhotho’aka" = waktu laksana pedang, jika tidak kau libas, maka dia akan melibasmu. Waduh…lebih ganas dan lebih sangar dari barat. Siapa meremehkan waktu, maka bersiaplah untuk dilibas oleh pedang…

kedua, kita tahu bahwa kalender masehi adalah sistem kalender yang disusun berdasar peredaran matahari, sementara kalender hijriyah disusun berdasar peredaran rembulan. Selisih antara kedua sistem kalender berkisar antara 10-11 hari lebih dulu kalender hijriyah. Hal ini bisa terjadi karena jumlah hari dalam kalender masehi 365-366 sementara dalam kalender hijrtiyah 354-355.

ketiga, biarkan dua sistem kalender ini mengalir, sebab menghilangkan salah satunya bisa jadi lebih besar madlorotnya ketimbang melakukan kompromi terhadap kedua. Keduanya memilki nilai lebih tersendiri. Keduanya adalah hasil karya manusia, dan keduanya adalah berdasar ciptaan Allah SWT sang Maha Mengetahui. Matahari dan Bumi adalah dua benda ciptaan Allah SWT. Mengapa musti kita pilah-pilah…

Anggaran Gregorius

Belajar dari sistem kalender, kita bisa melihat ke masa lalu dan membaca serta merenungi sebuah peristiwa akibat dari sebuah keputusan seorang manusia. Dialah Paus Gregorius XIII. Dia telah melakukan pemotongan jumlah hari dari yang seharusnya. Dia melakukan anggaran sebanyak 10 hari.

Penyesuaian anggaran Gregorius sebanyak 10 hari sejak 15 Oktober 1582 Masehi dilakukan oleh Paus Gregorius XIII atas saran Klafius (ahli perbintangan).

Pada tanggal 4 Oktober 1582 Paus Gregorius XIII memerintahkan agar keesokan harinya tidak dibaca 5 Oktober 1582 M, melainkan harus dibaca 15 Oktober 1582 M dan ditetapkan bahwa peredaran matahari dalam satu tahun 365.2425 hari, sehingga ada ketentuan baru, yaitu angka tahun yang tidak habis dibagi 400 atau angka abad yang tidak habis dibagi 4 adalah tahun Basithah (365 hari). Serta menetapkan bahwa tahun kelahiran Isa al-Masih dijadikan sebagai tahun pertama.

Penetapan-penetapan oleh Paus Gregorius XIII tersebut disebabkan karena pada tahun 1582 M saat penentuan wafat Isa al-Masih yang diyakini oleh orang-orang bahwa peristiwa tersebut jatuh pada hari Minggu setelah bulan purnama yang selalu terjadi segera setelah matahari di titik Aries (21 Maret), akan tetapi pada waktu itu mereka memperingatinya tidak pada hari Minggu setelah bulan purnama setelah matahari di titik Aries, namun sudah beberapa hari berlalu. Sehingga Paus Gregorius XIII melakukan koreksi terhadap sistem penanggalan yang ada saat itu, yakni sistem penanggalam Yustinian.

Sebelum sistem penanggalan Yustinian ini, ada beberapa sistem penanggalan yang lahir sebelumnya, diantaranya sistem penanggalan Numa. Penanggalan Numa diciptakan oleh Numa Pompilus pada tahun berdirinya kerajaan Roma pada tahun 753 SM, dengan ketetapan panjang satu tahun berumur 366 hari, bulan pertama Maret karena posisi matahari di titik Aries terjadi pada bulan Maret.

Kemudian pada tahun 46 SM, menurut penanggalan Numa sudah bulan Juni, akan tetapi posisi matahari sebenarnya baru pada bulan Maret, sehingga oleh Yulius Caesar atas saran Sosigenes (ahli astronomi Iskandaria) penanggalan tersebut diubah dan disesuaikan dengan posisi matahari sebenarnya yakni dengan memotong penanggalan yang sedang berjalan sebanyak 90 hari dan menetapkan pedoman baru bahwa satu tahun ada 365.25 hari.

Bilangan tahun yang tidak habis dibagi empat berumur 365 hari dan bilangan tahun yang habis dibagi empat berumur 366 hari, dengan menambahkan selisih satu hari pada bulan Februari (sebagai bulan terakhir). Penanggalan ini dikenal dengan Kalender Yulius atau Kalender Yulian.

Kemudian pada perkembangannya ditetapkan bahwa bulan Januari sebagai bulan pertama dan bulan Desember sebagai bulan terakhir. Sistem ini dikenal dengan sistem Yustinian.Meskipun sudah diadakan koreksi dan perubahan, namun Kalender Yulian masih lebih panjang 11 menit 14 detik dari titik musim yang sebenarnya, sehingga kalender tersebut harus mundur 3 hari setiap 400 tahun.

Akibatnya pada saat Paus Gregorius melakukan koreksi pada tanggal 15 Oktober 1582, ditetapkan pula penambahan 1 hari pada setiap bilangan abad yang tidak habis dibagi 4 sejak tanggal tersebut, sehingga sejak tahun 1900 sampai dengan 2099 ada penambahan koreksi 13 hari (10 + 3 hari).

Khulashoh:

  • Mari kita belajar dari 1429 H untuk melakukan karya terbaik di tahun 1430 H
  • Mari kita belajar dari 2008 H untuk melakukan karya terbaik di tahun 2009 H

Wa Allahu a’lamu…

December 29, 2008

Hilal 1 Muharram 1430

Hilal Pembuka 1430
Hilal Pembuka 1430
On Sunday 28 Dec 2008, the New Crescent of Muharram 1430 AH was NOT SEEN from my location: Bendo Ketitang Juwiring Klaten INDONESIA (7° 41′ 39.17" S,110° 44′ 20.64" E, GMT+7, 98 m). Western horizon was totally cloudy.
Meski ketinggian Hilal sangat mungkin untuk dilihat sebab sudah di atas limit Danjon, namun karena cuaca kurang mendukung, karena mendung dan justru di lokasi hilal berada.

Secara visual, simulasi SNP untuk Hilal pembuka bulan pertama dalam tahun 1430, sekaligus hilal perdana di tahun 1430 H, adalah sebagai berikut:

Simulasi: Hilal 1 Muharram 1430 H
Simulasi: Hilal 1 Muharram 1430 H

Laporan seorang rekan di Bandung, Hilal terlihat dengan jelas di pantai pasir putih meski sempat tertutup awan tipis. Dengan berjalannya awan itu maka sang hilal sesekali menampakkan diri. Sayang di Solo dan Klaten sudah gerimis sejak sore. Maka praktis maghrib awan tebal masih menyelimiuti langit barat.

Di Klaten, di belakang rumah saya menunggu awan tipis yang hitam namun setelah sang surya tenggelam di balik ufuk, awan hitam tadi berubah menjadi kemerahan, dan sepertinya ada celah, namun di plototi pakai Bino 7x35 mm juga nggak mau nongol sang hilal si pembuka tahun 1430 H ini.

Berikut pemandangan langit barat itu:

Rukyah Hilal 1 Muharram 1430 H
Rukyah Hilal 1 Muharram 1430 H

Laporan hasil observasi Hilal pembuka tahun 1430 H, dapat dilihat di :

  1. Muharram 1430 AH on ICOP
  2. Muharram 1430 AH on MCW
  3. Rukyatul Hilal Indonesia

December 28, 2008

1 Muharram 1430 H, welcome…

Filed under: Astronomy, Kajian, Islam
Ahlan 1430 H
Ahlan 1430 H

Hari ini, Ahad 28 Desember 2008 bertepatan dengan tanggal 30 Dzul-Hijjah 1429 H. Sore ini Hilal bisa dipastikan terlihat di seluruh penjuru Indonesia dan negara-negara di bawah garis lintang 60 derajat. Sehingga bisa dipastikan pula bahwa besok adalah masuk tanggal 1 bulan Muharram 1430 H. Besok adalah tanggal 1 bulan 1 tahun 1430 H. Besok adalah tahun baru Hijriyah 1430. Semoga memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi segenap ummat Islam. Amien

Tahun dalam sistem kalender Hijriyah diawali dengan bulan Muharram atau boso jowonya Suro. Kenapa SURO, karena di dalam bulan Muharram terdapat satu tanggal yakni 10 Muharram yang disunnahkan untuk berpuasa ASURO=ASYUROO. Sehingga suro diambil dari kata Asyuro (=10).

1. Ta’rif Muharram

Memasuki tahun baru Islam 1 Muharrom 1430 H, dari sinilah pergiliran waktu dimulai setiap tahunnya sebagai kebanggaan milik ummat Islam. Sementara ini kita mungkin lebih mengenal tahun masehi atau bulan-bulan miladiyah di dalamnya (Januari - Desember ) dari pada tahun hijriyah atau bulan-bulan qomariyah di dalamnya (Muharrom-Dzulhijjah). Seyogyanya setiap orang bangga dengan miliknya sendiri, bukan dengan milik orang lain. Penanggalan hijriyah ini merupakan satu di antara sekian banyak khazanah ummat Islam yang ditinggalkan pemeluknya sendiri.

Tanya: "Sekarang tanggal berapa..?" (dalam hati saya bermaksud Hijriyah)

Jawab: "28" (maksudnya 28 Des 2008)

—> Sangat langka menjawab "30" (maksudnya 30 Dzul-Hijjah 1429)

Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam ketetapan (Kitab) Allah, sejak hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram…” (Q.S. At Taubah : 36)

Dua belas bulan tersebut adalah:

  1. Muharrom
  2. Shafar
  3. Robi’ul Awwal
  4. Robi’ul Akhir
  5. Jumadal ‘Ula
  6. Jumadal Akhiroh
  7. Rajab
  8. Sya’ban
  9. Romadlon
  10. Syawwal
  11. Dzul-Qa’dah
  12. Dzul-Hijjah

MUHARAM adalah bulan pertama dalam Sistem Kalendar Islam (Hijriah). Secara bahasa, Muharam berarti ‘diharamkan’ atau ‘dilarang’, yaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah di empat bulan haram.

Di dalam kitab tafsir Ath-Thabari disebutkan bahwa bulan haram yang dimaksud di dalam ayat itu adalah Dzul-Qa'’dah, Dzul-Hijjah, Muharram dan Rajab.

Keempat bulan itu sangat diagungkan oleh bangsa Arab, jauh sebelum datangnya nabi Muhammad SAW. Bahkan mereka mengharamkan diri mereka sendiri untuk berperang di bulan-bulan itu, sebagai bentuk penghormatan mereka.

Bukan hanya haram berperang, bahkan bila seseorang bertemu dengan pembunuh ayahnya di bulan itu, dia tidak akan memusuhinya atau membalasnya. Saking mulianya keempat bulan itu tentunya.

Keyakinan seperti ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum Al-Quran diturunkan, namun kemudian dikuatkan dalam masa risalah sebagai bagian dari syariat Islam juga. Namun larangan ini berakhir setalah Fathu Makkah.

2. Sejarah Kalender Hijriyah

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.

Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab juga telah dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka’bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Pada era kenabian Muhammad SAW, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.

3. Penentuan Tahun 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad SAW sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.

4. Mukjizat 1-1-1 H

Berbicara tanggal 1 bulan 1 tahun 1 hijriyah, tidak mungkin lepas dari salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam, yakni Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah menuju ke Yatsrib (Madinah). Berkaitan dengan hijrah ini Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah SAW dan para sahabat diperintahkan Allah SWT untuk berhijrah. Motivasi utama mereka adalah guna meraih ridlo Ilahi. Menjelang hijrah, kondisi kaum muslim berada pada posisi yang sangat lemah dan teraniaya. Namun, keyakinan mereka akan datangnya kemenangan dan pertolongan Allah tidak pernah sirna. Hal ini disebabkan oleh tebalnya iman mereka kepada Allah SWT. Hal ini karena pokok pertama yang diajarkan Rasulullah SAW jauh sebelum hijrah adalah prinsip keimanan. Bukan saja karena iman kepada Allah merupakan ajaran, tetapi juga karena iman membentengi manusia serta mengantarkan kepada optimisme.

Muhammad Rasyid Ridlo dalam Tafsir Al-Manar menulis, " Iman membangkitkan sinar dalam akal, sehingga merupakan petunjuk jalan ketika berjumpa dengan kegelapan dan keraguan. Dengan iman, seseorang akan muda mengatasi batu penghalang yang dapat menjatuhkan ke jurang kebinasaan. Iman menumbuhkan dalam diri manusia suatu pusat penelitian atas tiap detak-detak hati yang terlintas dan setiap pandangan yang terbentang.

Dengan iman seseorang dapat melihat tembus sesuatu yang tersirat dalam kulit yang tersurat. Hijrah Rasulullah SAW telah berlalu 15 abad silam, namun dari hijrah dan celah-celah peristiwanya, banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik.

Berikut beberapa di antaranya:

1. Pengorbanan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa untuk mencapai suatu usaha besar dibutuhkan pengorbanan maksimal dari setiap orang. Rasul sendiri berhijrah dengan segala daya yang dimilikinya, tenaganya, pikiran dan materi, bahkan jiwa dan raga beliau. Ketika akan berhijrah Rasulullah pernah mengajak Abu Bakar, dan kala itu Abu Bakar membeli dua onta satu buat Rasul. Tetapi Rasul tidak mau menerima, dan maunya membeli. Ini wujud pengorbanan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

2. Makna hidup. Rasulullah SAW berangkat hijrah seraya memesan kepada Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan beliau tidur di tempat tidur Rasul. Menggantikan Rasul yang sedang hijrah, berarti menggantikan siap mati. Bersedia menggantikan tidur Rasul adalah siap mepertaruhkan jiwa dan raga demi membela agama Allah.

3. Tawakkal dan Usaha. Ketika Rasul dikejar dan akhirnya sembunyi di gua Tsur, Abu Bakar sangat khawatir dan gentar. Namun Rasulullah SAW menenangkan dengan mengatakan, "Jangan kuatir dan jangan sedih, sesungguhnya Allah beserta kita".

4. Mukjizat 1 Muharram 1 Hijriyah (1-1-1).

Peristiwa Hijrah ini akhirnya ditetapkan Umar bin Khattab (581 - November 644) sebagai awal atau hari pertama dalam kalender Islam yang akhirnya disebut sebagai Kalender Hijriyah.Umar bin Khattab (bahasa Arab: عمر بن الخطاب) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin.

Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam. Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.

Mukjizat 1-1-1 H secara visual selengkapnya di Mukjizat 1-1-1-:

Semoga tahun 1429 H membawa barokah, dan tahun 1430 memberikan maslahah…amien 19x

Ahlan 1430 H…

Ma’assalaamah 1429 H…

December 27, 2008

Hilal Penutup Tahun 1429 H

Filed under: Astronomy, Islam, Fotografi
Rukyah Hilal Tua
Rukyah Hilal Tua

Klaten, Jum’at, 26 Desember 2008:

Berikut gambar Hilal pada Jum’at 26 Des 2008 = 28 Dzul-Hijjah 1429 H:

Hilal Tua Dzul-Hijjah 1429 HHilal Tua Dzul-Hijjah 1429 H

Data Hilal:

  • Bulan terbit @ 04:03 WIB
  • Bulan teramati @ 04:30 WIB (ketingian hilal=4°58′) s/d 05:10 WIB (ketinggian hilal=12°19′) dengan mata telanjang.
  • Dengan bino, s/d 05:18 WIB (ketinggian hilal=15°41′),
  • Matahari terbit @ 05:20 WIB (ketinggian hilal=15°29′).

Selamat Jalan tahun 1429 H…..Semoga Allah SWT melimpah karunia-Nya untuk kita semua.

December 25, 2008

Arah Kiblat : Murah dan Mudah

Filed under: Astronomy, Software, Islam
Mihaada=Qiblah
Mihaada=Qiblah

Saat-saat ini, kita mesti memanfaatkan momen yang tidak setiap saat terjadi. Momen atau saat itu adalah posisi matahari yang bagi kita orang Indonesia sedang berada di belahan bumi bagian selatan. Momen ini berlangsung kira2 sampai bulan Feb 2009. Karena matahari terus ke utara dan pada 21 maret 2009, posisi matahari sudah pada garis khatulistiwa. Selanjutnya ke utara dan akan sampai di titik ujung 23.5° pada tanggal 21 Juni 2009. Itulah Mihaada.

Selengkapnya di Hikmah Mihaada

December 5, 2008

Kiamat 2012 adalah issu…

Kapan Kiamat..?
Kapan Kiamat..?

Kapan Kiamat..? Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Kita hanya tahu lewat tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat itu. Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Kiamat hanya ilmu Allah SWT

Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Tetapi issu ini sudahmenyebar luas lewat media Internet. Sebagai Muslim, saya hanya yakin bahwa Kiamat ada dan PASTI akan datang. Dan waktunya, kita tidak ada yang tahu, apalagi sampai menyebut tanggal..

Tentang waktu, kapan kiamat terjadi, ummat Islam hanya diberi sign, berupa tanda2 datangnya kiamat. Bila tanda-tanda sudah ada, maka hari yang dimaksud memang sudah dekat. Tetapi tepatnya kapan, kembali ke konsep dasar, Ummat Islam tidak ada yang boleh menyebut waktu, baik hari, tanggal, bulan maupun tahun. Sebab…

 

 More Kiamat 2012 itu ternyata…

 






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |