Apa ya… software Astronomi yang paling OK?
Sebagai orang yang punya hobi melihat2 bintang dan benda2 lainnya di angkasa, maka hadirnya software astronomi merupakan sebuah kebahagian. Bahagia karena ketika hobi tidak bisa tersalurkan, apalagi musim hujan kayak gini… kondisi langit kurang (maaf) bersahabat - kata orang2; maka peluang melongok langit tetap bisa kita lakukan kendati hujan sangat deras bahkan dicampur angin sekalipun.
Dalam milis Astronomi Indonesia, tema software astronomi ini sempat mencuat belakangan ini dan, ratingnya cukup tinggi.
Kurang lebih berikut diskusi maya di milis Astronomi Indonesia, perihal software astronomi:

Re: [astronomi_indonesia] Software Astronomi Paling OK
ga bisa terlalu disalahkan jg sih secara emang Jakarta posisinya agak nanggung, jadi mgkin mereka berasumsi beda waktunya 7,5 jam. mgkin mereka nyangka
Indonesia mirip India (kalo ga salah India yah yg pake beda waktu 1/2 jam?)
—– Original Message —-
From: Ichwan Depok <ichwandepok@…>
To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 1, 2007 5:01:26 PM
Subject: Re: [astronomi_indonesia] Software Astronomi Paling OK
Ternyata betul, untuk Jakarta ternyata default dari
Skymap-nya diset 450 menit dari GMT.
Setelah saya rubah jadi 420 menit hasilnya sudah oke.
rgrds.
–ternyata tim database skymap kurang gaul ya–
— Adi Nugroho <steveadinegoro@…> wrote:
> kemungkinannya adalah sbb:
> - SkyMap itu mesti bener2 set manual semuanya, nah
> beda waktu sama GMTnya mgkin diset 7,5 jam (450
> menit) harusnya kan 7 jam (420 menit) atau malah
> sebaliknya CyberMap yg salah set waktu (belum pernah
> pake soale jd ga bisa komentar)
>
>
> -adi-
>
>
> —– Original Message —-
> From: Ichwan Depok <ichwandepok@…>
> To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, October 31, 2007 3:44:25 PM
> Subject: Re: [astronomi_indonesia] Software
> Astronomi Paling OK
>
> Mumpung lagi bicara Skymap, sekalian mau tanya nih.
> Saya pake skymap kok waktunya gak akurat ya. Sebagai
> contoh, untuk lokasi Jakarta tanggal 31 Okt 2007,
> data
> Skymap menunjukkan matahari terbit jam 5.57 dan
> terbenam jam 18.16.
> Sementara data Cybermap menunjukkan matahari terbit
> jam 5.27 dan terbenam jam 17.46.
> Ada yg tau penyebabnya kenapa ?
>
> rgrds.
>
>
>
>
> — Tri Laksmana <trilaksmana@…> wrote:
>
> > Stellarium memang oke untuk tampilannya. KStar
> belum
> > pernah mencoba. Dulu
> > banget saya sering pakai Skymap
> > (http://www.skymap.com/) karena enteng.
> > Tampilannya sih memang biasa2 saja, malah rada2
> > membosankan. Tapi kelebihan
> > skymap adalah kemampuannya untuk meng-generate
> > ephemeris alias koordinat
> > gerak benda langit dari waktu ke waktu. Cukup
> akurat
> > dan bersaing dengan
> > yang diterbitkan di Astronomical Almanac. Dulu
> > koordinatnya sering saya
> > pakai untuk bikin tugas kuliah, hehehehe… (atau
> > buat bikin jadwal
> > pengamatan dan ngeliat kapan sunset dan sunrise,
> > moonset dan moonrise)
> >
> > salam,
> >
> > -tri-
Demikian sebagian dari diskusi seputar software astronomi, yang obrolan ini semula diawali oleh Mas Yanu Widodo pada 22 Okt 2007:
Terlepas dari diskusi temen2 di milis Astronomi Indonesia, saya punya koleksi yang sangat saya "syukuri", karena software ini memiliki kemampuan luar biasa. Saya terus mengagumi setiap membukanya.
Software ini sudah umum dirilis oleh temen di RHI atau komunitas Astronomi lainnya, yakni Starrynight. Semula saya dikasih senior saya Pak Toha MMC, akhirnya saya dikirimi temen versi terbaru. Memang ada software astronomi yang lain dan beragam kemampuannya. Bagi yang berminat beberapa dapat di baca [di link ini].