Pakar : Berawal dari Niat

April 29, 2007

Astronom Pertama

Filed under: Astronomy, Kajian

Nabi Ibrahim a.s. (إبراهيم عليه السلام) (sekitar 2013 SM-?) merupakan nabi yang sangat penting dalam agama Islam, dan juga agama lain seperti Kristian dan Yahudi. Beliau telah diberi gelaran Khalil Ullah, atau Sahabat Allah. Selain itu beliau bersama anaknya nabi Ismail a.s. terkenal sebagai pengasas Kaabah.

Pada masa Nabi Ibrahim, kebanyakan rakyat di Mesopotamia beragama politeisme iaitu menyembah lebih dari satu Tuhan. Dewa Bulan atau Sin merupakan salah satu berhala yang paling penting. Bintang, bulan dan matahari menjadi objek utama penyembahan dan karenanya, astronomi merupakan bidang yang sangat penting. Sewaktu kecil lagi nabi Ibrahim a.s. sering melihat ayahnya membuat patung-patung tersebut, lalu dia cuba mencari kebenaran agama yang dianuti oleh keluarganya itu.

Dalam al-Quran Surah al-Anaam (ayat 76-78) Allah SWT berfirman:

76. ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”

77. kemudian tatkala Dia melihat bulan terbit Dia berkata: “Inilah Tuhanku”. tetapi setelah bulan itu terbenam, Dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku Termasuk orang yang sesat.”

78. kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

Ayat di atas menceritakan pencarian Nabi Ibrahim akan kebenaran dan eksistensi Tuhannya. Dalam pencariannya nabi Ibrahim memandang langit malam yang indah sebagai pilihan pertamanya. Aktivitas memandang langit di siang bolong, amatlah janggal karena kita hanya akan merasakan silau di mata. Sementara memandang langit di malam hari menjadi alternatif yang lebih menentramkan-ini bagi sebagian kecil manusia saja-sejak dulu kala.

Orang di jaman modern ini sekalipun, hasrat melihat-lihat objek yang ada di atas kepalanya sangat rendah konon lagi memandang langit dengan segala objek yang menghiasainya. Hanya orang dengan tipikal Bapak para nabi-Ibrahim kholilu LLah saja yang semenjak dulu hingga kini mempunyai kemauan (bukan kemampuan) untuk melihat ke arah dunia luas tanpa batas tempat semua materi terus mengembang sebelum saatnya kembali mengecil untuk menuju ke haribaan Dzat Yang Maha Tunggal.

Pada saat melihat sebuah bintang (bersinar-sinar), nabi Ibrahim seketika berkata: “Inikah Tuhanku?”
Hasrat membara akan pencarian eksistensi Tuhan bertemu dengan wujud cerah setitik cahaya yang baru pertama kali disaksikannya di langit malam yang hening, membuat nabi Agung ini berani memutus bahwa itulah yang aku cari-cari.

Kemudian manakala bintang itu terbenam, ia berkata pula: “Aku tidak suka kepada yang terbenam hilang”. Logikanya berontak, mustahil sesuatu yang hilang mampu menciptakan semua yang masih bercahaya dan tidak padam. Pengembaraan pun berlanjut. Malam berikutnya bintang tetap nampak berkilauan di langit malam dengan jumlah yang semakin dipandang semakin bertambah, tetapi keputusannya bahwa Tuhan yang dicari tidak mungkin padam, nabi Ibrahim pun terus mencari dengan tetap memandangi langit setiap malam tiba.

Tibalah saatnya bulan terbit (menyinarkan cahayanya), dan nabi Ibrahimpun menjadi terperangah. Sepekan berlalu tidak dilihatnya benda yang lebih terang dan cemerlang dari bintang. Kini benda itu muncul, walau masih pada tahap manzilah permulaan. Dan karena yang dilihatnya kini jauh lebih cemerlang, dia berkata: “Inikah Tuhanku?”. Pada tanggal 2 setiap bulan perbandingan magnetudo (kecerlangan benda langit) masing-masing dari bulan = -10.24, bintang = 1.56, dan planet Venus = -4.18. Jadi wajarlah kalau nabi Ibrahim memandang bulan lebih besar dan lebih layak disebut Tuhan ketimbang benda lainnya planet apalagi bintang. Saat itu belom diketahui bahwa ketiga benda tersebut berbeda sama sekali.

Maka setelah bulan itu terbenam, berkatalah dia: “Demi sesungguhnya, jika aku tidak diberikan petunjuk oleh Tuhanku, niscaya menjadilah aku dari kaum yang sesat”.

Kemudian malam-malam berlalu, dan Tuhan yang dicari tidak kunjung tiba, apakah di waktu yangberbeda dari malam, yakni siang hari? Akhirnya nabi Ibrahim mencoba mencarinya disiang hari. Kendati semua benda langit, sejak dari galaksi, bintang, planet, meteor, bahkan komet ada,tetapi semuanya tidak nampak kecuali sang raja siang Matahari.

Pagi itu nabi Ibrahim melihat matahari sedang terbit (menyinarkan cahayanya), betapa terang dan menyilaukannya benda yang satu ini; berkatalah dia: “Inikah Tuhanku? Ini lebih besar”. Setelah siang berlalu dan petang menyongsong, akhirnya malampun tiba dan matahari terbenam, dia berkata pula: ` Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri (bersih) dari apa yang kamu sekutukan (Allah dengannya).

Inilah daya logik yang dianugerah kepada beliau dalam menolak agama penyembahan langit yang dipercayai kaumnya serta menerima Tuhan yang sebenarnya.

Dalam QS Ash-Shoffat(37) ayat ke 87-88, Allah berfirman:

87. Maka Apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?”
88. lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.

Memang demikianlah, hakekat Tuhan akanlebih mendekati makna manakal ditelusuri dengan memandang angkasa raya. Melihat bintang-gemintang seperti yang dilakukan nabi Ibrahim, sang astronom pertama.

QS Ath-Thuur(52) ayat ke : 48-49 menegaskan:

48. dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, Maka Sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri[*].,

[*] Maksudnya hendaklah bertasbih ketika kamu bangun dari tidur atau bangun meninggalkan majlis, atau ketika berdiri hendak shalat.

49. dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).

Anjuran sang Pencipta, Tuhan seru sekalian alam raya. Bertasbih…berrenang…berdinamika…bergelombang. Agar gerak dandinamika, serta gelombang alam raya menyibakkan kesadaran terdalam dalamdiri manusia akan ke-Maha Dinamis-nya Roob al ‘Aalamiin.

Wa Allahu a’lamu…[+]

April 26, 2007

11 Kaukab

Filed under: Kajian

Dalam surat Yusuf 1-7, Allah SWT berfirman:

1. Alif, laam, raa[a]. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).

[a] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

3. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah Termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

4. (ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku[b], Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

[b] Bapak Yusuf a.s. ialah Ya’qub putera Ishak putera Ibrahim a.s.

5. Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, Maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

6. dan Demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu[c] sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[c] Dimaksud bapak disini kakek dan ayah dari kakek.

7. Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

Dari ayat ke-4 di atas kita memahami bahwa mimpi nabi Yusuf diceritakan kepada Bapaknya (nabi Ya’qub). Dalam mimpinya nabi Yusuf melihat 11 buah bintang, satu matahari dan satu bulan.

Para mufasir mangatakan bahwa yang dimaksud 11 bintang adalah ibarat jumlah saudara nabi Yusuf yang berjumlah 11 orang, kecuali nabi Yusuf. Selanjutnya satu matahari adalah ibarat ibunya dan satu bulan ibarat ayahnya.

Terlepas dari tafsir di atas, kisah nabi Yusuf ini menarik perhatian saya, manakala ada seorang santri bertanya, “Jumlah bintang itu banyak, mengapa nabi Yusuf hanya melihat 11 buah?”. Pertanyaan ini tidak sepele, karena memang benar adanya. Bintang di angkasa sangatlah banyak. Dan matahari adalah salah satunya. Sementara bulan bukan termasuk bintang dan bulan bagi bumi memang hanya satu.

Sebelas bintang seperti pada ayat di atas, adalah bisa bermakna lain. Kaukab, dalam kamus bahasa Arab Prof. Mahmud Yunus, juga diartikan sebagai percikan api berwarna putih, disamping berarti bintang. Dan berangkat dari makna ini, tentunya kita bisa melihat lain atas kisah nabi Yusuf di atas. Dan darinya pula kita mampu memberikan jawaban atas pertanyaan seorang santri/siswa tadi.

” ‘Ahada ‘Asyara Kaukaban” demikian bunyi ayatnya. Sebelas percikan putih dari suatu api. Mengapa sebelas…? Percikan apa gerangan sehingga sebelas..? Api manakah yang dimaksud..? Lalu masihkan percikan itu hingga kini…?

Api yang dimaksud adalah bintang sebagai makna dasar kaukab. Bintang terdekat dengan bumi kita adalah matahari, karena ia bintang juga adanya. Dengan demikian nabi Yusuf dalam mimpinya melihat kaukab, atau percikan warna putih dari api di permukaan matahari. Inilah yang oleh ilmu modern dikenal sebagai bintik atau noda matahari=sun spot.

Mengapa sebelas, apakah sun spot itu ada sebelas..? Sebelas adalah periode 11 tahun saat percikan api itu muncul seperti sedia kala. Dan kita masih bisa menyaksikannya. Silahkan download versi ‘mpeg’ nya lewat gambar/foto matahari saat ini di bagian samping blog ini.

Gambar di atas adalah tabel kemunculan bintik matahari. Setiap 11 tahun, garfiknya kembali ke sedia kala.

wa Allahu a’lamu…[+]

April 21, 2007

Lyrids yang malu

Filed under: Astronomy

Seperti telah diketahui, bahwa setiap tahun di bulan April bumi dalam pelayarannya mengarungi angkasa mengorbit matahari akan melewati sebuah tempat dimana terdapat debu bekas ekor Komet Thatcher yang pernah melintas di tempat ini. Akibatnya debu-debu yang kebanyakan seukuran kerikil atau pasir tersebut memasuki gravitasi bumi melesat dengan kecepatan 50 km/detik dan terbakar di atmosfer.

Pemandangan ini akan mengakibatkan langit gemerlap dan terjadilah fenomena astronomi yang dinamakan “meteor shower” atau hujan meteor. Meteor ini diberi nama “Lyrids” karena ia muncul seolah dari kawasan Rasi Lyra. Tahun ini puncak hujan meteor diperkirakan akan terjadi pada Minggu 22/04 dan Senin 23/04.

Saya mengamati mulai Ahad, 22/04 jam 02.30 WIB di depan Gelora Assalaam, tepatnya di atas plataran Gapura. Harapannya meteor akan muncul di arah radian Timur Laut. Berdasarkan simulasi meteor yang akanlewat sekitar 5 sampai 20 goresan cahaya di langit setiap jamnya.

Gambar di atas adalah hasil simulasi SNP. Walaupun perkiraan tahun ini shower menghasilkan tidak lebih 20 meteor setiap jam saat puncaknya namun ada kalanya saat bumi melewati kerumunan debu yang cukup rapat maka jumlah tersebut dapat meningkat.

Saya membayangkan akan dapat melihat Lyrids shower seperti tahun 1982 yang dapat mencapai angka 90 meteor setiap jam.

Belum Happy memang, meteor hunting…. kali ini…

AstroDay 2007

Filed under: Astronomy

Perayaan Hari Astronomi berawal dari kegiatan yang dilakukan oleh Doug Berger (mantan presiden Astronomical Association of Northern California) pada tahun 1973. Doug mengadakan kegiatan untuk memberi kesempatan kepada publik yang berada jauh dari observatorium, agar bisa ikut menikmati astronomi lewat pameran dan kegiatan astronomi.

Hari Astronomi berbeda dari hari lainnya. Kalau hari yang lain bisa beda harinya dan selalu tetap: tanggal dan bulannya, misal Hari Kemerdekaan RI ya.. 17 Agustus pada hari tergantung tahunnya. Tidak demikian dengan Hari Astronomi; hari selalu tetap, sementara tanggal dan bulannya bisa berganti-ganti, tergantung tahunnya. Misal pada tahun 2005, Astronomy Day jatuh pada Sabtu 16 April. Astronomy Day 2006, pada Sabtu 6 Mei. Astronomy Day 2007 kali ini pada Sabtu 21 April.

Cara menentukan Hari Astronomi:
1. Hari Sabtu,
2. Antara tanggal 15 April sampai 15 Mei,
3. Saat fase bulan sekitar atau sebelum seperempat awal (First Quarter=berumur sekitar tujuh hari)

Jadi terbukti bahwa Hari Astronomi bukan sembarang hari.

Sabtu malam tepatnya jam 20.00 - 22.00 WIB bertempat di kantor Assalaam lantai II, CASA mengadakan peringatan Hari Astronomi 2007 dengan 4 rangkaian acara. Masing-masing acara berdurasi 30 menit; yakni Teori dan Demo Rukyatul Hilal; Bedah Software Google Earth; Bedah Software StarryNight Pro 5.8.2; dan Bedah Film Astronomi berjudul ‘Lost in Space’.

Diharapkan dengan diselenggarakannya peringatan Hari Astronomi Tahun 2007 (Astronomy Day 2007) ini dapat menjadi sebuah media pendidikan dan media untuk mempopulerkan atronomi kepada para pelajar/santri da para warga PPMI Assalaam. Acara diikuti sekitar 100 santri putra dan100 santri putri yang terlihat begitu antusias, karena sampai ke koridor kantor di luar ruangan pun masih berjubel peserta.

Rangkaian acara dipandu ustadz Budi Prasetyo selaku Pembimbing CASA,didokumentasi ustadz Qowi dan Pembicara utama Ustadz AR. Undangan yang tampak hadir antara lain, Ustadz Sigit Rahardja, Ustadz Suwarno, Ustadz Edy Suprapto, Ustadzah Imanda, dan Ustadz Annisa Hasanah, serta beberapa pegawai yang tidak sempat saya pantau langsung.

Tepat jam 22.00 WIB acara berakhir…dan sebagian peserta berlanjut Stargazing. Para Pembimbing dan beberapa person pegawai yang berminat mencoba mengamati Meteor Shower…Lyrids yang bakal muncul sekitar jam 02.00 dini hari ke atas.

Hilal Rabiul Akhir 1428 H

Filed under: Astronomy

Dengan alat sederhana, jam dalam HP dan Binokuler serta data matahari dan bulan untuk tgl 18 April 2007 dari SNP 5.8.2. (pasti ditambah sepasang teleskop paling canggih dunia akhirat made in ALLAH);

Saya mengamati hilal yang menjadi tanda masuknya bulan Rabi’ul Akhir 1428 H di Klaten (7deg 40min LS
110deg 45min BT, timezone = GMT + 7, ketinggian rata-rata 330 feet di atas permukaa laut) pada 18 April 2007 waktu maghrib, tepatnya dari arean persawahan desa Bendo Ketitang Juwiring Klaten.

Sebagai petunjuk waktu digunakan ponsel Nokia CDMA yang terkalibrasi. Selanjutnya, data SNP 5.8.2, matahari terbenam pukul 17:34 WIB, dengan tinggi bulan = 7 derajat, selisih azimuth 10 derajat (di utara titik terbenamnya matahari), fase 1 %, magnitude visual -12,4, diameter cakram Bulan 33 menit busur, umur Bulan 1.12 hari pasca konjungsi dan selisih antara terbenamnya Matahari dan Bulan adalah 39 menit.

Tidak Tampak

Sekilas pandang nampak bahwa pengamatan amatlah mudah dilakukan. Langit barat Klaten sebagian bahkan seluruhnya tertutup awan hujan, hanya sebagian sedikit ke arah selatan, terlihat awan merah remang-remang. Sampai pukul 18:13 WIB, ketika Bulan tenggelam, keadaan tidak berubah. Yaa, saya belom berhasil melihat.

Secara teoritis hilal pada saat itu sebenarnya amat mungkin dilihat, mengingat altitude diatas 7 derajat alias memenuhi Danjon limit. Pengamatan tidak mungkin dilakukan mengingat, kondisi alam yang memang sangat gelap akibat awan mendung menjelang hujan…hujan cukup deras mestinya. Sudah sepekan ini kawasan karesidenan surakarta dilanda hujan hampir tiap sore dan dilanjut malam.

Berdasar kriteria apapun, maka kondisi hilal yang seperti ini-walau saya sendiri dan juga siapa saja yang se wilayah tidak bisa melihatnya, tetap tanggal 1 Rabi’ul Akhir 1428 H jatuh pada tanggal 19 April 2007.

WasSalam

April 14, 2007

Magic Eye

Filed under: PITEK

Judul di atas adalah sekedar istilah untuk mata manusia yang mampu melihat sesuatu dengan cara istimewa. Dikatakan istimewa karena memang cara memandangnya tidak semua orang mampu melakukannya; Yakni melihat gambar tiga dimensi dari objek dua dimensi.

Gambar 3D biasanya tidak sekedar bisa dilihat mata namun juga mampu diraba wujudnya. Tetapi lain halnya dengan Magic Eye-mata yang memiliki kekuatan. Kekuatan untuk menatap sebuah benda atau objekgambar yang kita sebut Stereogram.

Mudah memahaminya, bila kita ingat musik dengan jenis suara mono dan stereo. Kita pasti mampu merasakan bedanya, musik stereo jauh lebih enak dan asyik didengar ketimbang mono. Begitulah stereogram-gambar stereo. Gambar yang mampu menghasilkan pemandangan tiga dimensi. Citra tiga dimensi tersebut dapat muncul dengan sendirinya lewat proses visualisasi dua mata kita.

Cara melihat gambar 3D:

Letakkan gambar stereogram di dekat hidung (sehingga pandangan tidak fokus atau kabur), lalu tarik perlahan ke arah depan (menjauh) dengan tetap tidak mengubah fokus mata (gambar tetap kabur). Gambar 3D pun akan muncul dengan sendirinya.

Sebagai contoh lihatlah (dengan cara di atas) gambar 3D / stereogram berikut:

Gambar di atas mestinya akan tampak sebagaimana gambar di bawah ini:

Gambar-gambar serupa bisa didapatkan di toko buku dengan judul “Keajaiban 1″ s/d “Keajaiban 8″ oleh Nurwan Budiman. Atau bisa search dengan kata kunci ‘magic eye’ dan sejenisnya.

Selamat belajar dan selamat menikmati.[+]

April 10, 2007

Hari Astronomi

Filed under: Astronomy
Astronomy Day 2006 di Jogja

Hari Astronomi bukan sembarang hari. Bukan karena diperingati dan dirayakan oleh para astronom proffessional dan amatir, tetapi karena cara menentukan Hari Astronomi berbeda dari hari lainnya. Kalau hari yang lain bisa beda harinya dan selalu tetap: tanggal dan bulannya, misal Hari Kemerdekaan RI ya.. 17 Agustus pada hari tergantung tahunnya. Tidak demikian dengan Hari Astronomi; hari selalu tetap, sementara tanggal dan bulannya bisa berganti-ganti, tergantung tahunnya. Misal pada tahun 2005, Astronomy Day jatuh pada Sabtu 16 April. Astronomy Day 2006, pada Sabtu 6 Mei. Astronomy Day 2007 kali ini pada Sabtu 21 April.

Cara menentukan Hari Astronomi:

1. Hari Sabtu,

2. Antara tanggal 15 April sampai 15 Mei,

3. Saat fase bulan sekitar atau sebelum seperempat awal (First Quarter=berumur sekitar tujuh hari)

Jadi terbukti bahwa Hari Astronomi bukan sembarang hari.

Hadiri Astronomy Day 2007 di JAC Expo; Bertempat di halaman gedung Mandala Bhakti Wanitama, dengan tema "Bringing Astronomy to the People". Akan digelar pameran yang menampilkan berbagai hal yang berkaitan dengan astronomi, poster, pertunjukan slide, pemutaran film, pameran buku astro, peralatan astro, games dan tidak ketinggalan demo water rocket akan digelar selama kegiatan Astronomy Day ini

Event Astronomi April 2007

April 7, 2007

Fenomena Kutub

Filed under: Astronomy

Mari berwisata ke kutub… Kutub adalah nama dua daerah ekstrim di muka bumi ini. Satu terletak di ujung selatan bumi yakni Antarktika. Dan yang kedua, terletak di belahan bumi utara bernama Arktik. Nama Antarktika berasal dari bahasa Yunani “antarktikos”, artinya benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi. Tempat terdingin di muka bumi ini sebagian besar tertutup es sepanjang tahun.

Wisata ke Antarktika biasanya diselenggarakan lewat pelayaran laut. Orang-orang boleh menumpang kapal pesiar mewah yang akan berlayar mendekati Antarktika dalam jarak yang aman karena laut di sekitar Antarktika yang penuh dengan gunung-gunung es.

Di dasawarsa 70-an, wisata dengan pesawat terbang juga populer untuk sesaat. Ada 2 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan melintasi Antarktika untuk menikmati pemandangan dari udara yaitu Qantas Airlines dan Air New Zealand. Namun setelah kecelakaan pesawat Air New Zealand penerbangan TE-901 yang menabrak gunung Erebus pada tanggal 28 November 1978, penerbangan menikmati pemandangan Antarktika dari udara ini kemudian dihentikan.

Dengan luas 13.200.000 km² ;, Antarktika adalah benua terluas kelima setelah Eurasia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Namun, populasinya terkecil, jauh di bawah yang lain (umumnya dihuni oleh para peneliti dan ilmuwan untuk batas waktu tertentu saja). Benua ini juga memiliki ketinggian tanah rata-rata tertinggi, kelembaban rata-rata terendah, dan suhu rata-rata terendah di antara semua benua di bumi. Antarktika merupakan zona bebas, walaupun sampai saat ini masih ada beberapa negara di dunia yang mengajukan klaim kepemilikan wilayah di benua Antarktika tersebut.

Meski keberadaan benua Antarktika sudah diduga sejak lama, namun benua ini baru ditemukan pada tahun 1820. Pada tahun 1911 Roald Amundsen dari Nowegia adalah orang pertama yang mencapai kutub selatan. Tidak lama kemudian ia disusul oleh Robert Falcon Scott dari Britania Raya.

Antarktika adalah tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85 dan -90 derajat Celsius di musim dingin dan 30 derajat lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan. Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh benua ini diselimuti es setebal rata-rata 2,5 kilometer. Tergantung pada lintangnya serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami manusia tidak terdapat di benua ini. Hewan yang umum dijumpai di wilayah ini adalah pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, namun pinguin merupakan penyelam yang ulung. Hewan lainnya adalah singa laut, anjing laut dan ikan paus.

Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang tinggal di Antarktika dalam satu waktu namun bergantung juga terhadap musim. Orang yang tinggal di Antarktika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya. Walau tidak ada pemukim tetap, 29 negara yang menandatangani Traktat Antarktika memiliki stasiun riset yang umumnya selalu digunakan sepanjang tahun. Emilio Marcos Palma (lahir 7 Januari, 1978) sampai sekarang adalah orang pertama yang lahir di benua Antarktika. Ia adalah seorang warganegara Argentina. Lalu pada tahun 1986 dan 1987 di stasiun Chili lahir pula seorang anak lelaki dan perempuan.

Antarktika sudah memiliki jasa layanan telepon nirkabel. Di Pangkalan Marambio milik Argentina terdapat sebuah menara selular yang menggunakan teknologi AMPS dan di Pulau Raja George terdapat sebuah menara GSM Entel Chili. Selain ini, komunikasi terbatas pada koneksi satelit. Kode telepon internasional untuk Antarktika adalah +672.

Bila kita pergi dan berada di tengah-tengah kutub bumi, maka kita akan menyaksikan fenomena alam yang sangat menakjubkan. Di masing-masing kutub, langit akan malam selama 6 bulan berturut-turut, dan selanjutnya akan siang selama 6 bulan berturut-turut. Ketika siang, matahari di langit hanya akan berputar-putar di angkasa.

Di kutub selatan, matahari berputar-putar mengikuti arah jarum jam (mata kita arahkan ke atas - titik zenith) - gambar di bawah adalah matahari pada tanggal 22 Desember atau disebut titik balik selatan:

Di kutub utara, matahari hanya berputar-putar berlawanan arah jarum jam (mata kita arahkan ke atas - titik zenith) - gambar di bawah matahari pada tanggal 21 Juni atau disebut titik balik utara:

siang di kutub utara

Bagaimana cara kita sholat dan puasa di kutub? […selengkapnya ].

April 5, 2007

Nuur ‘alaa Nuur

Filed under: Kajian

Allah SWT telah berfirman dalam QS. An-Nuur : 35:

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٣٥)

Artinya:
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus[1], yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya)[2], yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

[1] Yang dimaksud lubang yang tidak tembus (misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus sampai kesebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lain.
[2] Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.

Wa Allhu a’lamu Bish-Showwaab..Related Link.

April 2, 2007

Relativitas

Filed under: PITEK

Relativitas, adalah teori yang saat ini menjadi pusat ilmu pengetahuan. Teori ini terdiri atas Relativitas Khusus dan Umum. Dua teori ini pun memiliki sejarah yang berbeda.

Relativitas Khusus diterima dalam beberapa tahun setelah Albert Einstein mengumumkannya. Dan ini terjadi di tengah derasnya peristiwa-peristiwa ilmiah, dan karena ini menjawab pertanyaan yang membingungkan banyak ilmuwan. Teori ini juga memiliki kegunaan dalam bidang-bidang utama riset yang dilakukan saat itu, seperti fisika nuklir dan mekanika kwantum. Saat ini, relativitas khusus menjadi alat sehari-hari bagi para ahli fisika yang meneliti susunan materi dan gaya yang menyatukannya.

Relativitas Umum berlaku dalam skala yang jauh lebih besar, pada bintang-bintang, galaksi, dan ruang angkasa yang luas. Dibutuhkan waktu lebih lama untuk diterima, karena teori ini tampaknya tidak memiliki kegunaan prakltis. Einstein menggunakannya untuk menjelaskan kesederhanaan dan tatanan di balik alam semesta. Teori ini baru dapat diuji tahun 1960-an setelah akselerator partikel raksasa dan perlatan lain ditemukan menjadi lebih kuat.

Relativitas khusus meramalkan bahwa ketika sebuah objek mendekati kecepatan cahaya, maka akan terjadi hal-hal ganjil sebagai berikut:

1. Waktu melambat:
Ini disebut dilatasi waktu. Ini diamati tahun 1941 dalam ekperimen partikel atom berkecepatan tinggi yang disebut muon. Ini juga ditunjukkan tahun 1971, ketika jam yang amat sangat akurat, diterbangkan dengan cepat keliling dunia di atas pesawat terbang jet. Setelah dua hari,jam itu berkurang sepersekian detik dibandingkan dengan jam yang sama di permukaan bumi, karena jam itu bergerak lebih cepat.

2. Objek mengecil.
Objek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya, akan mengalami pemendekan sesuai arah geraknya. Kalau roket antariksa bisa bergerak dengan separoh kecepatan cahaya, panjangnya akan sekitar enam per tujuh panjang aslinya di landasan luncur. Efek ini sudah diteliti sejak tahun 1890-an.

3. Massa objek bertambah.
Ini artinya objek akan bertambah berat. Ini sudah diperlihatkan berulang kali dengan eksperimen partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi seperti elektron. Dari ide inilah Eistein mengembangkan rumus terkenalnya E = mc².

Mungkinkah manusia bisa bergerak secepat cahaya? Seiring bertambahnya massa orang tersebut, maka gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya bergerak lebih cepat lagi juga terus bertambah. Pada hampir kecepatan cahaya, massa akan begitu besar sampai gaya yang dibutuhkan untuk memberikan dorongan ekstra itu akan sangat besar sampai mustahil. Akibatnya kecepatan cahaya tidak akan benar-benar tercapai.

Lalu, bagaimana sebenarnya Rasulullah SAW ber ‘Isra’ wal Mi’raj..? [to be continued…]






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |