Pakar : Berawal dari Niat

September 18, 2007

Menentukan Awal-Akhir Ramadhan

Filed under: Astronomy, Kajian

Dari Pengajian Malam Rabu di PPMI Assalaam, KH. M. Chozin Shiddiq, menjelaskan cara menentukan awal dan akhir Ramadhan berdasarkan dalil Qur’an dan Sunnah. Berikut petikan materi pengajian beliau…

1.      Telah menjadi keyakinan kita bahwa agama Islam sudah sempurna, Muhammad Rosulullah SAW telah menyampaikan seluruh Risalah Allah SWT, hal ini telah disaksikan oleh para sahabat, serta generasi yang datang berikutnya. Kewajiban kita umat Islam menerima seluruh ajaran Islam tersebut secara utuh dan konsekuen, artinya tidak perlu ditambah, dikurangi, serta dilarang mengikuti subul (jalan-jalan) selain yang telah digariskan oleh beliau, karena pasti akan menyebabkan perselisihan dan perpecahan. (Qs: 59. 7) (Qs. 6 : 153)

2.      Dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan Rosul SAW dengan tegas dan jelas memberikan pelajaran kepada kita umat Islam secara mudah dapat dikerjakan oleh semua orang, inilah ciri khas ajaran Islam, hal ini telah diamalkan/dipraktekkan Rosulullah SAW, para Sahabat, Tabi’in, Tabi’it –Tabi’in, sampai pada para Imam yang empat  serta para salafus sholih  dan ulama-ulama yang benar benar konsekwen mengikuti sunah Rosulullah SAW. Yaitu bahwa awal dan akhir  Ramadhan ditentukan oleh “RU’YATUL HILAL”  tidak dengan cara-cara lain hasil dari rekayasa manusia. Hilal dianggap sebagai pertanda awal bulan jika telah terlihat dan diberitahukan kepada pihak lain, bukan dalam hitungan (hisab).

3.      Marilah kita perhatikan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadist shohih berikut yang menunjukkan penentuan awal dan akhir Ramadhan dengan cara “Ru’yah”  seperti yang dicontohkan Rosulullah SAW :

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit (hilal). Katakanlah: “Bulan sabit (hilal) itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji…… (QS. 2 : 189)

Maka barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa…. (QS : 2 : 185)

Sesungguhnya bilangan bulan (Qamariyah) pada sisi Allah adalah dua belas bulan, …. (QS. 2 : 36)

Diriwayatkan dari Abdullah Bin Umar, RA beliau berkata :  “ Aku mendengar Rosulullah SAW bersabda : “ jika kalian melihatnya (Hilal Ramadhan) maka berpuasalah. Dan jika kalian telah melihatnya (hilal syawal)  maka berbukalah namun jika kalian terhalang melihatnya (mendung dll) maka tentukanlah bulan tersebut” (Mutafaq ’alaih).-         

Dan dalam Riwayat Muslim : “ …namun jika kalian terhalang melihatnya, maka tentukanlah bulanya 30 hari”.-         

Dan juga menurut muslim, dari hadist Abu Hurairah RA “ …… maka berpuasalah kalian 30 hari “-         

Dalam redaksi lain “  ……. maka genapkanlah bilangan (harinya).”-         

Dalam lafadz Lain , “ …… maka hitunglah menjadi 30 hari …“. -         

Dan dalam Riwayat Bukhary, : .. maka sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari … “ -         

Dan juga menurut Riwayat al-Bukhary, dari hadist Abu Hurairah Ra, “ …maka genapkanlah bulan Sya’ban menjadi 30 hari.”(Shahih Muslim, II/122/124) (Shahih Bukhori, II/229/249)-         

Dan masih banyak lagi hadist-hadist senada dalam Kitab-kitab Sunan (Kutubus Sittah)

4.      Memang ada cara lain dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan yaitu dengan “HISAB” dengan perhitungan astronomi. Namun kalau diperhatikan benar-benar alasan/dalil yang dijadikan landasan kurang pas. Disamping itu jelas menyalahi sunnah Rosulullah SAW.     

Diantara dalil yang djadikan rujukan antara lain :

a). Q.S. Yunus : 5…Ayat ini sama sekali tidak menunjukan  tentang bulan Ramadhan, tetapi  menjelaskan fungsi manzilah-manzilah bulan dalam mengetahui hitungan tahun dan perhitungan waktu.

b. Juga QS ; Al Isro’ : 12.   Ayat ini pun tidak  ada kaitannya dengan Ramadhan, sifatnya umum.      

c. Juga  Hadist : “… وَاقْدُرُوْا لَهُ … “Bukan menunjukkan cara hisab, tetapi hadist ini telah dijelaskan sendiri oleh Rosulullah SAW dalam hadist berikutnya (seperti yang ditulis hadist diatas).

d)   Ada lagi alasan bahwa umat Islam saat itu “Ummi” tidak bisa  baca tulis. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan Ramadhan, atau bahkan “Hisab” Mafhum mukholafah tidak bisa dijadikan Illah dalam penentuan hukum.

e) Alasan-alasan lain juga sama sekali tidak menunjukkan secara tegas, “ Hisab” untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan.

Belum lagi hisab aliran mana yang harus dipakai, karena di Indonesia saja ada berbagai aliran hisab yang masing-masing hasil perhitungannya bisa berbeda-beda, karena kitab rujukannya berbeda-beda. Ada ± 15 Macam kitab ilmu hisab sebagai rujukan dengan berbagai macam aliran, yaitu antar lain :

1).      ALiran Hisab ”Taghribi” dengan kitab-kitabnya antara lain :
o        Sullamun Nayyiraini
o        Tadzkiratul Ikhwan
o        Fathur Rauf  Fil Manan
o        Risalatul Qomaroini

2).      Aliran Hisab Tahqiqy, dengan kitab-kitabnya antara lain :
o        Manahiyul  Nataijul Aqwal
o        Khulashah Wafiyah
o        Badi’atul Misal

3).      Aliran Kontemporer dari kitabnya :
o        New Comb
o        Jean Meuus
o        Ephemeris

4).      Al Manak Menara Kudus- KH. Tajus Syaraf

5).      Team Lajnah Falaqiyah PBNU

6).      Team Hisab Majlis Tarjih Muhammadiyah

7).      Almanak Taqwim Pendidikan Agama

8).      Hisab dari Pondok Pesantren Salafiyah- Seperti : PP. Jampes, PP Lirboyo, dll.

 

5.   Ilmu Hisab bisa dipakai sebagai pendukung Ru’yah, membantu menentukan “Hilal” bukan sebagai penentu awal dan akhir Ramadhan, jika dijadikan penentu, berarti mengganti kedudukan Ru’yah. Hal ini sama dengan mengganti ketentuan Syar’i yang telah ditetapkan oleh Baginda Rosulullah SAW. (Na’udzubillah)

Dapat Diruju’ :

Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah
Fatawa Lajnah ad-Da’imah Lil Buhuts alIlmiyah wal Iftaa’, Ahmad bin Abd. Razaq ad-Dawaisy.
Kutubus Sittah.
Tafsir : As-Sa’idi, Ibnu Katsir, At Thabari, Depag.

Berikut koleksi Hilal Ramadhan 1428 H

1. Hilal tgl 1 Ramadhan 1428 H:

Hilal tgl 1 Ramadhan 1428 H (Pak AR)

2. Hilal tgl 2 Ramadhan 1428 H:

Hilal 2 Ramadhan 1428 H (Pak AR)

3. Hilal tgl 3 Ramadhan 1428 H:

Hilal 3 Ramadhan 1428 h (Pak AR)

4. Hilal tgl 4 Ramadhan 1428 H:

Hilal 4 Ramadhan 1428 h (Pak AR)

Sekali lagi, Rukyah tanpa panduan Hisab akan salah arah dan salah lihat serta salah kaprah…

Sebaliknya Hisab tanpa dibuktikan dengan Rukyah (bulan ramadhan dan syawwal dan dzul hijjah), menyalahi ajaran Rasul dalam menjalankan perintah agama.

Terlepas kalau Hisab untuk kepentingan pengetahuan semata yang tidak ada dampak ke persoalan ubudiyyah, monggo kerso…. Kata Rasul,"Antum a’lamu bi umuuri dunyaakum".

Wa Allahu a’lamu…[]

 

 

September 12, 2007

Awal Ramadhan yg Sama

Filed under: Astronomy, Islam

Saya sangat bangga bila kondisi ummat Islam Indonesia seperti tahun 1428 H ini, minimal daripada tahun2 sebelumnya. Walaupun ini baru ramadhan, karena saya berpikiran entar Idul Fitri bakalan beda suasananya dengan ramadhan ini. Tetapi semuanya hanya ALLAH SWT yang Maha Tahu.

Pekan ini, saya berusaha mengamalkan sunnah Rasul yakni Rukyah Hilal memasuki bulan suci Ramadhan 1428 Hijriyah. Rukyah Hilal saya lakukan tiga kali, mengingat hasil perhitungan hisab menyatakan bahwa Hilal awal Ramadhan negatif di seluruh wilayah Indonesia.

Pertama:

Saya melakukan Rukyah Hilal untuk menentukan akhir Sya’ban 1428 H. Hilal ini biasa disebut Hilal Tua (Old Crescent), yang berdasar kriteria Odeh, pengamatan dilakukan paling mungkin untyk wilayah Indonesia adalah pada Senin 10 September 2007 selepas Shubuh.

Hasil dari observasi saya, ternyata Hilal Tua Syaban 1428 H terlihat sangat jelas seperti yang digambarkan pada Accurate Times nya Pak Muh. Odeh dari Jordania.

Gambar di atas adalah penampakan dari Hilal Tua untuk bulan Sya’ban tahun 1428 Hijriyah yang saya lihat lewat atas lantai 3 Asrama Kapatra II PPMI Assalaam, sekitar jam 5 pagi lebih 20 menit.

Ketinggian Hilal Tua ini sekitar 9 derajat di atas ufuk timur. Dari ketinggian ini memang sangat mudah melihat hilal. Hilal ini akan menghilang dan sulit terlihat sekitar 05.25 dengan mata telanjang.

Kedua:

Saya melakukan rukyah hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1428 H, yang saya lakukan pada tgl 29 Sya’ban 1428 H bertepatan dengan tgl 11 Sept. 2007. Acara ini berlangsung di lantai tertinggi (plataran) Plaza Saphir Square Yogyakarta. Di sana saya mengajak para ustadz saya di PPMI Assalaam agar beliau2 mengenal bagaimana melihat hilal langsung dan bersama para tokoh di Yogyakarta.

Walau secara hisab, hilal muda kali ini mustahil dilihat karena bulan terbenam duluan ketimbang matahari, tetapi agenda ini tetap dilakukan karena sunnah melihat HILAL MUDA penentuan awal bulan Ramadhan adalah tgl 29 Sya’ban. Kalau hari ini Hilal Muda negatif alias tidak kelihatan oleh sebab apapun termasuk di dalamnya secara hisab hilal negatif; maka PASTI besok masih hari di bulan Sya’ban. Inilah Istikmal, yakni jumlah hari di bulan Sya’ban dijadikan/digenapkan menjadi 29 + 1 = 30 hari.

Istikmal hanya sekali, artinya tidak ada istikmal kedua, karena kalau ada maka akan menjadi 30 + 1 = 31, padahal TIDAK ADA dalam Islam jumlah hari = 31. Maka pada tgl 30 Sya’ban yang bertepatan tgl 12 Sept. 2007 adalah hari terakhir di bulan Sya’ban 1428 H. Hari berikutnya sudah masuk bulan Ramadhan 1428 H.

Gambar di atas, saya (di ujung tulisan ‘Hilal‘) bersama rekan2 dari Jogja Astro Club (berompi no 2 dari kanan) dan nampak Pak Sofyan Jannah Dosen Falak UII Yogyakarta di tengah berpeci dan berbatik.emoticon

Ketiga:

Saya melakukan rukyah hilal di hari berikutnya yakni Rabu 12 Sept. 2007 bersama satu mobil Prona dari PPMI Assalaam sekitar jam 14.30 WIB. Al hamdulillah tiba di lokasi yakni bukit Syaikh Bela-Belu, pantai Parangkusumo, sekitar jam 17:15, dan bisa persiapan untuk segera melihat hilal. Di sana telah berkumpul rekan2 dari UII, UIN Jogja dan JAC sendiri.

Sekitar jam 17:34 matahari terbenam, dan proses observasi pun dilakukan seluruh peserta. Ada yang udah biasa (sedikit) dan ada yang belum biasa alias baru pertama ikut melihat hilal (hampir semuannya).

Ternyata HILAL MUDA 1 Ramadhan 1428 hijriyah memang tidak mudah untuk dilihat. Sangat sulit karena kondisi langit di ufuk barat tempat posisi bulan muda itu berada adalah sedang berawan. Cuaca yang merah dan campur beberapa bagian awan berwarna hitam membuat pemburuan menjadi suanguaat sulit. Semua mata melotot….eh gak kena juga….

Pak Toha bilang, "Kelihatan nih…". Suasana pun jadi tambah tegang. Saya pun ikut tegang, tak jawil lah pak Toha..’Apa benar nt melihat..?’. katanya benar. Maka kamrea pun berulang kali tak arahkan dan berulang kali pula aku ceprat-cepret….

Saya mencoba melihatnya di layar kamera, setelah proses zooming, ternyata gak kelihatan juga…Masya Allah sulit benar Hilal Muda tgl 1 Ramadhan 1428 H ini….

Detik2 menjelang SunSet. Jangan coba2 mencari dan melihat Hilal saat ini!

Dan SunSet pun tiba….dimana HILAL MUDA 1 Ramadhan 1428 H itu yaa?

Pak Darmo (bertopi dan kaos biru), sopir mobil PPMI Assalaam pun penasaran..(mlongo emoticon)..

Terakhir saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh pembaca blog sederhan ini…

Allohumma Baarik Lanaa Fii Sya’baana wa Ballighnaa Ramadhaana…. amien 19x. []

September 5, 2007

Al-Qur’an “YM” Robot

Filed under: Software, Kajian

Siang ini, Rabu (5/9) saya ngobrol sama seorang teman di Malang. Solo-Malang secara geografis cukup jauh, namun bila lihat di monitor kok serasa tidak ada jarak. Pak Novel namanya. Dari Pak Novel, saya kenal satu id di YM. Maka langsung saya Add ke YM saya karena kebetulan saya online. Setelah Add ke YM dan pasti ada id tadi itu, lalau saya lihat ternyata id baru ini tampak Available.

ID YM terebut bernama quran.noor.

Berikut obrolan saya perta kepada quran.noor.

Saya pertama2 langsung menulis kata "assalaamu’alaikum", dan tanpa menunggu, langsung quran.noor menjawab sangat lengkap. Dia langsung menjawab denganmemulai menulis ‘basmalah‘. Dan dia tahu kalau saya baru mengenal nya. Maka saya disarankan untuk meminta pertolongan atau HELP. Maka saya langsung bertanya lewat kata Help, eh ternyata pertolongannya otomatis muncul. Bahkan tidak sekedar qur’an yang dikuasai terjemahnya namun juga terjemah Hadits2 ternama. Dah pokoknya tinggal tulis, dan akan muncul jawaban sesuai yang kita inginkan. Selanjutnya ID ini tahu juga ketika YM kita sedang idle. Dia mengomentari berapa lama saya meninggalkan internet. Kalau pertanyaan salah, maka akan dibenarkan dengan memberikan solusi alternatif dari maksud kita bertanya. Terakhir, saya berterima kasih, dan jawaban dia ternyata sangat tepat.

Dan selengkapnya dapat dilihat di arsip pertama saya ngobrol dengan Kyai quran.noor, berikut ini:

===================================

AR: assalaamu’alaikum..?

quran.noor
:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ

Welcome! ar_sugeng_riyadi to Quran Hadeeth and other Books BOT.. V4.0 You seems to be new, type Help and follow the instructions.

quran.noor:
Greetings ar_sugeng_riyadi… I am a BOT, a roBOT, try some commands. Help <— Type this.

AR: help

quran.noor:
Type/أكتب Quran Help القرآن مساعدة for complete help on Quran Command.
Ex:- Quran 1:1-7 or القرآن 1:1-7 <=== أكتب
Quran 2 255 AR or القران البقره 255 <=== أكتب Ayat-Al-Kursi in Arabic.
Quran Al-Ikhlas:1-4 Malay Surah Ikhlas in Malaysian.

quran.noor:
Commands for Hadeeth and other Books are: Bukhari, Muslim, Dawud, Malik, Riyad, Nawawi, Qudsi, Dua, Explain, Sermon, FAQ, البخاري, N-My …
Type Help for each commands like Muslim Help

quran.noor: For Further information and help if you need visit:http://quran.noble.googlepages.com/ Email quran.noble@gmail.com

AR: bukhari help

quran.noor: Translation of Sahih Bukhari Hadeeth BOT V8.3.

quran.noor: Syntax: Bukhari Volume:Number — Ex: Bukhari 1:1 … Bukhari 6:128 … There are 9 Volumes which totals to 7068.

quran.noor: Other Commands: Random - Next - Prev - Search … Ex: Bukhari Search Mujahir … Bukhari Random

quran.noor: This BOT is based on Translation by M. Muhsin Khan

quran.noor: Aliases are SB BUKHARI SBH EN ENGLISH - Visit: http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/

AR: quran 19:1-5

quran.noor: Translation Of The Meanings Of The Glorious Quran. Surah:19.Maryam.

quran.noor: 1. Kaf, Ha, Ya, ‘Ayn, Sad. quran.noor: 2. [This is] a mention of the mercy of your Lord to His servant Zechariah

quran.noor: 3. When he called to his Lord a private supplication.

quran.noor: 4. He said, "My Lord, indeed my bones have weakened, and my head has filled with white, and never have I been in my supplication to You, my Lord, unhappy.

quran.noor: 5. And indeed, I fear the successors after me, and my wife has been barren, so give me from Yourself an heir

quran.noor: The Meaning of the Quran by Saheeh International. V9.3

AR: quran id 19:1-5

quran.noor: Translation of Qur’an in Indonesian Language. Surah:19.Maryam.

quran.noor: 1. Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad.

quran.noor: 2. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tetang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya zakariya.

quran.noor: 3. yaitu tatkala ia berdo’a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

quran.noor: 4. Ia berkata:"Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalalu telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.

quran.noor: 5. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalanku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari Engkau seorang putera,

quran.noor: Al-Quran dan Terjemahnya By Prof. Dr. RHA Soenarjo. V9.3

AR: bukhari id 1:1

quran.noor: Sahih Bukhari Hadeeth. Vol.1 Book:1. Revelation. No.1.

quran.noor: Narrated ‘Umar bin Al-Khattab:

quran.noor: I heard Allah’s Apostle saying, "The reward of deeds depends upon the intentions and every person will get the reward according to what he has intended. So whoever emigrated for worldly benefits or for a woman to marry, his emigration was for what he emigrated for."

quran.noor: Translation by M. Muhsin Khan. V8.3

AR: jazakallah

quran.noor: You are most Welcome.

AR: qurab 49:6

quran.noor: Did you mean Bukhari qurab 49:6 ???

AR: quran 49:6

quran.noor: Translation Of The Meanings Of The Glorious Quran. Surah:49.Al-Hujurat.

quran.noor: 6. O you who have believed, if there comes to you a disobedient one with information, investigate, lest you harm a people out of ignorance and become, over what you have done, regretful.

quran.noor: The Meaning of the Quran by Saheeh International. V9.3

AR: quran id 49:6

quran.noor: Translation of Qur’an in Indonesian Language. Surah:49.Al-Hujurat.

quran.noor: 6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

quran.noor: Al-Quran dan Terjemahnya By Prof. Dr. RHA Soenarjo. V9.3

AR: […..idle…..]

quran.noor
:
  See you soon, again, InShaAllah. Have a nice time! Session Lasted 21 minutes. =========================================

Welcome Ramadhan 1428 H

Filed under: Kajian, Islam

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqoroh 183-186:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤)

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٨٥)

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦)

Artinya:

183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[1], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

186. dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

[1] Maksudnya memberi Makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.

*). Awal bulan Ramadhan:

Menentukan awal bulan Ramadhan 1428 H, maka sebagaimana perintah Nabi SAW kita harus melakukan rukyatul hilal. Terlepas ada pendapat hisab dan lainnya, saya pribadi lebih condong dan sreg kalau pakai rukyah, toh kita masih punya ‘mata’ yang memang karunia Ilahi untuk rukyah salah satunya:

CARA MENETAPKAN AWAL DAN AKHIR BULAN:

1. "Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. beliau berkata : Manusia sama melihat Hilal (bulan sabit), maka akupun mengabarkan hal itu kepada Rasululullah saw. Saya katakan : sesungguhnya saya telah melihat Hilal. Maka beliau saw. puasa dan memerintahkan semua orang agar puasa." ( H.R Abu Dawud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban).(Hadits Shahih).

2. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Mulailah puasa karena melihat ru’yah dan berbukalah ( akhirilah puasa Ramadhan ) dengan melihat ru’yah. Apabila awan menutupi pandanganmu, maka sempurnakanlah bulan Sya’ban selama Tiga Puluh hari. "( HR. Bukhary Muslim).

 

KESIMPULAN

  • Menetapkan awal dan akhir bulan Ramadhan dengan melihat ru’yah, meskipun bersumber dari laporan seseorang, yag penting adil ( dapat dipercaya ).
  • Jika bulan sabit ( Hilal ) tidak terlihat karena tertutup awan, misalnya, maka bilangan bulan Sya’ban digenapkan menjadi Tiga Puluh hari. ( dalil 1 dan 2).
  • Pada dasarnya ru’yah yang dilihat oleh penduduk di suatu negara, berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini akan berlaku jika Khilafah ‘ Ala Minhaajinnabiy sudah tegak ( dalil 2 ).
  • Selama khilafah belum tegak, untuk menghindarkan meluasnya perbedaan pendapat ummat Islam tentang hal ini, sebaiknya ummat Islam mengikuti ru’yah yag nampak di negeri masing-masing. ( ini hanya pendapat sebagian ulama).

     

Selengkap dan sedetailnya Rukyah Hilal Ramadhan 1428 H ada di Link berikut:

Rukyatul Hilal Ramadhan 1428 H.

atau klik gambar di bawah ini:

 

 

*). Amalan di bulan suci Ramadhan:

Rasulullah telah bersabda yang artinya sebagai berikut: Diriwayatkan dari Anas ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw. : Apabila ada sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat kembalinya ( ikuti aku ). ( H.R Ahmad).

di hadits lain:

Artinya : Dirwayatkan dari ‘Aisyah ra : Rasulullah saw. telah bersabda : Barangsiapa melakukan perbuatan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak ( tidak diterima). Dan dalam riwayat lain: Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perintah kami ini yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. Sementara dalam riwayat lain : Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan yang lain daripada perintah kami, maka ia tertolak. (HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).

Kandungan dua hadits shahih di atas menerangkan dengan jelas dan tegas bahwa segala perbuatan, amalan-amalan yang hubungannya dengan dien/syari’at terutama dalam masalah ubudiyah wajib menurut panduan dan petunjuk yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Tidak boleh ditambah dan/atau dikurangi meskipun menurut fikiran seolah-olah lebih baik. Diantara cara syaitan menggoda ummat Islam ialah membisikkan suatu tambahan dalam urusan Dien. Sayangnya, perkara ini dianggap soal sepele, enteng dan remeh. Padahal perbuatan seperti itu adalah merupakan suatu kerusakan yang amat fatal dan berbahaya.

Selengkapnya klik: Panduan Amalan Ramdhan






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |