Rukyah Hilal Muda DzulHijjah 1429 H
Tanggal 29 Bulan Dzul-Qo’dah 1429 H, secara hisab bertepatan dengan hari Kamis, tanggal 27 Nopember 2008. Pada hari dan tanggal ini para pelaku rukyah untuk menentukan awal bulan melakukan observasi atau rukyah untuk menyaksikan bentuk dan ‘keindahan’ rembulan pembuka atau rembulan awal bulan atau hilal muda bulan dzul hijjah 1429 H. Hilal muda, secara hisab belum bisa diamati pada Kamis 27 Nop dan baru ada peluang pada Jum’at 28 Nop 2008.
Alamat URL Live Rukyah di Pantai Parangkusumo oleh BHR DIY:
http://rukyatulhilal.org/live/
Di Jogja, Pak Toha dan rekan BHR DIY telah siap untuk rukyah, acara tentunya diawali dengan penjelasan seputar data bulan dan matahari sore itu, dan detik2 bulan terbenam segera terjadi tepat jam 17:24 Waktu Parangkusumo, sementara ketika itu matahari masih tambah di atas ufuk barat. Jadi hasilnya NEGATIF, alias Hilal tidak terlihat.
Di seluruh wilayah Indonesia pada hari pertama terjadinya Ijtimak (Kamis, 27 November 2008) posisi hilal masih di bawah ufuk antara -5° sampai -6° sehingga mustahil untuk menyaksikan hilal.
Sementara pada hari kedua Ijtimak (Jumat, 28 November 2008) posisi hilal di kawasan Indonesia antara 5° sampai 6° pun masih merupakan posisi yang sulit bagi hilal untuk dapat dilihat.
Di tempat lain yakni di Jawa Timur, Pak Ibnu Zahid Abdo el-Moeid melaporkan sebagai berikut:
Rukyat hilal hari ini, Kamis, 27 Nopember 2008 tidak berhasil melihat hilal
Markas rukyat : Gresik Condrodipo
Lintang : 7° 10′ 11.1" LS
Bujur : 112° 37′ 2.5" BT
Time zone : 7
Ketinggian : 120 Dr
Keadaan hilal berdasarkan hisab sebagai berikut :
Ijtimak akhir bulan DZUL QO’DAH 1429 H. terjadi pada hari Kamis Wage
Tgl. 27 Nopember 2008 M. Jam 23:56:19 WIB
Ghurub Matahari :17:33:29
Umur Hilal saat maghrib : -06:22:50 jam
Tinggi Hilal Haqiqi : -4° 14′ 20,46′’
Tinggi Hilal Mar’I : -5° 08′ 30,96′’
Azimut Hilal : 243° 51′ 40,20′’
Azimut Hilal dari barat : 26° 08′ 19,80" ke selatan
Azimut Matahari : 248° 25′ 54,13′’
Azimut Mthr dari barat : 21° 34′ 5,87" ke selatan
Jarak Hilal — Matahari : 4° 34′ 13,92′’
Posisi Hilal : Selatan Matahari
Keadaan horison saat maghrib relativ berkabut tetapi 2 menit sebelum sunset matahari terlihat sebentar,
kemudian menghilang.
Hilal sama sekali tidak terlihat.
Perukyat kurang lebih 30 person. 20 person dari LFNU Gresik sedangkan 8 person Balang Bendo Sidoarjo, 2 person hobbys.
Insya Alloh besok dan lusa (Jum’at dan Sabtu, 28-29 Nopember 2008) akan melakukan observasi lagi.
Dari hasil ini, maka dilakukan ISTIKMAL, yakni jumlah hari dalam bulan Dzul-Qo’dah digenapkan menjadi 30 hari. Jadi Jum’at 28 Nopember 2008 masih tanggal 30 Dzul-Qo’dah 1429 H.
Dengan demikian tanggal 1 Dzul Hijjah 1429 H akan jatuh pada Sabtu, 29 Nopember 2008.
1 Dzul Hijjah 1429 H = Sabtu, 29 Nopember 2008.
Analisis dan Prediksi 1 Dzul Hijjah 1429 H menurut beberapa kriteria :
1. Rukyatul Hilal NU (rukyat 27/11) –> Hilal negatif, maka Istikmal, sehingga:
1 Dzulhijjah = Sabtu, 29/11
9 Dzulhijjah = Ahad, 7/12 (Wukuf)
10 Dzulhijjah = Senin, 8/12 (Idul Adha)
2. MABIMS Pemerintah RI (rukyat 27/11) –> Hilal negatif –> Istikmal, sehingga:
1 Dzulhijjah = Sabtu, 29/11
9 Dzulhijjah = Ahad, 7/12 (Wukuf)
10 Dzulhijjah = Senin, 8/12 (Idul Adha)
3. Wujudul Hilal (Muhammadiyah) –> Hilal baru wujud pada Jumat, 28/11, maka:
1 Dzulhijjah = Sabtu, 29/11
9 Dzulhijjah = Ahad, 7/12 (Wukuf)
10 Dzulhijjah = Senin, 8/12 (Idul Adha)
4. Kalender Islam Global (Bizonal), Danjon Limit:
Region Timur –> Belum Terpenuhi, maka 1 Dzulhijjah = Sabtu, 29/11
Region Barat –> Belum Terpenuhi, maka 1 Dzulhijjah = Sabtu, 29/11
5. Kerajaan Arab Saudi:
Hari rukyat : Kamis, 27 November 2008 after sunset (berdasar Ummul Qura)
Kalender Ummul Qura’ –> 1 Dzulhijjah = Sabtu, 29/11
Ijtimak Qoblal Ghurub –> 1 Dzulhijjah = Sabtu, 29/11
sehingga:
9 Dzulhijjah = Ahad, 7/12 (Wukuf)
10 Dzulhijjah = Senin, 8/12 (Idul Adha)
Jika pada 27/11 ada KLAIM RUKYAT :
1 Dzulhijjah = Jumat, 28/11
9 Dzulhijjah = Sabtu, 6/12 (Wukuf)
10 Dzulhijjah = Ahad, 7/12 (Idul Adha)
Wallahu a’lamu…
Hari kedua, …









