Banjir Musibah
![]() |
Musibah terjadi dimana-mana, hampir di seantero negeri ini dan juga negeri lain. Beragam musibah dengan beragam sasaran pula. Kita biasa mendengar sejak dulu sejak saya kecil, bahwa banjir melanda kota A, banjir menenggelamkan rumah si-A dst, dst. Kali ini kita disodori satu fenomena yang unik, bukan musibah banjir, akan tetapi: “Banjir Musibah”. Musibah di darat, di laut, di udara. Musibah di kota, di desa, di pedalaman dan di pesisir. Semuanya kena musibah, seluruhnya terkena bencana. Mengapa ini semua bisa terjadi?
Sekedar peringatan atau tadzkiroh…ALLAH SWT telah berfirman dalam surah Al-Anfaal: ayat ke - 33, yang artinya:
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (yastaghfiruuna).
Di antara mufassirin mengartikan kata “yastaghfiruuna” dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang Muslim yang minta ampun kepada Allah. Betaubat dan minta ampun hakekatnya adalah sama. yakni sebagai manusia sadar dan tahu diri, bahwa hanya Dzat Allah saja yang mampu merubah segala sesuatu dan menentukan apapun yang akan terjadi.
Selanjutnya, bencana yang bertubi-tubi melanda seputar kita, apakah ia masukkategori musibah, teguran atau adzab..? Hanya Allah yangtahu. Tetapi sekedar ilustrasi, Rasulullah SAW pernah mengurai:
1) Kalau orang beriman, maka bencana adalah ujian bagi kita. Dan datangnya bencana berarti Allah akan meningkatkan kualitas imankita.
2) Kalau orang beriman, namun khilaf, maka bencana adalah teguran. Dengan ditegur berarti kita harus mawas diri, pada hal apa kita bersalah atau khilaf…? Lalu kita perbaiki.
3) Kalau orang kafir, sudah pasti bencana adalah adzab, apalgi beruntun. Dan bencana itu akan berakhir,manakala mereka kembali beriman.
beragam bencana.
Marilah kita rajin istighfar. Marilah kita rajin mohon ampun kepada Allah. Kita tingkatkan iman kita. Kita kurangi tertawa, dan kita lebihkan menangis. Karena Rasulullah SAW telah tiada, dan hanya dengan istighfaar ini harapan kita untuk keluar dari ‘banjir musibah’… Wa Allahu a’lam [+]



