Pakar : Berawal dari Niat

April 26, 2007

11 Kaukab

Filed under: Kajian

Dalam surat Yusuf 1-7, Allah SWT berfirman:

1. Alif, laam, raa[a]. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).

[a] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

3. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah Termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

4. (ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku[b], Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

[b] Bapak Yusuf a.s. ialah Ya’qub putera Ishak putera Ibrahim a.s.

5. Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, Maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

6. dan Demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu[c] sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[c] Dimaksud bapak disini kakek dan ayah dari kakek.

7. Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

Dari ayat ke-4 di atas kita memahami bahwa mimpi nabi Yusuf diceritakan kepada Bapaknya (nabi Ya’qub). Dalam mimpinya nabi Yusuf melihat 11 buah bintang, satu matahari dan satu bulan.

Para mufasir mangatakan bahwa yang dimaksud 11 bintang adalah ibarat jumlah saudara nabi Yusuf yang berjumlah 11 orang, kecuali nabi Yusuf. Selanjutnya satu matahari adalah ibarat ibunya dan satu bulan ibarat ayahnya.

Terlepas dari tafsir di atas, kisah nabi Yusuf ini menarik perhatian saya, manakala ada seorang santri bertanya, “Jumlah bintang itu banyak, mengapa nabi Yusuf hanya melihat 11 buah?”. Pertanyaan ini tidak sepele, karena memang benar adanya. Bintang di angkasa sangatlah banyak. Dan matahari adalah salah satunya. Sementara bulan bukan termasuk bintang dan bulan bagi bumi memang hanya satu.

Sebelas bintang seperti pada ayat di atas, adalah bisa bermakna lain. Kaukab, dalam kamus bahasa Arab Prof. Mahmud Yunus, juga diartikan sebagai percikan api berwarna putih, disamping berarti bintang. Dan berangkat dari makna ini, tentunya kita bisa melihat lain atas kisah nabi Yusuf di atas. Dan darinya pula kita mampu memberikan jawaban atas pertanyaan seorang santri/siswa tadi.

” ‘Ahada ‘Asyara Kaukaban” demikian bunyi ayatnya. Sebelas percikan putih dari suatu api. Mengapa sebelas…? Percikan apa gerangan sehingga sebelas..? Api manakah yang dimaksud..? Lalu masihkan percikan itu hingga kini…?

Api yang dimaksud adalah bintang sebagai makna dasar kaukab. Bintang terdekat dengan bumi kita adalah matahari, karena ia bintang juga adanya. Dengan demikian nabi Yusuf dalam mimpinya melihat kaukab, atau percikan warna putih dari api di permukaan matahari. Inilah yang oleh ilmu modern dikenal sebagai bintik atau noda matahari=sun spot.

Mengapa sebelas, apakah sun spot itu ada sebelas..? Sebelas adalah periode 11 tahun saat percikan api itu muncul seperti sedia kala. Dan kita masih bisa menyaksikannya. Silahkan download versi ‘mpeg’ nya lewat gambar/foto matahari saat ini di bagian samping blog ini.

Gambar di atas adalah tabel kemunculan bintik matahari. Setiap 11 tahun, garfiknya kembali ke sedia kala.

wa Allahu a’lamu…[+]

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pakar.blogsome.com/2007/04/26/11-kaukab/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |