Pakar : Berawal dari Niat

May 22, 2007

Doktor Cilik

Filed under: Buku

Mukjizat Abad 20, seorang Doktor tapi masih cilik atau kecil. Dia bernama muhammad Husein Tabataba’i, hafal dan faham Al-Qur’an 30 juz, 114 surat di usia 5 tahun.

Menghebohkan dan menggetarkan hati, seorang bocah 7 tahun (pada 19 Pebruari 1998) meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran-karena ia hafal dan faham Al-Qur’an. Gelar Doktor kehormatan itu ia terima setelah melalui ujian selama 210 menit. Ketika ujian doktoralnya pun dia tetap bermain di halaman saat rehat. Salah satu pengujinya sempat pusing saat istirahat, dan meminta Husein untuk memegang kepalanya sembari dibacakan ayat suci Al-Qur’an. Usai mengobati sang penguji, Husein kecilpun kembali bermain…

Anak itu (Dr. Muhammad Husein Tabatab’i) kini telah berusia 16 tahun. Demikianlah diantara cara Allah menjaga kitab suci Al-Qur’an ini.

Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.

Ayat ke 9 dari surat Al-Hijr ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.

Walaupun Doktor, Husein tetaplah anak kecil. Buku ini layak kita baca…

Buku dengan Judul Mukjizat Abad 20, Wonderful Profile of Husein Tabataba’i, dikarang oleh Dina Y. Sulaeman ini diterbitkan oleh Pustaka IIMaN Depok. Buku setebal 220 halaman ini telah dicetak dua kali, pertama Maret 2007 dan cetakan kedua pada bulan Mei 2007. Dan sepertinya akan terus dicetak ulang…

Selain membahas ttg profil seorang bocah 7 tahun yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, karena hafal dan paham Al-Quran, buku ini juga membahas metode yang dipakai dalam proses belajar si Doktor Cilik dan hasil ujicoba metode ini di Indonesia.

Sementara itu, Endorsment di Cover Belakang dari Buku ini ditampilkan beberapa komentar para tokoh, yakni:

1. Mohsen Qiraati, Mufasir kontemporer Iran.
“Saya telah menggeluti Al-Quran selama lebih dari 20 tahun, namun kini kembali menjadi murid yang harus menulis catatan di buku pelajaran. Apa pun yang ia (Husein) katakan, saya catat. Saya dengan bangga menyatakan diri sebagai murid dari guru yang masih berusia 5 tahun ini.”

2. Ayatullah Hashemi Rafsanjani, Mantan Presiden Iran, penulis kitab tafsir ‘Rahnama’.
“Sayyid Husein memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan dan para peneliti seharusnya melakukan penelitian mengenai bagaimana metode Husein dalam menghafal dan memahami Al-Quran.”

3. Dr. Arief Rachman, MPd.
”Keteladanan menjadi kunci utama dalam proses pendidikan, tanpa keteladanan pendidikan hanya akan menjadi ”transfer of knowledge” tapi tidak ”transfer of value”. Kisah dalam buku ini sangat baik untuk dijadikan ibrah (pelajaran), dalam hidup dan kehidupan kita.”

4. Ustad Kamaluddin, Mubaligh dan Guru Agama Islam SMPN 254 Jakarta.
“Membaca buku ini, hati saya bergetar, mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat kita sebagai orang tua untuk mencetak anak-anak pencinta Al-Quran.”

Subhanallah wal hamdulillah…[+]






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |