Pakar : Berawal dari Niat

July 31, 2007

Geocentris..?

Filed under: Astronomy, Kajian

Tema dan materi ‘kontroersial’ ini sebenarnya sudah lama bila kita rajin membaca dan bekelana di dunia maya. Namun saya masih penasaran, mengapa sang empunya ide dan paham kok sulit diberi masukan yaa…

Terus terang saya nggak habis pikir, itu saja komentar saya.

Selengkapnya beberapa link yang sempat saya save:

1. Benarkah Matahari Mengelilingi Bumi?

2. Matahari Mengelilingi Bumi

3. Matahari Mengelilingi Bumi

4. Matahari Mengedari Bumi

dan masih banyak Link lainnya…..

Seni Memimpin Ummat

Filed under: Kajian

Inilah materi yang disampaikan Ustadz Chozn dalam pengajian rutin pegawai PPMI Assalaam, Selasa malam 31 Juli 2007. Materi selengkapnya sbb:

=================================

SENI MEMIMPIN UMMAT

Memimpin adalah "seni". Gaya dan seni kepemimpinan seseorang bermacam & berbeda satu samalain, namun pada dasarnya tujuannya adalah : mengorganisir dengan sebaik-baiknya sumber-sumber potensi yang ada, untuk diberdayakan secara maksimal dan efektif, tanpa membedakan golongan, kelompok partai/madzhab dan sebagainya, sehingga menjadi "team work" yang sinergik.

Dalam brosur ini dicatat ada 3 ayat al-Qur’an yang sangat erat kaitannya dengan gaya dan seni kepemimpinan ini dan telah dipraktekkan oleh baginda Rasulullah saw dengan hasil yang sangat luar biasa. Keberhasilan tersebut dicapai bukan secara kebetulan, tetapi melalui sunnatullah yang berlaku secara umum dan bagi siapa saja.
Al-Qur’an surah aly Imran : 159 :
Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Syarh :
1) لِنْتَ لَهُمْ : اى = ترققت عليهم : حسنت لهم خلقك وخفضت لهم جناحك.
Maksudnya :
Dengan Rahmat Allah, Allah memberi nikmat kepada kita untuk berbuat santun/simpati, lembut kepada sahabat, keluarga teman handaitaulan tetangga, berakhlaq mulia, melindungi, mengayomi mereka, sehingga mereka pun merasa senang, mencintai kita senang berkumpul, saling membantu yang akhirnya segala urusan menjadi ringan dan mudah.
اْلأَخْلاَقُ اْلكَرِيْمَةُ
ولو كنت فظا = أي سشّء الخلق
Berperangai jahat, tidak simpatik, berakhlak tercela
غليظ القلب = قاسية
Hati yang keras,kasar, ketus, arogan, sombong, angkuh. Maksudnya, jika kita berperangan jahat, antipati, bersikap kasar, otoriter, sombong, arogan, angkuh, meremehkan orang lain, dan tidak nguwongke
لانفصوا من حولك = أي يبغضهم وينفرهم لمن قام به هذا الخلق السيء
Mereka membencimu, meninggalkanmu dan orang yang berakhlak jahat
Maksudnya;
Orang akan membenci, antipati kepada kita jika kita berakhlak jelek, sombong angkuh,ketus, arogan dan meremehkan orang lain, yang akhirnya mereka akan meninggalkan kita
فاعف عنهم واستغفر لهم = أمر الله تعالى أن يعفو عنهم من التقصير في حق الناس ويستغفر لهم في التقصير في حق الله، فيجمع بين العفو والإحسان
Maksudnya: Allah perintahkan agar memaafkan kesalahan seseorang sebagai hak sesama manusia dan memohonkan ampuan kepada Allah sebagai hak Allah terhadap makhluk (manusia)
وشاورهم في الأمر = أي الأمور التي تحتاج إلى استشارة ونظر وفكر فإن في الإستشارة من الفوائد والمصالح الدينية والدنياوية ما لا يمكن حصر
Maksudnya: perkara-perkara yang penting dan memerlukan pandangan, pendapat, fikiran dan pertimbangan agar dimusyawarahkan. Karena dalam musyawarah banyak faedah kebaikan dan manfaatnya, baik dalam urusan agama maupun urusan duniai, yang selalu berkembang (tidak mungkin dibatasi)
فإذا عزمت فتوكل على الله = بعد الإستشارة اعتمد على حول الله وقوته متبرئا من حولك وقولك
Maksudnya: setelah suatu masalah dimusyawarahkan dan diputuskan maka hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada kuasa dan ketentuan Allah, bukan kita yang menentukannya (tafsir as-Sa’di, h. 151-152)
Rasa hormat, cinta dan loyalllitas (al-wala’ = الولاء) para shahabat dan pengikut Muhammad rasulullah kepada beliau, tidak ada seorang pemimpin manapun di sunia ini yang lebih dicintai, dihormati dan disayangi pengikut/sahabatnya melebihi beliau. Hal ini tidak terjadi secara kebetulan, beliau curahkan segala fikiran, tenaga dengan bekerja keras.
Beliau sangat yakin bahwa sunnatullah berlaku kepada siapapun. Untuk mencapai keberhasilan misinya, seorang pemimpin paling tidak harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

(a) Perhatian
Seorang pemimpin harus tahu betul kondisi orang yang akan dipimpin, tidak hanya hal-hal yang besar, tetapi masalah-masalah kecil/sederhana pun perlu tahu dan dapat perhatian. Baik itu masalah sosial, ekonomi, budaya, politik psikologi dan hal-hal lain yang berkembang di masyarakat yang akan dipimpinnya.
Kalau tidak tahu sama sekali pasti akan kesulitan sebaik apapun program/konsep yang ditawarkan, tentu hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

(b) Pemberdayaan
Semua sumberdaya yang ada harus diberdayakan sesuai potensinya. Tenty ada kelebihan dan ada kekurangan, memandang berdasar "obyektifitas" bukan atas dasar golongan, kelompok, suka tidak suka, positif thinking, kaca mata pandang yang dipakai adalah kacamata "bening" ihklas demi kemajuan organisasi sehingga tepat posisi "the right man on the righ place" Insya Allah tidak akan terjadi "iddle asset" dan akan tercipta suatu tem work yang sinergik dan solid. (Ingat seorang kondektur/instruktur musik orkestra)

c) pengorbanan
pemimpin harus berani berkorban, baik harta, tenaga, raga, dan perasaan. Harus berani tampil di depan sebagai tanggung jawab menghadapi tugas, baik menyenangkan ataupun yang menyusahkan.jangan menjai pengecut, takut menghadapi masalah sehingga kalau ada kesulitan dilemparkan kepada orang lain.Takut salah mengambil keputusan, terutama  yang tidak populer. Takut reputasinya turun. Apapun resikonya pemimpin harus tanggap, cepat mengambil langkah penyelesaian masalah, tepat mengambil keputusan. Inilah yang sangat krusial dan orang sering ragu  dan menghindar.
Kita ingat ketika rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berhijrah ke Madinah, beliau selamatkan dahulu para shahabatnya baru kemudian terakhir kali beliau hijrah.
Prinsip yang sangat populer: Pemimpin adalah pelayan masyarakat, melayani ummat bukan untuk dilayani. Ketika anak buah berada dalam suatu kesulitan, pemimpin harus selalu mendampingi umatnya.Dan yang pertama kali merasakan susah.Sebaliknya jika ummat sedag mendapatkan kesejahteraan, makasang pemimpin lah yang terakhir kali mendapatkannya. Kalau ada pekerjaan dikerjakan bersama-sama, kalau ada rizki dirasakan sama-sama pula. Meskipun adil tidak berarti harus sama)
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak beriman seseorang dari kalian jika kalian tidur nyenyak dan kekenyangan sementara tetanggamu (anak buahmu) tidak bisa tidur karena kelaparan (HR al-Bukhari)
Perhatikan pula QS an-Nisa’:59, QS an-Nahl:92, QS al-Hujurat:6
Allahu a’lam bish-shawab.

==========================

KH. Muhammad Chozin Shiddiq

July 17, 2007

Hari Kiblat 16 Juli 2007

Filed under: Astronomy, Islam

Mengulang hasil obeservasi dan singkronisasi arah kiblat masjid PPMI Assalaam pada 28 Mei 2007, maka pada Senin 16 Juli 2007 saya memanfaatkan moment langka ini untuk mengulang; apakah hasil karya anak-anak CASA pada moment awal benar2 telah akurat atau kurang.

Berdasar data yang langsung saya lihat dan praktikkan di lapangan tepat di lokasi anak2 CASA mengambilnya pada 28 Mei 2007, ternyata hasilnya sama persis. Dari hasil ini saya berkeyakinan penuh, bahwa arah kiblat yang didapat anak2 CASA awal adalah benar dan akurat.

Dengan hasil saya ini, maka arah kiblat masjid PPMI Assalaam secara resmi saya katakan lewat blog ini kurang ke utara 20deg. Berikutnya, adalah wewenang Dewan Kyai untuk menentukan; apakah akan dibuat garis baru arah kiblat atau sekedar informasi resmi ke warga PPMI Assalaam.

Berikut berita dalam bentuk gambar yang sempat saya abadikan:

Dari gambar di atas, arah kiblat masjid akan tepat bila bayangan tiang paling depan akan menutupi tiang di sebelah belakangnya, begitu dan seterusnya. Dari gambar di atas, ternyata bayangan tiang masih terlihat berada di sampingnya cukup jauh. Ini artinya arah kiblat masjid belum pas atau tepat. Dan ini sesuai hasil pengukuran yang dilakukan anak2 CASA 28 Mei 2007 dan yang saya buktikan kembali pada 16 Juli 2007.

Sebagai gambaran lebih detail, berikut saya ambilkan gambar langsung di salah satu lantai di dalam masjid PPMI Assalaam:

Gambar ini saya ambil dari atas dan posisi saya menghadap ke timur. Jadibagian atas dari gambar ini adalah sisi timur. Garis merah spidol adalah bayangan matahari yg mengarah ke kiblat sesuai istiwa a’dham 16 Juli 2007, sementara garis kotak lantai (tegel marmer) adalah arah kiblat masjid yang berlaku selama ini.

July 16, 2007

Hari² Arah Kiblat

Filed under: Astronomy

Selama sekitar 7 hari berturut kita dimungkinkan dapat menentukan arah kiblat dengan mudah. Ke-7 hari itu adalah tgl 13, 14, 15, 16, 17, 18, dan 19 Juli 2007. Di tgl 13 Juli, sebagian piringan bagian selatan dari matahari telah mulai menyentuh dan akan tepat di atas titik koordinat Ka’bah pada tgl 16 Juli lalu semakin bergeser dan pada tgl 19 Juli piringan utara . Sebagaimana Pak Ma’rufin tulis, Matahari adalah bulatan bercahaya dengan appartentmean diameter 0,5 derajat dilihat dari Bumi, sehingga ketidakpastian sebesar (0,5/2) = 0,25 derajat dari titik zenith Ka’bah masih bisa diterima secara praktis. Maka pada tanggal 15,16, dan 17 Juli 2007 ini Matahari memang menempati zenith Ka’bah saat kulminasinya di Makkah, sehingga pada tanggal2 itulah waktu yang tepat untuk menentukan arah kiblat dengan akurasi tinggi. Namun dalam rentang tanggal 13 - 19 Juli juga masih bisa diterima, mengingat tingkat kesalahannya tidak terlalu besar (tidak sampai melebih 0,5 derajat). Melalui Planetarium StarryNight Pro 5.8.3, saya berusaha melihat ke titik zenit saat matahari tepat di atas titik zenit Ka’bah (solarnoon) pada tanggal2 tersebut. Tanggal 13 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari telah mulai menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:26 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 13 Juli 2007 jam 16:26:26 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 26 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat-sangat kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 13 Juli 2007: Di tgl 14 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari semakin menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:33 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 14 Juli 2007 jam 16:26:33 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 33 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 14 Juli 2007: Di tanggal 15 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari semakin ke dalam mulai menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:40waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 15 Juli 2007 jam 16:26:40WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 40 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun cukup kecil Berikut gambar Matahari saat tgl 15 Juli 2007: Pada tanggal 16 Juli 2007 @ 16:26:46 WIB, bagian selatan dan utara piringan matahari memasuki-menyentuk-menutupi Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:46 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 16 Juli 2007 jam 16:26:46 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 46 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan akurasi cukup tinggi dan bisa dijadikan patokan Kiblat yang benar. Berikut gambar Matahari saat tgl 16 Juli 2007: Kemudian tanggal 17 Juli 2007, piringan matahari mulai menjauhi/melintasi Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:51 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 17 Juli 2007 @ 16:26:51 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 51detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun cukup kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 17 Juli 2007: Di tgl 18 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari telah mulai meninggalkan Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:56 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 18 Juli 2007 @16:26:56 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 56 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 18 Juli 2007: Di tgl 19 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari telah mulai menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:27:016 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 19 Juli 2007 jam 16:27:01 WIB (jam 4 sore lebih 27 menit 01 detik). Bayang yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat² kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 19 Juli 2007: Moment tgl 16 Juli adalah Hari Arah Kiblat setiap tahun ditunggu dan dimanfaatkan untuk membetulkan arah Kiblat dari Masjid/mushollah yang telah berdiri. Di masyarakat tidak sedikit Masjid yang arah kiblatnya kurang dan solusinya harus merubah arah Kiblat di dalamnya mengikuti penemuan terakhir yang lebih benar. Kiblat atau juga dieja qiblat, merujuk kepada arah Ka’bah yang menjadi titik arah sembahyang bagi orang Islam. Pada mulanya, kiblat mengarah ke Baitulmaqdis atau kini Jerusalem, namun pada tahun 624 M diganti menjadi mengarah ke Ka’bah di Mekah. Kiblat merupakan perkataan Arab yang merujuk arah apabila seseorang Muslim solat. Asalnya, mengarah ke Baitulmaqdis atau kini Jerusalem (dan dengan itu dikenali sebagai Pertama dari Dua Kiblat). Pada tahun 624 M, semasa setelah hijrah Nabi Muhammad SAW di Madinah, arah Kiblat ditukar ke arah Ka’bah, dan kekal sehingga kini. Kiblat, merupakan titik rujukan di Bumi, ke arah Kaabah. Dalam amalan agama Islam, solat mesti menghadap ke arah Ka’bah. Perlu diingatkan bahwa seseorang Muslim tidak menyembah Ka’bahnya, sama seperti pengikut Kristen tidak menyembah gereja atau salib; Ka’bah hanya merupakan titik rujukan untuk sholat. Kiblat menunjukkan arah terpendek ke Ka’bah. Disebabkan Bumi hampir bulat, laluan ini membentuk bulatan besar seperti laluan kapal terbang. Lokasi Ka’bah (di 21° 25′ 24" N, 39° 49′ 24" E) bisa ditentukan secara geometri (speris) untuk menentukan arah Kiblat di mana saja di muka Bumi ini. Pada masa silam, Muslim yang mengembara menggunakan astrolob untuk menentukan arah Kiblat. Kiblat penting bukan semata-mata sebagai arah sholat, tetapi juga dalam upacara harian/keagamaan. Kepala hewan yang disembelih (untuk korban mengikut kepercayaan Islam) diselaraskan dengan kiblat. Selepas meninggal dunia, seseorang Muslim dikebumikan dengan muka menghadap ke arah Kiblat. Semua empat mazhab iaitu Hanafi, Maliki, Syafie dan Hambali bersepakat bawa menghadap kiblat adalah syarat sah sholat. Disamping kaedah di atas, ada kaedah lain penentuan arah kiblat.






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |