Pakar : Berawal dari Niat

January 10, 2008

Sabit Awal tahun 1429 H

Filed under: Astronomy, Islam, Fotografi

Hilal 1 Muharram 1429 H adalah penanda bagi dimulainya bulan pertama sekaligus tahun 1429 H dalam kelander Islam.

Saya merasa bahagia manakala berhasil melihat Hilal Awal Tahun 1429 H ini. Maka saya siapkan sebuah binokuler, sebuah Digital Camera dan sebuah Digital Camera dengan digital Zooming. Hilal seperti apa sih? Berikut Hilal1 Muharram 1429 H, yang berhasil diabadikan oleh Koord. JAC di Pantai Parangkusumo Jogjakarta, Rabu 9 Januari 2008 jam 6 sore lewat 27 menit.

More...

hilal_muh29_jac.jpg

Ini hasil karya Pak Toha MMC dari RHI Yogyakarta-JAC

Rabu 9 Januari 2008 saat sunset atau matahari terbenam merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Muharram 1429 Hijriyah. Di tempat saya, Bendo Ketitang Juwiring Klaten - Jawa Tengah, saya mencoba memburu hilal awal tahu 1429 Hijriyah ini.

Rukyah tidak dilaksanakan pada hari pertama terjadinya ijtimak: Selasa, (8/1) karena posisi hilal di lokasi ini menurut kalkulasi program Starrynight Pro Plus 6, masih di bawah ufuk yaitu minus 1°7′ sehingga mustahil dilakukan rukyat. 

Sementara pada H+1 ijtimak yakni Rabu (9/1) posisi hilal cukup tinggi yaitu 9° 50′ saat matahari terbenam. Observasi saya lakukan sendiri di belakangrumah, namun sampai berkumandang iqomah masjid, kondisi horizon barat tertutup awan tebal, bahkan sampai bulan terbenam berdasar hisab SNPP 6 Hilal 1 Muharram 1429 H Tidak terlihat juga.

Semoga bulan depan berhasil melihat…

Berikut gambar saat matahari beberapa menit setelah terbenam:

1muh1429h_pakarfisika.jpg

Hilal Akhir Tahun 1428 H

Filed under: Astronomy, Fotografi

Saya melakukan pengamatan Hilal Tua atau Waning Crescent (old crescent) bulan Dzul Hijjah 1428 H sebagai sabit terakhir di tahun 1428 H ini di lokasi:

Dusun Bendo desa Ketitang kecamatan Juwiring kabupaten Klaten propinsi Jawa Tengah - Indonesia dengan koordinat : Lat: 7 41 39.17 lintang selatan, Long: 110 44 20.64 bujur timur, elong: 98 m dpl, zona GMT+7.

Pengamatan saya lakukan selepas sholat shubuh, dan berakhir menjelang sunrise. Waktu pengamatan selama tiga hari, yakni dari hari Sabtu - Senin (5-7 Jan 2008).

Gambar berikut adalah hilal tua Dzul Hijjah 1428 H yang tampak di Klaten pada Senin, 7 Januari 2008:

waning_hej_1428.jpg

Gambar diambil dengan kamera JVC Camcorder 2 MP dengan setting fokus lensa manual dan lampu blitz off-light.

Selamat jalan bulan haji 1428 H, selamat jalan bulan qurban 1428 H, dan selamat jalan tahun 1428 H. Inna Allah ma’anaa…

November 13, 2007

Masjid Assalaam di GE

Filed under: Software, Fotografi

Setelah menunggu sekian lama entah berapa hari…yang jelas lebih dari sepekan bahkan sebulan kali. Akhirnya pada Ahad (10/11) dini hari sekitar jam 00.30 saya mencoba membuka Google Earth, lalu saya zoom Surakarta, tujuan adalah PPMI Assalaam.

panoramio_masjid_assalaam_pakarfisika_bs.jpg

Saya cukup gembira dan sangat senang, karena foto yang dulu saya upload ke GE via Panoramio telah berhasil saya lihat. Dan beikut foto Masjid PPMI Assalaam dengan latar santriwati pulang dari sholat di atas…

Saya juga melakukan uploading foto disebelahnya, yang juga udah nongol. Foto yang satu ini cukup unik, karena menggambarkan visual nyata dari hobi anak TK kalau menggambar pemandangan: yakni 2 buah gunung lalu ada matahari di tengah2nya. Kalau punya GE coba buktikan sendiri…

November 3, 2007

Musim Hujan tiba

Filed under: Fotografi
Selepas sholat Ashar, Kamis 1 Nopemebr 2007. Pemandangan santriwati sedang pulang dari Masjid, dengan background awan mendung menyelimuti pertanda hujan segera turun.

Hujan benar2 mengguyur area PPMI Assalaam sekitar setengah jam kemudian. Agenda santri hari ini masih belum aktif semua kegiatan ekstra, karena pembukaan kegiatan ekstra akan dilaksanakan Kamis (1/11) malam nanti.

assalaam_ashar_pakarfisika
Santriwati pulang dari sholat ashar

Hujan

Hujan merupakan satu bentuk presipitasi, atau turunan cairan dari angkasa, seperti salju, hujan es, embun dan kabut. Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi, sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering, sejenis presipitasi yang dikenali sebagai virga.

Hujan memainkan peranan penting dalam kitaran hydrologik di mana kelembaban dari laut menguap, bertukar menjadi awan, terkumpul menjadi awan, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.

Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan. Ia dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan rata, dan diukur kurang lebih 0.25mm.

Air hujan sering digambarkan sebagai berbentuk "lonjong", lebar di bawah dan menciut di atas, tetapi ini tidaklah tepat. Air hujan kecil hampir bulat. Air hujan yang besar menjadi semakin leper, seperti roti hamburger; air hujan yang lebih besar berbentuk payung terjun. Air hujan yang besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan yang lebih kecil.

Beberapa kebudayaan telah membentuk kebencian kepada hujan dan telah menciptakan pelbagai peralatan seperti payung dan baju hujan. Banyak orang juga lebih gemar tinggal di dalam rumah pada hari hujan.

Biasanya hujan memiliki kadar asam pH 6. Hujan di bawah pH 5.6, dianggap hujan asam.

Banyak orang menganggap bahwa bau yang dicium pada saat hujan dianggap wangi atau menyenangkan. Sumber dari bau ini adalah petrichor, minyak yang diproduksi oleh tumbuhan, kemudian diserap oleh batuan dan tanah, dan kemudian dilepas ke udara pada saat hujan.

Jenis-jenis hujan

Berdasarkan terjadinya, hujan dibedakan menjadi

Hujan siklonal
, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.

Hujan zenithal
, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.

Hujan orografis
, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.

Hujan frontal
, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.

Hujan muson
, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, secara teoritis hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus.


Hujan buatan

Sering kali kebutuhan air tidak dapat dipenuhi dari hujan alami. Maka orang menciptakan suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada awan. Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding).

assalaam_maghrib_pakarfisika
Pemandangan maghrib, dan hujan masih gerimis

Hujan buatan adalah usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan. Proses fisika yang dapat diubah meliputi proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescense), proses pembentukan es (ice nucleation). Jadi jelas bahwa hujan buatan sebenarnya tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Untuk menerapkan usaha hujan buatan diperlukan tersedianya awan yang mempunyai kandungan air yang cukup, sehingga dapat terjadi hujan yang sampai ke tanah. [ wikipedia ]
assalaam_isya_pakarfisika
Santriwati menuju sholat Isyaa, hujan pun masih rintik-rintik

June 5, 2007

Menangkap Kilat

Filed under: Fotografi

Saya mencoba menangkap kilat yang sedang menampakkan diri walau sangat singkat waktunya. Ide sederhana ini saya lakukan setelah Pak Toha MMC mengajak untuk mencoba menangkap objek astronomis menggunakan DSLR EOS series. Iseng sebelum menangkap planet, bintang ataupun galaksi, yang kebetulan agak sulit seiring cuaca yang kurang kondosif, maka justru ketika mendung dan berkali-kali muncul kilatan petir…saya coba untuk mengabadikannya. (Maaf Pak Toha belom sempat mainke Markas JAC).

Kilat yang bisa saya cepret…pendek2 tapi lumayan terlihat. Sebab melihat secara langsung pastilah mustahil kecuali sekedar cemerlangnya langit sejenak saat kilat menyambar.

Kilat atau Petir atau Gludug atau Halilintar..? menurut yang saya ketahui sejak saya kecil, 1) kilat itu cahayanya, 2) petir itu suaranya, 3) gludug itu nama lain jowonya petir, dan 4) halilintar itu kalau suaranya menakutkan. Semoga kalau pemahaman saya ini kurang pas dapat dimaafkan.

Sebelum bicara kilat ataupun petir atau geledek dan halilintar, mari kita simak beberapa ayat Allah berikut ini:

QS.13. Ar-Ra’d:
12. Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.

QS.24. An-Nuur:
43. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

QS.30. Ar-Ruum:
24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

KILAT adalah sebuah discharge elektrostatik alam yang kuat terjadi pada saat “thunderstorm”. Pelepasan muatan listrik yang tiba-tiba dibarengi dengan pemancaran cahaya tampak dan bentuk radiasi elektromagnetik lainnya. Arus listrik yang melalui saluran dischrage dengan cepat memanaskan dan mengembangkan udara menjadi sebuah plasma, menciptakan gelombang shock akustrik (geledek) di atmosfer.

Pada awal penyelidikan listrik melalui tabung Leyden dan peralatan lainnya, sejumlah orang (Dr. Wall, Gray, Abbé Nollet) mengusulkan ’spark’ skala kecil memiliki beberapa kemiripan dengan kilat.

Benjamin Franklin, yang juga menemukan lightning rod, berusaha mengetes teori ini dengan menggunakan sebuah tiang yang didirikan di Philadelphia. Selagi dia menunggu penyelesaian tiang tesebut. beberapa orang lainnya (Dalibard dan De Lors) melakukan di Marly di Perancis apa yang kemudian dikenal sebagai eksperimen Philadelphia yang Franklin usulkan di bukunya.

Franklin biasanya mendapatkan kredit untuk menjadi yang pertama mengusulkan eksperimen ini, karena dia tertarik dalam cuaca. (Dia mencipatakan ilmu meteorologi.)

Meskipun eksperimen dari masa Franklin menunjukkan bahwa kilat adalah sebuah discharge dari listrik statik, hanya ada sedikit peningkatan dalam teori ini selama lebih dari 150 tahun. Pendorong untuk riset baru berasal dari bidang teknik tenaga: jalur transmisi tenaga digunakan dan teknisi ingin mengetahui lebih banyak tentang kilat. Meskipun sebabnya diperdebatkan (dan masih berlanjut sampai sekarang), riset menghasilkan banyak informasi baru tentang fenomena kilat, terutama jumlah arus dan energi yang terdapat.

PETIR atau halilintar merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir adalah gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, di mana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage).

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Perlindungan terhadap Sambaran Petir
Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi diri danlingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.

Contoh penangkal petir adalah seperti gambar berikut:

Alat proteksi penangkal petir ini bernama “Prevectron 2 - INDELEC” diimpor dari negara Perancis yang dapat digunakan dengan cara ditempatkan di atas berbagai macam bangunan seperti pemancar, gedung bertingkat, rumah tinggal, rumah sakit, mal/rukan/ruko, dan lainnya. Alat ini selanjutnya dihubungkan dengan kawat konduktor yang ditancapkan ke dalam bumi sebagai ground, atau tempat kembalinya sang petir. Jadi sama dengan kita2, kalau udah saatnya…yaa akan dikembalikan ke bumi juga.

Download suara petir ~ 141 KB

May 19, 2007

Membidik Hewan

Filed under: Fotografi

Ketika hewan yang menjadi sasaran bidikan, maka saya sadar bahwa dunia ini begitu indah. Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.

–> Lalat di daun padi di pagi hari…

–> Semut ini bekerja sekuat tenaga demi mendapatkan setitik madu…buah blimbing.

–> Laba-laba kecil di daun pepaya ini tidak mau ketinggalan beraksi…sebelum lari, ketangkap kamera.

–> Katak ini masih terlalu kecil untuk mengarungi kehidupan…

–> Sirkus sangat jarang, bahkan belum pernah saya lihat melibatkan itik yang senang keseimbangan.

–> Semut ini pemalu, sehingga berjalan di bawah dahan saja.

–>Memotret Tupai..? Waduuuh…kalah duluan…!

Mengolah Cahaya

Filed under: Fotografi

Bismillahirrahmanirrahiim…

Berikut beberapa gambar hasil bidikan kamera SLR (Single Lens Reflector) Digital:

Foto di atas adalah lampu lilin di antara kepingan CD yang saya padu dengan lensa cembung.

Gambar lilin dengan cahaya yang dibiaskan, sehingga membentuk spektrum cahaya.

Gambar serupa pelangi yang bila dipadukan menjadi warna putih.

Pada saat yang tepat, cahaya bolam itu masih kita lihat.

Subhaanallah…

May 10, 2007

Cicak2 di dinding…

Filed under: Fotografi

Cecak atau cicak adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Cecak berwarna abu-abu, tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Cecak biasanya berukuran sekitar 10 centimeter. Cecak bersama dengan tokek dan sebangsanya tergolong ke dalam suku Gekkonidae.

Gambar di atas adalah ‘cecak khoshsh’… Saya katakan ‘khoshsh’ atau istimewa karena memiliki ekor bercabang dua. Siang itu saya memotretnya saat dia bergegas untuk menuruni pagar besi di sebelah barat pos satpam-barat PPMI Assalaam Solo Indonesia.

Diperkirakan kata ‘cecak’ berasal dari suara yang dibuat oleh hewan ini yaitu: “cak, cak, cak”. Dengan ini bisa dikatakan bahwa kata ini merupakan sebuah onomatope.

Jenis-jenis Cecak

Cecak ada banyak jenisnya. Di lingkungan rumah kita saja ada sekitar tiga jenis (spesies) yang sering ditemui. Yakni:
1. Cecak tembok (Latin Cosymbotus platyurus), yang kerap ditemui di tembok-tembok rumah dan sela-sela atap. Cecak ini bertubuh pipih lebar, berekor lebar dengan jumbai-jumbai halus di tepinya. Bila diamati di tangan, dari sisi bawah akan terlihat adanya lipatan kulit agak lebar di sisi perut dan di belakang kaki.

2. Cecak kayu (Hemidactylus frenatus), yang bertubuh lebih kurus. Ekornya bulat, dengan enam deret tonjolan kulit serupa duri, yang memanjang dari pangkal ke ujung ekor. Cecak kayu lebih menyukai tinggal di pohon-pohon di halaman rumah, atau di bagian rumah yang berkayu seperti di atap. Terkadang didapati bersama cecak tembok di dinding luar rumah dekat lampu, namun umumnya kalah bersaing dalam memperoleh makanan.

3. Cecak gula (Gehyra mutilata), bertubuh lebih kecil, dengan kepala membulat dan warna kulit transparan serupa daging. Cecak ini kerap ditemui di sekitar dapur, kamar mandi dan lemari makan, mencari butir-butir nasi atau gula yang menjadi kesukaannya. Sering pula ditemukan tenggelam di gelas kopi kita.

Perkecualian
Cecak terbang (Draco spp.) sebetulnya bukan ‘cecak’ (suku Gekkonidae) melainkan termasuk suku kadal agamid (Agamidae), seperti halnya bunglon.

Makanan dan habitat
Cecak biasa memakan serangga dan terutama nyamuk. Biasanya cecak hidup di dinding-dinding dan di atap rumah. Di alam cecak biasanya hidup pada tempat-tempat teduh.

Cecak dalam kepercayaan

Menurut orang Bali, cecak adalah manifestasi dari Dewi Saraswati, yaitu dewi yang melindungi bicara dan tulisan. Menurut beberapa umat Muslim, cecak-cecak harus diberantas. Konon pada waktu Nabi Muhammad SAW dikejar oleh kaum musyrikin Arab, dan bersembunyi di gua Tsur, tiba-tiba ada cecak memberitahu mereka dengan bunyinya bahwa ada orang di dalam gua. Untuk yang terakhir ini saya sama sekali belum konek, yaa..karena itulah ‘kepercayaan’…(gugon tuhon).

Tetapi yang jelas menurut jumhur mufassir hadits, justru Laba-laba yang memang diperintah Allah untuk membuat sarang di depan mulut gua Tsur. Dan karenanya Rosulullah SAW dan Abu Bakar Ash-shiddiq, selamat dari kejaran kaum musyrikin Arab.[+]






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |