Pakar : Berawal dari Niat

November 16, 2007

Setahun M = 3 tahun H

Filed under: Astronomy, Islam

Kalau kita jeli, terutama saat mengamati kalender yang akan datang yakni tahun 2008 masehi, maka kita akan mendapati sesuatu yang unik. Kita lihat bulan Januari 2008, pada tanggal 1-9 Januari 2008 masih masuk bulan Dzul Hijjah tahun 1428 hijriyah. Selanjutnya pada tanggal 10 Januari 2008 M adalah tanggal 1 Muharram 1429 H. Kebetulan tapi ini pasti sudah Taqdir Ilaahi, bahwa secara Hisab dan Rukyah, pergantian tahun ini tidak akan mengalami perbedaan. Kalau tetap beda ya…saya nggak bisa mbayangin, masak tahun baru ada empat kali…he he. Kok bisa tahu kalau akan serempak dan tidak ada selisih..? 1. Secara umum, kalau bulan selain Ramadhan dan Syawwal serta Dzul Hijjah, 

tidak ada aktifitas ibadah mahdloh yang memerlukan metode Rukyah maupun Hisab dalam penentuan awal bulan. 2. Dari perhitungan, didapatkan bahwa altitude/irtifaa’/ketinggian Hilal pada hari pertama Rukyah/Hisab yakni tanggal 29 bulan Dzul Hijjah masih negatif. Jadi yaa .. versi Hisab belum masuk tahun baru, sedang versi Rukyahistikmal untuk masuh tahun baru. (more…)

November 13, 2007

Masjid Assalaam di GE

Filed under: Software, Fotografi

Setelah menunggu sekian lama entah berapa hari…yang jelas lebih dari sepekan bahkan sebulan kali. Akhirnya pada Ahad (10/11) dini hari sekitar jam 00.30 saya mencoba membuka Google Earth, lalu saya zoom Surakarta, tujuan adalah PPMI Assalaam.

panoramio_masjid_assalaam_pakarfisika_bs.jpg

Saya cukup gembira dan sangat senang, karena foto yang dulu saya upload ke GE via Panoramio telah berhasil saya lihat. Dan beikut foto Masjid PPMI Assalaam dengan latar santriwati pulang dari sholat di atas…

Saya juga melakukan uploading foto disebelahnya, yang juga udah nongol. Foto yang satu ini cukup unik, karena menggambarkan visual nyata dari hobi anak TK kalau menggambar pemandangan: yakni 2 buah gunung lalu ada matahari di tengah2nya. Kalau punya GE coba buktikan sendiri…

Software Astronomi

Filed under: Astronomy, Software

Apa ya… software Astronomi yang paling OK?

Sebagai orang yang punya hobi melihat2 bintang dan benda2 lainnya di angkasa, maka hadirnya software astronomi merupakan sebuah kebahagian. Bahagia karena ketika hobi tidak bisa tersalurkan, apalagi musim hujan kayak gini… kondisi langit kurang (maaf) bersahabat - kata orang2; maka peluang melongok langit tetap bisa kita lakukan kendati hujan sangat deras bahkan dicampur angin sekalipun.

Dalam milis Astronomi Indonesia, tema software astronomi ini sempat mencuat belakangan ini dan, ratingnya cukup tinggi.

Kurang lebih berikut diskusi maya di milis Astronomi Indonesia, perihal software astronomi:

More...

Re: [astronomi_indonesia] Software Astronomi Paling OK
ga bisa terlalu disalahkan jg sih secara emang Jakarta posisinya agak nanggung, jadi mgkin mereka berasumsi beda waktunya 7,5 jam. mgkin mereka nyangka

Indonesia mirip India (kalo ga salah India yah yg pake beda waktu 1/2 jam?)
—– Original Message —-
From: Ichwan Depok <ichwandepok@…>
To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 1, 2007 5:01:26 PM
Subject: Re: [astronomi_indonesia] Software Astronomi Paling OK

Ternyata betul, untuk Jakarta ternyata default dari
Skymap-nya diset 450 menit dari GMT.
Setelah saya rubah jadi 420 menit hasilnya sudah oke.
:)

rgrds.
–ternyata tim database skymap kurang gaul ya–

— Adi Nugroho <steveadinegoro@…> wrote:

> kemungkinannya adalah sbb:
> - SkyMap itu mesti bener2 set manual semuanya, nah
> beda waktu sama GMTnya mgkin diset 7,5 jam (450
> menit) harusnya kan 7 jam (420 menit) atau malah
> sebaliknya CyberMap yg salah set waktu (belum pernah
> pake soale jd ga bisa komentar)
>
>
> -adi-
>
>
> —– Original Message —-
> From: Ichwan Depok <ichwandepok@…>
> To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, October 31, 2007 3:44:25 PM
> Subject: Re: [astronomi_indonesia] Software
> Astronomi Paling OK
>
> Mumpung lagi bicara Skymap, sekalian mau tanya nih.
> Saya pake skymap kok waktunya gak akurat ya. Sebagai
> contoh, untuk lokasi Jakarta tanggal 31 Okt 2007,
> data
> Skymap menunjukkan matahari terbit jam 5.57 dan
> terbenam jam 18.16.
> Sementara data Cybermap menunjukkan matahari terbit
> jam 5.27 dan terbenam jam 17.46.
> Ada yg tau penyebabnya kenapa ?
>
> rgrds.
>
>
>
>
> — Tri Laksmana <trilaksmana@…> wrote:
>
> > Stellarium memang oke untuk tampilannya. KStar
> belum
> > pernah mencoba. Dulu
> > banget saya sering pakai Skymap
> > (http://www.skymap.com/) karena enteng.
> > Tampilannya sih memang biasa2 saja, malah rada2
> > membosankan. Tapi kelebihan
> > skymap adalah kemampuannya untuk meng-generate
> > ephemeris alias koordinat
> > gerak benda langit dari waktu ke waktu. Cukup
> akurat
> > dan bersaing dengan
> > yang diterbitkan di Astronomical Almanac. Dulu
> > koordinatnya sering saya
> > pakai untuk bikin tugas kuliah, hehehehe… (atau
> > buat bikin jadwal
> > pengamatan dan ngeliat kapan sunset dan sunrise,
> > moonset dan moonrise)
> >
> > salam,
> >
> > -tri-

Demikian sebagian dari diskusi seputar software astronomi, yang obrolan ini semula diawali oleh Mas Yanu Widodo pada 22 Okt 2007:

  3124

<!– document.writeln("Software Astronomi Paling OK"); // –>Software Astronomi Paling OK
Dear rekan, PC saya pentium 3, 512. OS-nya linux ubuntu feisty. 3 atau 4 hari yg lalu, dengan apt-get, saya iseng2 install KStar. Lumayan ringan. Aplikasi yg…

Yanu Widodo
cakwid99
Offline Send Email Invite to Yahoo! 360°
Oct 22, 2007
6:01 am

Terlepas dari diskusi temen2 di milis Astronomi Indonesia, saya punya koleksi yang sangat saya "syukuri", karena software ini memiliki kemampuan luar biasa. Saya terus mengagumi setiap membukanya.

Software ini sudah umum dirilis oleh temen di RHI atau komunitas Astronomi lainnya, yakni Starrynight. Semula saya dikasih senior saya Pak Toha MMC, akhirnya saya dikirimi temen versi terbaru. Memang ada software astronomi yang lain dan beragam kemampuannya. Bagi yang berminat beberapa dapat di baca [di link ini].

November 3, 2007

Musim Hujan tiba

Filed under: Fotografi
Selepas sholat Ashar, Kamis 1 Nopemebr 2007. Pemandangan santriwati sedang pulang dari Masjid, dengan background awan mendung menyelimuti pertanda hujan segera turun.

Hujan benar2 mengguyur area PPMI Assalaam sekitar setengah jam kemudian. Agenda santri hari ini masih belum aktif semua kegiatan ekstra, karena pembukaan kegiatan ekstra akan dilaksanakan Kamis (1/11) malam nanti.

assalaam_ashar_pakarfisika
Santriwati pulang dari sholat ashar

Hujan

Hujan merupakan satu bentuk presipitasi, atau turunan cairan dari angkasa, seperti salju, hujan es, embun dan kabut. Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi, sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering, sejenis presipitasi yang dikenali sebagai virga.

Hujan memainkan peranan penting dalam kitaran hydrologik di mana kelembaban dari laut menguap, bertukar menjadi awan, terkumpul menjadi awan, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.

Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan. Ia dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan rata, dan diukur kurang lebih 0.25mm.

Air hujan sering digambarkan sebagai berbentuk "lonjong", lebar di bawah dan menciut di atas, tetapi ini tidaklah tepat. Air hujan kecil hampir bulat. Air hujan yang besar menjadi semakin leper, seperti roti hamburger; air hujan yang lebih besar berbentuk payung terjun. Air hujan yang besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan yang lebih kecil.

Beberapa kebudayaan telah membentuk kebencian kepada hujan dan telah menciptakan pelbagai peralatan seperti payung dan baju hujan. Banyak orang juga lebih gemar tinggal di dalam rumah pada hari hujan.

Biasanya hujan memiliki kadar asam pH 6. Hujan di bawah pH 5.6, dianggap hujan asam.

Banyak orang menganggap bahwa bau yang dicium pada saat hujan dianggap wangi atau menyenangkan. Sumber dari bau ini adalah petrichor, minyak yang diproduksi oleh tumbuhan, kemudian diserap oleh batuan dan tanah, dan kemudian dilepas ke udara pada saat hujan.

Jenis-jenis hujan

Berdasarkan terjadinya, hujan dibedakan menjadi

Hujan siklonal
, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.

Hujan zenithal
, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.

Hujan orografis
, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.

Hujan frontal
, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.

Hujan muson
, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, secara teoritis hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus.


Hujan buatan

Sering kali kebutuhan air tidak dapat dipenuhi dari hujan alami. Maka orang menciptakan suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada awan. Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding).

assalaam_maghrib_pakarfisika
Pemandangan maghrib, dan hujan masih gerimis

Hujan buatan adalah usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan. Proses fisika yang dapat diubah meliputi proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescense), proses pembentukan es (ice nucleation). Jadi jelas bahwa hujan buatan sebenarnya tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Untuk menerapkan usaha hujan buatan diperlukan tersedianya awan yang mempunyai kandungan air yang cukup, sehingga dapat terjadi hujan yang sampai ke tanah. [ wikipedia ]
assalaam_isya_pakarfisika
Santriwati menuju sholat Isyaa, hujan pun masih rintik-rintik






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |