Pakar : Berawal dari Niat

September 27, 2008

Prediksi Awal Syawwal 1429 H

Filed under: Astronomy, Kajian
Hilal 1 Syawwal
Hilal 1 Syawwal

Kita patut bersyukur karena bisa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1429 H, secara serempak. Ada sih yg beda, tetapi ini nyleneh saja. Nah, kapan kita bisa merayakan kemenangan atau sholat ‘Iedul Fitri..? Yang pasti adalah tgl 1 Syawwal 1429 H. Kapan 1 Syawwal 1429 H..? Hari apa..? Tanggal berapa Masehi…?

1. Menurut Tarekat Naqsabandiyah:

1 Syawwal 1429 H = 29 September 2008

Pimpinan kelompok Naqsabandiyah di kota Padang, dalam penentuan kalender hijriyah, menggunakan pedoman sendiri untuk menetapkan awal Ramadhan dan 1 Syawal. “Kami mengikuti yang diajarkan guru-guru dahulu yang sudah mempunyai perhitungan,” kata Safri kepada tim bimasislam yang didampingi aparat Kanwil Depag Provinsi, Kandepag Kota Padang, dan KUA Kec. Pauh.

mBah Safri dan Jama'ahnya
mBah Safri dan Jama’ahnya

Menurut Safri, penetapan awal Ramadhan yang dia putuskan berdasarkan perhitungan dari sebuah almanak yang disalin dari kitab milik guru tarekat Naqshabandi Syekh H. Abdul Munir. “Almanak itu telah saya salin,” katanya seraya menunjukkan salinan almanak yang ditulis tangan pada dibalik kertas karton  kalender masehi. Taqlid utuh kepada  guru-guru mereka dalam hal berpuasa, danggapnya sudah sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. "……………… kama kutiba alllazina min qoblikum.….", kata terakhir itu diterjemahkan sebagai guru mereka.

Salinan itu ditulis dengan huruf arab melayu (pegon) sebagai almanak untuk mencari awal bulan Arab termasuk bulan Ramadhan. Disebutkan bahwa almanak ini disebutnya sebagai bilangan taqwim. Beberapa huruf pada nama hari digabungkan sedemikan rupa sehingga membentuk bulan, begitu pula nama huruf pada bulan maka himpunannya menadi tahun. Begitulah seterusnya penghisaban bilangan angka itu sampai hari kiamat.

“Jadi menurut almanak ini, jika awal puasa tahun lalu hari Selasa, maka pada tahun ini hari Sabtu, dan pada tahun depan hari Kamis,” ujarnya. Adapun hari raya Idul Fitri 1429 H, menurut Safri, akan jatuh pada hari : Senin, 29 September 2008. “Kami puasa selama 30 hari,” ujarnya lagi.

reff: BimasIslam Depag

2. Kriteria Hisab / Perhitungan

Menurut Muhammadiyah dan kalangan yang menganut kriteri Hisab atau Model Menghitung (Astronomi), maka:

1 Syawwal 1429 H = 1 Oktober 2008

Kalangan Ahli Hisab telah menyepakati, bahwa posisi Bulan Muda penentu Awal Bulan Syawwal 1429 H, pada Senin tanggal 29 Ramadhan 1429 H adalah Negatif atau Hilal masih di bawah Ufuk Barat di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kondisi seperti ini, maka TIDAK MUNGKIN Selasa, 30 September 2008 masuk bulan Syawwal.

Visibilitas Hilal pada 29 Ramadhan 1429 H
Visibilitas Hilal pada 29 Ramadhan 1429 H

Pada Selasa, 30 September 2008, posisi Hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk barat alias Hilal positif. Maka hari Rabu, 1 Oktober 2008 adalah masuk 1 Syawwal 1429 H.

3. Kriteria Rukyah Hilal / Melihat Hilal

Menurut Pemerintah, NU, dan kalangan yang menganut kriteri Rukyah Hilal atau Model Melihat Blan Muda, maka:

1 Syawwal 1429 H = 1 Oktober 2008

Kalangan Ahli Rukyah hilal telah menyepakati, bahwa posisi Bulan Muda penentu Awal Bulan Syawwal 1429 H, pada Senin tanggal 29 Ramadhan 1429 H adalah Negatif atau Hilal masih di bawah Ufuk Barat di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kondisi seperti ini, maka HARUS ISTIKMAL alias jumlah hari di Bulan Ramadhan 1429 H diGENAPkan menjadi 30 hari. Jadi Selasa, 30 September 2008 masih bulan Ramadhan 1429 H.

Visibilitas Hilal pada 29 Ramadhan 1429 H

Visibiltas Hilal pada 29 Ramadhan 1429 H

Pada Selasa, 30 September 2008, posisi Hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk barat alias Hilal positif. Maka hari Rabu, 1 Oktober 2008 adalah masuk 1 Syawwal 1429 H.

Visibiltas Hilal pada 30 Ramadhan 1429 H
Visibiltas Hilal pada 30 Ramadhan 1429 H

4. Kriteria Mengikuti Arab Saudi

Kriteria ini pada dasarnya sama dengan no 3 di atas. Akan tetapi, bila Pemerintah Arab Saudi pada Senin, 29 September 2008 menyatakan hilal di Arab Saudi terlihat, maka:

1 Syawwal 1429 H = 30 September 2008

Tetapi, bila Pemerintah Arab Saudi juga konsisten dengan realita alias tidak melakukan KLAIM Rukyah Hilal = mengaku2 melihat meski secara teori mustahil, maka:

1 Syawwal 1429 H = 1 Oktober 2008

~~~~~

Secara pribadi, saya optimis Ummat Islam Indonesia akan kompak (kecuali yg nyleneh tadi) dalam memasuki 1 Syawwal 1429 H nanti. Saya hanya bisa berdo’a….dan ngaturaken Sugeng Riyadin…

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://pakar.blogsome.com/2008/09/27/prediksi-awal-syawwal-1429-h/trackback/

  1. Rubrik yg bagus

    Comment by Doni — September 29, 2008 @ 3:53 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |