Pakar : Berawal dari Niat

April 21, 2007

Lyrids yang malu

Filed under: Astronomy

Seperti telah diketahui, bahwa setiap tahun di bulan April bumi dalam pelayarannya mengarungi angkasa mengorbit matahari akan melewati sebuah tempat dimana terdapat debu bekas ekor Komet Thatcher yang pernah melintas di tempat ini. Akibatnya debu-debu yang kebanyakan seukuran kerikil atau pasir tersebut memasuki gravitasi bumi melesat dengan kecepatan 50 km/detik dan terbakar di atmosfer.

Pemandangan ini akan mengakibatkan langit gemerlap dan terjadilah fenomena astronomi yang dinamakan “meteor shower” atau hujan meteor. Meteor ini diberi nama “Lyrids” karena ia muncul seolah dari kawasan Rasi Lyra. Tahun ini puncak hujan meteor diperkirakan akan terjadi pada Minggu 22/04 dan Senin 23/04.

Saya mengamati mulai Ahad, 22/04 jam 02.30 WIB di depan Gelora Assalaam, tepatnya di atas plataran Gapura. Harapannya meteor akan muncul di arah radian Timur Laut. Berdasarkan simulasi meteor yang akanlewat sekitar 5 sampai 20 goresan cahaya di langit setiap jamnya.

Gambar di atas adalah hasil simulasi SNP. Walaupun perkiraan tahun ini shower menghasilkan tidak lebih 20 meteor setiap jam saat puncaknya namun ada kalanya saat bumi melewati kerumunan debu yang cukup rapat maka jumlah tersebut dapat meningkat.

Saya membayangkan akan dapat melihat Lyrids shower seperti tahun 1982 yang dapat mencapai angka 90 meteor setiap jam.

Belum Happy memang, meteor hunting…. kali ini…

AstroDay 2007

Filed under: Astronomy

Perayaan Hari Astronomi berawal dari kegiatan yang dilakukan oleh Doug Berger (mantan presiden Astronomical Association of Northern California) pada tahun 1973. Doug mengadakan kegiatan untuk memberi kesempatan kepada publik yang berada jauh dari observatorium, agar bisa ikut menikmati astronomi lewat pameran dan kegiatan astronomi.

Hari Astronomi berbeda dari hari lainnya. Kalau hari yang lain bisa beda harinya dan selalu tetap: tanggal dan bulannya, misal Hari Kemerdekaan RI ya.. 17 Agustus pada hari tergantung tahunnya. Tidak demikian dengan Hari Astronomi; hari selalu tetap, sementara tanggal dan bulannya bisa berganti-ganti, tergantung tahunnya. Misal pada tahun 2005, Astronomy Day jatuh pada Sabtu 16 April. Astronomy Day 2006, pada Sabtu 6 Mei. Astronomy Day 2007 kali ini pada Sabtu 21 April.

Cara menentukan Hari Astronomi:
1. Hari Sabtu,
2. Antara tanggal 15 April sampai 15 Mei,
3. Saat fase bulan sekitar atau sebelum seperempat awal (First Quarter=berumur sekitar tujuh hari)

Jadi terbukti bahwa Hari Astronomi bukan sembarang hari.

Sabtu malam tepatnya jam 20.00 - 22.00 WIB bertempat di kantor Assalaam lantai II, CASA mengadakan peringatan Hari Astronomi 2007 dengan 4 rangkaian acara. Masing-masing acara berdurasi 30 menit; yakni Teori dan Demo Rukyatul Hilal; Bedah Software Google Earth; Bedah Software StarryNight Pro 5.8.2; dan Bedah Film Astronomi berjudul ‘Lost in Space’.

Diharapkan dengan diselenggarakannya peringatan Hari Astronomi Tahun 2007 (Astronomy Day 2007) ini dapat menjadi sebuah media pendidikan dan media untuk mempopulerkan atronomi kepada para pelajar/santri da para warga PPMI Assalaam. Acara diikuti sekitar 100 santri putra dan100 santri putri yang terlihat begitu antusias, karena sampai ke koridor kantor di luar ruangan pun masih berjubel peserta.

Rangkaian acara dipandu ustadz Budi Prasetyo selaku Pembimbing CASA,didokumentasi ustadz Qowi dan Pembicara utama Ustadz AR. Undangan yang tampak hadir antara lain, Ustadz Sigit Rahardja, Ustadz Suwarno, Ustadz Edy Suprapto, Ustadzah Imanda, dan Ustadz Annisa Hasanah, serta beberapa pegawai yang tidak sempat saya pantau langsung.

Tepat jam 22.00 WIB acara berakhir…dan sebagian peserta berlanjut Stargazing. Para Pembimbing dan beberapa person pegawai yang berminat mencoba mengamati Meteor Shower…Lyrids yang bakal muncul sekitar jam 02.00 dini hari ke atas.

Hilal Rabiul Akhir 1428 H

Filed under: Astronomy

Dengan alat sederhana, jam dalam HP dan Binokuler serta data matahari dan bulan untuk tgl 18 April 2007 dari SNP 5.8.2. (pasti ditambah sepasang teleskop paling canggih dunia akhirat made in ALLAH);

Saya mengamati hilal yang menjadi tanda masuknya bulan Rabi’ul Akhir 1428 H di Klaten (7deg 40min LS
110deg 45min BT, timezone = GMT + 7, ketinggian rata-rata 330 feet di atas permukaa laut) pada 18 April 2007 waktu maghrib, tepatnya dari arean persawahan desa Bendo Ketitang Juwiring Klaten.

Sebagai petunjuk waktu digunakan ponsel Nokia CDMA yang terkalibrasi. Selanjutnya, data SNP 5.8.2, matahari terbenam pukul 17:34 WIB, dengan tinggi bulan = 7 derajat, selisih azimuth 10 derajat (di utara titik terbenamnya matahari), fase 1 %, magnitude visual -12,4, diameter cakram Bulan 33 menit busur, umur Bulan 1.12 hari pasca konjungsi dan selisih antara terbenamnya Matahari dan Bulan adalah 39 menit.

Tidak Tampak

Sekilas pandang nampak bahwa pengamatan amatlah mudah dilakukan. Langit barat Klaten sebagian bahkan seluruhnya tertutup awan hujan, hanya sebagian sedikit ke arah selatan, terlihat awan merah remang-remang. Sampai pukul 18:13 WIB, ketika Bulan tenggelam, keadaan tidak berubah. Yaa, saya belom berhasil melihat.

Secara teoritis hilal pada saat itu sebenarnya amat mungkin dilihat, mengingat altitude diatas 7 derajat alias memenuhi Danjon limit. Pengamatan tidak mungkin dilakukan mengingat, kondisi alam yang memang sangat gelap akibat awan mendung menjelang hujan…hujan cukup deras mestinya. Sudah sepekan ini kawasan karesidenan surakarta dilanda hujan hampir tiap sore dan dilanjut malam.

Berdasar kriteria apapun, maka kondisi hilal yang seperti ini-walau saya sendiri dan juga siapa saja yang se wilayah tidak bisa melihatnya, tetap tanggal 1 Rabi’ul Akhir 1428 H jatuh pada tanggal 19 April 2007.

WasSalam






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |