Pakar : Berawal dari Niat

March 30, 2007

Maulid Nabi SAW

Filed under: Islam

Berdasar kalender Indonesia, pada Sabtu 31 Maret 2007 diperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bahkan secara khusus PPMI Assalaam pun meliburkan KBM santrinya untuk ‘menghormati’ hari ini. Biasanya Lembaga ini libur pada Dua Hari Raya, dan Tahun Baru Hijriyah; walau kalender nasional libur. Terlepas dari perbeadan pendapat, tentang boleh atau tidaknya memperingati hari lahir Nabi SAW; lewat tulisan ini saya hanya akan kilas balik tentang waktu lahirnya orang yang paling layak diteladani ini.

Dalam bukunya Dr. M.Husain Haekal mengisahkan sebagai berikut:
Ibunda Rasulullah SAW Siti Aminah hamil, dan kemudian, seperti wanita lain iapun melahirkan. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abd’l Muttalib di Ka’bah, bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka’bah.

Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. Kemudian dikembalikannya bayi itu kepada ibunya. Kini mereka sedang menantikan orang yang akan menyusukannya dari Keluarga Sa’d (Banu Sa’d), untuk kemudian menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum bangsawan Arab di Mekah.

Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu. Yang lain berpendapat kelahirannya itu limabelas tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuhpuluh tahun.

Juga para ahli berlainan pendapat mengenai bulan kelahirannya. Sebagian besar mengatakan ia dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada yang berkata lahir dalam bulan Muharam, yang lain berpendapat dalam bulan Safar, sebagian lagi menyatakan dalam bulan Rajab, sementara yang lain mengatakan dalam bulan Ramadan.

Kelainan pendapat itu juga mengenai hari bulan ia dilahirkan. Satu pendapat mengatakan pada malam kedua Rabiul Awal, atau malam kedelapan, atau kesembilan. Tetapi pada umumnya mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal duabelas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain.

Selanjutnya terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian juga mengenai tempat kelahirannya di Mekah. Caussin de Perceval dalam Essai sur l’Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Mekah di rumah kakeknya Abd’l-Muttalib.

Pada hari ketujuh kelahirannya itu Abd’l-Muttalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyang. “Kuinginkan dia akan menjadi orang yang Terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhlukNya di bumi,” jawab Abd’l Muttalib.

makkah

” Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” Qur’an surah [33] Al-Ahzaab ayat ke 21. [+]

March 15, 2007

Keliling Dunia

Filed under: Software
google earth

Bumi yang kita tempati ini ternyata memiliki keliling sejauh 40061,58951857704337687562842358 km atau mudahnya 40.062 km, pada garis khatulistiwa. Jarak ini dapat kita tempuh sebanyak 7.4883929908641605511457241276022 kali selama 1 detik, dengan kecepatan pesawat setara kecepatan cahaya: 300.000 km/s. Kita jadi tahu, malaikat ternyata paling sedikit 7 kali keliling bumi dalam sedetik.

Tapi kita bukan malaikat, dan kita ternyata mampu keliling dunia. Bisa sekali/detik atau bahkan lebih tergantung RAM Memori dan VGA komputer kita. Kenapa komputer..? Ya..inilah salah satu manfaat komputer disamping manfaat yang sudah sama-sama kita tahu sebelumnya.

Teknologi ini bernama Software, Software ini bernama Google Earth. Melalui software ini kita dapat berkeliling dunia, keliling bumi; tinggal klik dan drag, atau menekan satu tombol panah di keyboard.

Bagi yang belum pernah menggunakan software ini, silahkan download di link ini. Setelah proses download selesai, jangan lupa menginstalkan DirectX terlebih dahulu.

rumah pakar

Secara iseng saya mencari rumah saya di desa. Dan akhirnya ketemu juga (gambar di atas). Posisi rumah saya di Dempel Candirejo Tuntang Semarang-Salatiga. Bila dicari via Google Earth, cukup memasukkan koordinat berikut [7 18 30.22 S, 110 28 01.91 E] di ’search box’ nya, lalu tekan enter. Atau kalau belum, silahkan save dulu alamat rumah ini. Dan kapan-kapan, bisa dibuka pakai Google Earth.

arumah

Ahlan wa Sahlan …Welcome to my residence. [+]

March 13, 2007

Solar Noon Assalaam

Filed under: Astronomy

PPMI Assalaam adalah sebuah lembaga Pendidikan berbasis Pesantren. Di dalamnya ada lima (5) unit pendidikan dengan mewajibkan seluruh siswanya tinggal di asrama. Pesantren ini dalam sistem koordinat peta bumi berada pada 7,5 derajat LS dan 110,6 derajat BT. Bila Anda memiliki Software Google Earth, visualisasi PPMI Assaalam sekedar tampak, namun secara utuh belum jelas karena kawasan ini belum difoto lengkap oleh Google Earth Server.

Tahun 2007, saya sempat lihat di StarryNight Pro 5.8.2, posisi Matahari akan tepat di atas PPMI Assalaam terjadi dua kali:

1). Tanggal 2 Maret 2007 tepat jam 11.49.12 WIB.
Gambar di bawah memperlihatkan posisi matahari di atas PPMI Assalaam dan sekitar.

solar noon 2 maret 2007

2). Tanggal 13 Oktober 2007 tepat jam 11.23.30 WIB
Gambar di bawah memperlihatkan posisi matahari di atas PPMI Assalaam dan sekitar.

solar noon 13 okt 2007

Fenomena ini memudahkan kita dalam menentukan arah timur dan barat dengan cepat. Cukup dengan melihat bayangan benda tegak sebelum dan setelah matahari tepat di atas kepala, maka arah timur dan barat langsung didapat.

Bagaimana cara mengetahui arah utara dan selatan? Ya..setelah mengetahui timur-barat, maka arah tegak-lurus nya timur-barat adalah utara-selatan. Bagi siapa saja yang masih sering mangalami “kebingungan arah” -teman saya ada yang sedikit-sedikit lupa dan bingung arah, semoga peluar setahun dua kali dapat sedikit menolong. Amien…[+]

March 12, 2007

Banjir Musibah

Filed under: Tadzkiroh

Musibah terjadi dimana-mana, hampir di seantero negeri ini dan juga negeri lain. Beragam musibah dengan beragam sasaran pula. Kita biasa mendengar sejak dulu sejak saya kecil, bahwa banjir melanda kota A, banjir menenggelamkan rumah si-A dst, dst. Kali ini kita disodori satu fenomena yang unik, bukan musibah banjir, akan tetapi: “Banjir Musibah”. Musibah di darat, di laut, di udara. Musibah di kota, di desa, di pedalaman dan di pesisir. Semuanya kena musibah, seluruhnya terkena bencana. Mengapa ini semua bisa terjadi?

Sekedar peringatan atau tadzkiroh…ALLAH SWT telah berfirman dalam surah Al-Anfaal: ayat ke - 33, yang artinya:

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (yastaghfiruuna).

Di antara mufassirin mengartikan kata “yastaghfiruuna” dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang Muslim yang minta ampun kepada Allah. Betaubat dan minta ampun hakekatnya adalah sama. yakni sebagai manusia sadar dan tahu diri, bahwa hanya Dzat Allah saja yang mampu merubah segala sesuatu dan menentukan apapun yang akan terjadi.

Selanjutnya, bencana yang bertubi-tubi melanda seputar kita, apakah ia masukkategori musibah, teguran atau adzab..? Hanya Allah yangtahu. Tetapi sekedar ilustrasi, Rasulullah SAW pernah mengurai:

1) Kalau orang beriman, maka bencana adalah ujian bagi kita. Dan datangnya bencana berarti Allah akan meningkatkan kualitas imankita.

2) Kalau orang beriman, namun khilaf, maka bencana adalah teguran. Dengan ditegur berarti kita harus mawas diri, pada hal apa kita bersalah atau khilaf…? Lalu kita perbaiki.

3) Kalau orang kafir, sudah pasti bencana adalah adzab, apalgi beruntun. Dan bencana itu akan berakhir,manakala mereka kembali beriman.
beragam bencana.

Marilah kita rajin istighfar. Marilah kita rajin mohon ampun kepada Allah. Kita tingkatkan iman kita. Kita kurangi tertawa, dan kita lebihkan menangis. Karena Rasulullah SAW telah tiada, dan hanya dengan istighfaar ini harapan kita untuk keluar dari ‘banjir musibah’… Wa Allahu a’lam [+]

March 10, 2007

Empat Dimensi

Filed under: PITEK, Islam

Star Trek adalah satu contoh dari sekian banyak Science Fiction Film (film fiksi pengetahuan-ilmiah). Film ini disutradarai oleh Gene Roddenberry, dan bercerita tentang pengembaraan manusia dengan sebuah pesawat super canggih yang secara tidak sengaja masuk ke dalam area kehidupan baru. Pesawat tersebut adalah USS Enterprise dengan beberapa awak di dalam siap mengemban misi kemanusiaan menemukan celah-celah kehidupan.

Suatu ketika, pesawat USS Enterprise terjebak dalam suatu gangguan atau fluktuasi ruang-waktu subspace yang membuatnya memasuki suatu wilayah nan eksotik dan nostalgis: masa lalu. Sedemikian menggetarkannya peristiwa itu, karena USS Enterprise bertemu dengan USS Enterprise generasi sebelumnya yang dalam buku sejarah disebutkan telah hancur lebur dalam suatu peperangan, namun saat itu dalam keadaan utuh. Belum lagi hal mengejutkan lainnya, yakni perjumpaan para awak dengan officer wanita muda, Letnan Tasha Yarr, yang telah mati, tetapi saat itu dalam keadaan sehat-sehat saja alias masih hidup. Luar biasa! USS Enterprise kembali ke masa lalu, bahkan berjumpa dengan orang-orang yang telah mati. Ia telah melakukan perjalanan menembus kematian!

Tentu timbul pertanyaan dalam benak kita, benarkah kita dapat melakukan perjalanan ke masa lalu dan bertemu dengan para nenek moyang kita yang sudah meninggal, mungkin untuk menanyakan kebenaran sejarah yang ditulis saat ini? Atau, apa yang terjadi sekiranya kita dapat kembali ke masa lalu, kemudian membunuh kakek-nenek kita (namun tentu jangan dilakukan) yang belum sempat melahirkan kedua orang tua kita? Adakah kita tetap dalam bentuk seperti sekarang ini? Bukankah tali silsilah telah kita potong? Bagaimana ini, sebab-akibat sedemikian kacaunya!

Biarlah Gene Roddenberry dengan Star Treknya. Toh siapa tahu hal itu dapat terbukti kelak di masa depan. Namun, baiklah kita melihat sisi ilmiah dari satu sampel pemikiran gila ini. Dan bagaimana bila pemikiran ini dikembangkan ke arah kemungkinan-kemungkinan yang lain. Mungkinkah itu terjadi?

EINSTEIN DAN TEORI RELATIVITAS
Dimensi yang selama ini kita kenal sebatas tiga track-sebut saja ruang berdimensi tiga. Namun Albert Einstein dengan pengembaraan otaknya menambahkan sebuah dimensi baru yakni dimensi waktu. Dengan demikian kini dimensi kehidupan fisis alam semesta ini tidak sebatas tiga, tetapi empat dimensi-tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Hakekat waktu merupakan satu bagian dari kajian rumit dalam teori relativitas Einstein. Dan untuk memahami sekelumit teori relativitas Einstein, ada baiknya kita menengok beberapa pertanyaan sederhana berikut ini:

1. Apakah kita melihat dunia ini menurut hakekatnya ?
2. Apakah langit itu betul-betul biru..?
3. Benarkah ladang-ladang itu hijau..?
4. Benarkah rasa madu itu manis..? dan pare itu pahit ..?
5. Apakah air itu cair dan es itu padat ?
6. Benarkah kayu itu benda padat seperti yang indera kita rasakan ?
7. Benarkah kaca itu benda bening tembus cahaya, dan dinding itu tidak tembus cahaya ?
8. Dapatkah kita meyakinkan bahwa sebuah benda bergerak sementara benda yang lain diam ?

Menurut khayalan kita, semua pertanyaan di atas pasti dapat kita jawab dengan gamblang, dan para sarjana sejak dulu mengira bahwa hal-hal seperti ini sudah tidak menjadi persoalan lagi. Tetapi, sekarang semua itu berobah menjadi suatu teka-teki. Keyakinan ilmiah ini telah berantakan. Palu godam yang menghancurkan keyakinan ini dan menyingkapkan bahwa seperti ini hanyalah buih adalah otak jenius Einstein..dengan teorinya yang merobah pandangan fondamental tenang alam, teori relativitas.

Teori relativitas, semenjak dicetuskannya tahun 1905 sampai sekarang telah berkembang di atas menara gading yang tak dapat dicapai kecuali oleh sarjana-sarjana tertentu. Mendengar teori relativitas, orang biasa akan merasa ngeri seolah-olah mendengar cerita gaib yang penuh rahasia atau seperti momok, tak berani mendekatinya. Dr. Mousyirifa mengatakan bahwa di dunia ini tak ada manusia yang bisa memahami teoori ini kecuali 10 orang.

Sejarah telah melihat bahwa dengan teori relativitas manusia mampu menciptakan bom atom. Relativitas tidak lagi merupakan sekadar teori, tetapi telah diterapkan; dengan bahayanya yang mengancam wujud umat manusia dan masa depannya di permukaan bumi ini. Toeri relativitas telah keluar dari lingkaran hypotesis dan rumus-rumus matematika, berobah menjadi kenyataan yang menakutkan. Dengan demikian setiap individu perlu mengetahuinya.

Berbagai usaha telah dilakukan oleh para sarjana untuk menyederhanakan teori ini hingga mudah dimengerti. Eddington, James Jean, Edward Berhand, Russel, bahkan Einstein sendiripun telah berusaha untuk menyederhanakan bagian-bagian yang rumit dari teorinya. Dia berpendapat bahwa informasi yang kurang dan hanya dikuasasi oleh sejumlah kecil sarjana, walaupun dengan alasan spesialisasi dan pendalamanan, hanya akan membawa kepada terisolisirnya ilmu pengetahuan, akan melenyapkan roh filsafat rakyat banyak. Einstein membenci pendewaan ilmu dan ilmiah, penyelubungan ilmu dengan teori yang berbelit-belit, tabu ilmiah. Einstein selalu mengatakan bahwa hakekat itu adalah sederhana.

Usahanya terakhir yang diselesaikan tahun 1949 adalah mencari satu hukum terakhir dengan hukum mana dapat deijelaskan seluruh hubungan yang di jagad raya ini. Teori relativitas bukanlah semata-mata merupakan rumus-rumus tetapi juga mengandung segi filsafat. Tentang rumus-rumus matematika, Einstein mengatakan bagwa rumus-rumus itu muncul di otaknya sebagai akibat dari pengembaraan pemikiran dimana dia berusaha menggambarkan bentuk yang dari alam ini.

Baiklah kita berhenti sejenak pada point pengembaraan filsafat ini. Dan rumus-rumus matematika kita serahkan saja kepada yang ahli. Kita mulai dari awal, dari sebelum Einstein, dari soal-soal yang kita sebutkan di permulaan:
Apakah kita betul-betul melihat dunia ini menurut hakekatnya ?
Tidak, kesemuanya itu bukanlah hakekat, semua itu adalah yang kita lihat, kita rasa tapi bukan hakekat. Cahaya putih kita lihat berwarna putih, kalau cahaya putih itu kita lewatkan pada prisma kaca, akan terurai menjadi tujuh warna, yaitu warna spektrum : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu (violet).

Kalau kita pelajari apa sebenarnya warna-warna itu kita tidak akan memjumpai apa dia, yang ada hanyalah perbedaan panjang gelombang, perbedaan frekuensi, tidak kurang tidak lebih. Tetapi mata kita tidak mampu melihat gelombang ini sebagi gelombang, tidak sanggup merasakan getaran-getaran sebagai gelombang. Yang terjadi adalah, sel-sel syaraf di selaput jala kita terpengaruh oleh macam-macam getaran ini dengan cara berbeda-beda menurut jenis getaran. Pusat syaraf mata di otak akan menerjemahkan berita dari syaraf ini dalam bentuk warna-warna. Tetapi gelombang cahaya itu bukanlah warna, semata-mata gelombang dan getaran, dan otak kita deengan bahasanya sendiri, untuk membedakan satu dari yang lain, memberikan definisi-definisi dalam bentuk tanggapan-tanggapan, itulah warna.

Ladang-ladang yang kita pandang berwarna hijau bukanlah hijau, yang terjadi adalah daun-daun tumbuhan menyerap semua gelombang cahaya kecuali panjang gelombang tertentu yang masuk ke mata kita, mempengaruhi sel-sel mata; pengaruh itu menurut bahasa otak berarti hijau. Demikian pula warna-warna yang lain, sebenarnya bukan warna. Tidak lebih dari pada berkas-berkas sinar yang dianalisa oleh otak, dengan bahasanya sendiri, otaklah yang menyatakan itu adalah warna.

Kekacaubalauan (chaos) ini akan lebih jelas lagi kalau kita lihat contoh yang kedua, yaitu madu. Madu bagi kita terasa manis, namun bagi sejenis cacing tertentu ia terasa lain. Jadi rasa manis bukanlah sifat mutlak yang melekat pada madu, tetapi hanya sifat nisbi, tergantung pada syaraf perasa yang terdapat pada lidah kita dan diterjemahkan menurut istilah khusus sebagai akibat dari pengaruh molekul madu pada lidah kita. Mungkin saja pengaruh pada alat perasa ini antara binatang satu dengan lainnya memberikan rasa yang berbeda-beda, madu dapat terasa pahit.

Kalau kita contoh ketiga dan kita bertanya betulkah air itu cair, dan es itu padat? Persoalannya akan lebih jelas lagi. Air, es dan uap air mempunyai unsur dan susunan kimia yang sama (perbandingan Hidrogen dan Oksigen = 2 : 1). Perbedaannya, bukanlah perbedaan hakekat, hanyalah perbedaan dalam cara. Jika air diletakkan di atas api, berarti kita memberinya panas, atau lebih tepat dikatakan kita memberinya energi. Gerak partikel-partikelnya akan lebih cepat, selanjutnya partikel-partikel itu akan terpisah jauh satu dengan yang lainnya.

Jadilah ia gas (uap air). Jika energi yang diambil dari api itu hilang, maka gerak partikel-partikel itu kembali menjadi pelan dan lemah; satu sama lain akan saling berdekatan sampai pada suatu batas, dimana indera kita mengatakan bahwa partikel-partikel itu sekarang berobah membentuk cairan. Kalau energi itu kita keluarkan lagi, kita dinginkan terus-menerus, maka gerak partikel makin pelan, partikel-partikel lebih berdekatan sampai kepada suatu batas di mana indera kita mengatakan bahwa ia sekarang berbentuk padat (es). Ketiga tingkat wujud zat, gas, cair, dan padat hanyalah berbeda dalam gejala bentuk, berbeda pada jauh dekatnya letak paertikel-partikel dari zat yang satu yaitu air.

Beningnya air dan baurnya salju tidak lain dari letak partikel-partikel air sedemikian rupa sehingga pandangan kita dapat melewati ruang-ruang antar partikel. Itu tidak berarti bahwa partikel-partikel es itu melekat satu sama lain; antar partikel itu tetap terdapat jarak, hanya lehih dekat. Demikian pula partikel atau molekul setiap zat, walaupun zat besi, tetap mempunyai ruang antar moekul, malah molekul-molekul terrdiri dari atom-atom dengan ruang antar atom. Setiap atom tersusun lagi dari proton-proton dan elektron-elektron yang satu dengan lainnya mempunyai jarak yang relatif jauh, seperti jauhnya matahari dari planet-planet tata surya. Benda-benda itu sebenranya kosong, terdiri dari ruang hampa yang di sana-sini bertebaran atom-atom. Sekiranya indera penglihatan kita sempurna, maka pandangan kita akan dapat menembus dinding, karena susunannya yang berlobang, seperti jaring-jaring ayak.

Kalau kita saling melihat dengan mempergunakan sinar-X, bukan dengan sinar biasa, kita akan melihat bahwa tubuh kita ini hanya terdiri dari kerangka, karena sinar-X dapat menembus ruang antar molekul daging, daging akan terlihat bening seperti kaca. Jadi penglihatn kita yang kurang sempurnalah yang menyebabkan pandangan tak bisa menembus dinding, padahal yang sebenarnya bukan dimikian. Dinding itu mempunyai ruang-ruang kosong, tetapi kemampuan organ kita terbatas dan sinar yang dipakai tidak dapat menembusnya, sinat itu malah memantul kembali dipermukaannya,, lalu kita menanggapi sebagai dinding yang membatasi penglihatan kita.
Seluruh tanggapan kita sifatya relatif dan nisbi, jadi bukan hakekat. Alam yang kita lihat bukanlah alam yang sebenarnya, semata-mata istilah yang kita berikan sendiri. Di situ kita hidup dan terkembang oleh rumus-rumus yang diciptakan oleh otak kita sendiri, menggiring kita kepada suatu yang kita tidak mengetahui hakekatnya.

MATERI TERCEPAT
Albert Einstein dalam teori relativitasnya menunjukkan bahwa tak ada objek di alam ini yang dapat mencapai kecepatan cahaya. Kecepatan gerak cahaya sebesar 3 x 108 m/second. Secara teoritik dapat diturunkan, bahwa jika suatu benda bergerak dengan kecepatan cahaya, maka benda tersebut haruslah bergerak di masa kini dan masa depan, tak akan pernah ia bergerak ke masa lalu.

Suatu benda akan kita ketahui keberadaanya dari suatu informasi yang datang daripadanya. Informasi tersebut biasanya dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Informasi yang berasal dari benda yang bergerak dengan kecepatan yang lebih kecil dari kecepatan cahaya akan sampai ke kita lebih awal dari kedatangan benda. Namun informasi yang datang dari benda yang memiliki kecepatan lebih tinggi dari kecepatan cahaya akan datang belakangan, benda sampai lebih dahulu. Tetapi karena kita baru mengetahui keberadaan benda itu berdasar informasi yang datang darinya, maka benda itu tak pernah ada bagi kita.

Ilmuwan menamakan sebuah partikel yang mampu bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya sebagai tachyon..George Sudharsan punya pendapat kontroversial tentang hal ini. Sekalipun Einstein mengatakan bahwa tak ada objek materi yang dapat mencapai kecepatan cahaya, namun teori relativitas Einstein tidak mengatakan bahwa tak ada apapun yang mampu bergerak lebih cepat dari cahaya. Logika Einstein hanya begini; karena tak ada objek yang dapat mencapai kecepatan cahaya, maka tak ada objek apapun yang mempu melebihi kecepatan cahaya. Lalu apa yang terjadi jika sebuah objek telah bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya sejak objek itu tercipta? Bukankah ia tak pernah muncul dalam realitas - yang kita istilahkan sebagai ‘tak pernah ada’?
Maka tachyon pun tak pernah mencapai kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya tak pernah dicapai olehnya, karena terlalu pelan baginya.

Di lain pihak, tachyon memiliki massa imajiner. Artinya jika bilangan yang menunjukkan massa tachyon kita kuadratkan, maka hasilnya akan merupakan bilangan negatif-ini sungguh tal cocok dengan realitas. Yang lebih gila lagi, tachyon ini dapat melanggar arah waktu, sehingga dua pengamat bisa tidak sependapat terhadap dua kejadian tachyon yang terjadi lebih dulu. Ini yang disebut sebagai kekacauan sebab-akibat, mana sebab mana akibat.

Sudharsan mengajukan tiga alasan mengapa para fisikawan begitu bersemangat memburu partikel hipotetis ini. Pertama, tak ada alasan untuk percaya bahwa tachyon tak ada. Dia membandingkan alasan ini dengan Paul Dirac yang menghipotesiskan eksistensi partikel dengan energi negatif yang kemudian diketemukan oleh Carl Anderson sebagai positron. Kedua, tachyon tetap muncul dalam penghitungan matematis yang merupakan jantung fisika teori. Ketiga, tachyon dapat memberikan informasi yang dapat mebantu pengungkapan pelbagai misteri dalam fisika partikel, fisika antariksa, dan kosmologi, jika ia muncul. Sesungguhnya, pemunculan tachyon akan banyak menyingkap misteri tentang arah waktu, dan juga imajinasi dalam Star Trek di atas.

Aharon Davidson dari Universitas Ben-Gurion mendapati dalam perhitungannya bahwa semua partikel elementer yang kita kenal dalam alam semesta ‘tiga dimensi’ kita akan menjadi tachyon bila diamati dari sudut pandang ‘empat dimensi’. Davidson juga mendapati bahwa tachyon dimensi tinggi ini juga memberikan penalaran tentang sifat-sifat dimensi keempat yang biasanya hanya berupa asumsi. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak mengetahui apa arti kausalitas (hukum sebab-akibat) di dunia ‘empat dimensi’ karena mungkin hal itu bukanlah problem penting seperti di dunia ‘tiga dimensi’ kita.

Namun dunia tachyon ini pulalah yang sering merepotkan para ahli yang menggeluti teori superstring yang saat ini begitu populer sebagai kemungkinan cikal-bakal suatu Theory of Everything. Tachyon dianggap sebagai pembunuh potensial bagi kebanyakan ahli superstring seperti halnya pembagian dengan bilangan nol dalam aljabar atau dalam proses komputasi. Namun ada pula sebagian ahli yang menyimak kemungkian bahwa tachyon merupakan sebuah konsekuensi penting dari teori string ketimbang sebagai suatu penyakit. Hal ini mungkin saja seperti Einstein yang tidak menyadari bahwa teori relativitas umumnya telah mengimplikasikan semesta yang mengembang -tidak statik- sehingga perlu memasukkan tetapan kosmologi agar persamaannya cocok bagi semesta yang statik (maklumlah saat itu orang tidak tahu bahwa alam semesta mengambang, hingga Hubble menginformasikan penemuannya). Einstein pun kemudian mengatakan bahwa pelibatan tetapan kosmologi yang hipotetis itu merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Seluruh tanggapan kita sifanya adalah relatif, jadi bukan hakekat. Alam yang kita lihat bukanlah alam yang sebenarnya, semata-mata istilah yang kita berikansendiri. Di situ kita hidup dan terkembang oleh rumus-rumus yang diciptakan oleh otak kita sendiri, menggiring kita kepada suatu yang kita tidak mengetahui hakekatnya. Benarlah apa yang dilakukan oleh pelukis-pelukis abstrak, mereka berusaha untuk mengekspresikan apa yang mereka lihat. Menurut cara-cara mereka dengan instinknya mereka merasa bahwa apa yang dilihat oleh mata, bukanlah yang sebenarnya, jadi mereka tak merasa terikat, mereka dapat merasakan hakekat sesuatu, bukan dengan mata tetapi dengan akal. Mungkin dengan akal bathin, atau intuisinya, atau rohnya. Sarjana mempunyai cara yang berbeda dengan seniman. Ia memakai rumus-rumus dan hitungan-hitungan, dengan hipotesa dan teori, kemudian membuktikannya dengan percobaan-percobaan.

Sebagian besar dari rumus-rumus yang ditulis Einstein adalah abstrak, jauh dari kenyataan dalam bentuk angka-angka dan rumus-rumus matematika. Usaha sungguh-sungguh dari seorang sarjana yang ingin menghancurkan dan melenyapkan sintesa dan analisa tradisional, menggantinya dengan pandangan tentang hakekat yang tadinya tersembunyi di balik selubung kebiasaan dan tradisi.

Lalu bagaimana dengan terbolak-baliknya sebab-akibat dalam Star Trek di atas? Mungkinkah kita menembus ‘dinding kematian’? Tampaknya dalam dunia ‘tiga dimensi’ kita, hal itu tak mungkin dilakukan. Ada ‘dinding kecepatan cahaya’ yang selalu menghadang. Namun tidak tertutup kemungkinan pelanggaran kausalitas bila kita telah berada dalam dunia ‘empat dimensi’. Hanya sayangnya, hukum sebab-akibat mungkin tak penting lagi dalam dunia ‘empat dimensi’. Imaji tentu bebas mengembara ke wilayah yang ‘belum pernah dikunjungi’, meskipun tetap ada constraint yang tetap harus kita sadari. Tampaknya imajinasi kadang lebih penting dari sains, seperti yang pernah dikatakan
Einstein. Paling tidak bagi Gene Roddenberry. Tetapi bagaimanapun kita harus tuduk pada satu hal yang telah pasti, bila kita tidak yakin akan mampu menembus kematian, yakinlah bahwa kematian akan menembus dan menjemput kita walau kita berada di ufuk alam semesta yang yang paling jauh sekalipun.

Demikian kitab suci mengisyaratkan. “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di ujung galaksi yang paling jauh…” QS.4:78.

Mesin Waktu

Filed under: PITEK
mesin waktu

Bayangkan ruang sebagai bidang dua dimensi, jika memang lubang cacing yang diramalkan Einstein memang ada, mungkin dapat digunakan untuk melakukan perjalanan menembus waktu.

Jika Anda kembali ke masa lalu dan bertemu dengan kedua orang tua saat masih muda, niscaya Anda tidak dapat mencegah atau menggagalkan kelahiran Anda. Tapi jika tidak sengaja melakukannya, mungkin hal tersebut bisa saja terjadi. Suatu model kuantum dapat menerangkan hal tersebut.

Para ilmuwan berspekulasi bahwa perjalanan menembus waktu dapat dilakukan dengan suatu lingkaran umpan balik di mana mengembalikan gerakan mungkin dilakukan. Tapi hanya bisa mengulangi jalan yang telah dilalui hingga saat ini. Dengan kata lain, Anda dapat kembali ke masa lalu dan berjalan-jalan, tapi jangan berharap dapat melakukan sesuatu yang akan merubah masa depan yang Anda tinggalkan sebelumnya.

Ahli fisika Daniel Greenberger dari City University of New York dan Karl Svozil dari Vienna University of Technology dari Austria menunjukkan sifat-sifat teori kuantum yang memastikan bahwa perjalanan menembus waktu tidak dapat merubah keadaan saat ini, meskipun misalnya seseorang berhasil kembali ke masa lalu.

Walau berdasarkan hukum fisika memungkinkan dilakukannya perjalanan menembus waktu, konsep tersebut sarat dengan kontradiksi. Yang membingungkan, jika Anda kembali ke masa lalu, berarti ada kemungkinan dapat melakukan sesuatu untuk merubah keadaan saat ini. Dengan melakukan perubahan tersebut sama saja menggagalkan arti perjalanan ke masa lalu sebab yang menjadi patokan adalah keadaan saat ini. Jika perubahan dapat dilakukan, berarti ada kemungkinan dua keadaan ’saat ini.’ Inilah paradoks yang dimaksud.

Kesimpulannya ada dua pilihan, perjalanan menembus waktu tidak mungkin dilakukan atau sesuatu mencegah terjadinya perubahan.

Bagi kita, pilihan yang pertama lebih masuk akal. Tapi teori relativitas umum Eistein menjadi pijakan ilmuwan untuk mempercayai kemungkinan yang kedua.

Sesuai pendapat Einstein, ruang waktu dapat kembali dengan sendirinya. Sehingga, secara teori memungkinkan seseorang untuk bertemu dengan dirinya yang masih muda di masa lalu.

Sebuah tim beranggotakan para ahli fisika dari AS dan Austria mengatakan bahwa situasi ini dapat terjadi hanya jika terdapat perlindungan secara fisik yang bekerja untuk melindungi keadaan saat ini dari perubahan.

HUKUM TAK WAJAR

Para peneliti mengatakan bahwa pelindung ini ada karena hukum tak wajar yaitu mekanika kuantum. Perilaku kuantum dikendalikan oleh kemungkinan (probabilitas). Sebelum sesuatu dapat diamati, terdapat sejumlah kemungkinan yang berhubungan dengan sebuah keadaan. Tapi sekali saja pernyataan tersebut dapat terdefinisi, itulah satu-satunya kemungkinan dan menggagalkan kemungkinan yang lain.

Gambarannya begini, jika Anda mengetahui keadaan saat kini, Anda tidak dapat merubahnya. Sebagai contoh, jika ayah Anda masih hidup sekarang, hukum kuantum alam semesta menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan ia mati di masa lalu. Melalui jalan yang sama, masa kini menjelaskan semua kemungkinan di masa lalu. Karena ayah Anda masih hdup sekarang, tidak ada kemungkinan yang menyatakan bahwa ayah Anda bisa meninggal.

“Jika tidak diketahui seseorang masih hidup sekarang, misalnya kemungkinan hidup hingga sekarang hanya 90 persen, bisa jadi Anda dapat membunuhnya saat kembali ke masa lalu. Tapi jika Anda mengetahui bahwa ia masih hidup, tidak mungkin Anda dapat membunuhnya.”

Dengan kata lain, kalau nantinya dapat melakukan perjalanan menembus waktu dengan tujuan membunuh seseorang dan melihatnya sedang gembira duduk di kursi saat ditinggalkan, tentu saja hal tersebut tidak dapat dilakukan. Sesuatu pasti akan mencegah Anda untuk berencana membunuhnya.

“Anda kembali untuk membunuh seseorang, tapi datang setelah ia keluar dari ruangan dan tidak dapat menemukannya, atau Anda memang berubah pikiran,” kata profesor Greenberger menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang dapat mencegah perubahan. Anda tidak akan mampu membunuhnya karena fakta bahwa ia masih hidup sekarang akan melawan semua keinginan Anda.

“Mekanika kuantum memang membingungkan antara sesuatu yang mungkin terjadi dan yang telah terjadi,” kata Profesor Dan Greenberegr dari City University of New York.

Meskipun demikian, model baru yang menggunakan hukum mekanika kuantum memecahkan masalah paradoks yang banyak diperdebatkan dalam perjalanan ke masa lalu. Hanya saja, secara tradisional hukum tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung waktu baliknya.

Sumber : BBC London

March 7, 2007

Mukjizat 111 H

Filed under: Astronomy, Kajian

Berbicara tanggal 1 bulan 1 tahun 1 hijriyah, tidak mungkin lepas dari salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam, yakni Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah menuju ke Yatsrib (Madinah). Berkaitan dengan hijrah ini Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ” متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Rasulullah SAW dan para sahabat diperintahkan Allah SWT untuk berhijrah. Motivasi utama mereka adalah guna meraih ridlo Ilahi. Menjelang hijrah, kondisi kaum muslim berada pada posisi yang sangat lemah dan teraniaya. Namun, keyakinan mereka akan datangnya kemenangan dan pertolongan Allah tidak pernah sirna. Hal ini disebabkan oleh tebalnya iman mereka kepada Allah SWT. Hal ini karena pokok pertama yang diajarkan Rasulullah SAW jauh sebelum hijrah adalah prinsip keimanan. Bukan saja karena iman kepada Allah merupakan ajaran, tetapi juga karena iman membentengi manusia serta mengantarkan kepada optimisme.

Muhammad Rasyid Ridlo dalam Tafsir Al-Manar menulis, ” Iman membangkitkan sinar dalam akal, sehingga merupakan petunjuk jalan ketika berjumpa dengan kegelapan dan keraguan. Dengan iman, seseorang akan muda mengatasi batu penghalang yang dapat menjatuhkan ke jurang kebinasaan. Iman menumbuhkan dalam diri manusia suatu pusat penelitian atas tiap detak-detak hati yang terlintas dan setiap pandangan yang terbentang. Dengan iman seseorang dapat melihat tembus sesuatu yang tersirat dalam kulit yang tersurat.

Hijrah Rasulullah SAW telah berlalu 15 abad silam, namun dari hijrah dan celah-celah peristiwanya, banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pengorbanan.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa untuk mencapai suatu usaha besar dibutuhkan pengorbanan maksimal dari setiap orang. Rasul sendiri berhijrah dengan segala daya yang dimilikinya, tenaganya, pikiran dan materi, bahkan jiwa dan raga beliau. Ketika akan berhijrah Rasulullah pernah mengajak Abu Bakar, dan kala itu Abu Bakar membeli dua onta satu buat Rasul. Tetapi Rasul tidak mau menerima, dan maunya membeli. Ini wujud pengorbanan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

2. Makna hidup.
Rasulullah SAW berangkat hijrah seraya memesan kepada Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan beliau tidur di tempat tidur Rasul. Menggantikan Rasul yang sedang hijrah, berarti menggantikan siap mati. Bersedia menggantikan tidur Rasul adalah siap mepertaruhkan jiwa dan raga demi membela agama Allah.

3. Tawakkal dan Usaha.
Ketika Rasul dikejar dan akhirnya sembunyi di gua Tsur, Abu Bakar sangat khawatir dan gentar. Namun Rasulullah SAW menenangkan dengan mengatakan, “Jangan kuatir dan jangan sedih, sesungguhnya Allah beserta kita”.

4. Mukjizat 1 Muharram 1 Hijriyah.
Peristiwa Hijrah ini akhirnya ditetapkan Umar bin Khattab (581 - November 644) sebagai awal atau hari pertama dalam kalender Islam yang akhirnya disebut sebagai Kalender Hijriyah. Umar bin Khattab (bahasa Arab: عمر بن الخطاب) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin. Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orang tuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.

Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.

Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam. Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.

Ketika membaca tulisan seorang teman yang melihatnya via Stellarium, saya terpikir untuk mengolah hikmah Hijrah Rasululah SAW menjadi 1 Muharram 1 Hijriyyah ini via Simulator Planetarium Starrynight Pro 5.8.2 . Berikut mukjizat 111 H secara visual:

Pertama, kita kembali ke saat sehari sebelum Rasulullah Hijrah. Kalau kita pakai program konversi kalender, maka sehari sebelum 111 H adalah kamis. Setting koordinat adalah titik di atas Ka’bah yakni Lat: 21 25 21 N, dan Long: 39 49 34 E, dan konversi waktu GMT +3. Koordinat ini saya lihat di Google Earth. Dan berikut visibilitas Hilal kala sunset jam 17.03 PM:

sunset h - 1

Ketinggian bulan saat matahari terbenam adalah sekitar 13 derajat lebih. Artinya sangat mudah melihat bulan sabit dengan mata bugil. Walau ketinggian seperti ini mestinya sudah tanggal 2, namun memang saat itu belum seperti saat ini dalam kepastian dan kriteria hilal, disamping saat hijrah syari’at hilal belum turun. Bila tgl 1-1-1 H bertepatan 16 Juli 622 M adalah hari Jum’at, maka hari sebelumnya adalah hari Kamis. Mukjizat pada hari Kamis ini, adalah posisi 8 benda langit yang berada pada satu garis lurus. Yakni Matahari (hidden)-Saturnus (hidden)-Bulan-Venus-Merkurius-Uranus-Neptunus-Mars. Garis yang nampak adalah bidang orbit dari seluruh objek yang sedang berkonjungsi. Gambar di bawah posisi horizaon dibuat hidden.

sunset h - 1

Hari berikutnya, Rasulullah SAW melakukan Hijrah dan hari berganti baru, yakni Jum’at. Inilah moment hari pertama dalam kalender Islam. Jum’at 1 Muharram 1 Hijriyyah, bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M. Saya berkeyakinan, Rasulullah dan Abu Bakar kala itu melihat konjungsi 8 (delapan) objek langit yang sangat menakjubkan ini. Sebab hati beliau berdua suci, sehingga pandangannya mampu memandang yang orang biasa tidak. Berikut pemandangan langit tepat jam 11 pagi menjelang siang. Fenomena langit ini terjadi sekitar jam 11.00 Local Time (waktu di Ka’bah-Mekkah) berdasarkan simulator SNP 5.8.2 .

segaris lurus 11 111h

‘Konjungsi’ objek langit ini sebenarnya lebih, karena planet terbesar Jupiter pun ikut segaris lurus. Tapi posisi Jupiter dan kala itu si Pluto pun tidak mau ketinggalan, hanya posisi Pluto sedikit bergeser. Garis vertikal adalah orbit dari masing-masing planet. Pemandangan langit ini bisa kita lihat saat kita menghadap ke arah barat.

segaris lurus

Berikutnya, fenomena yang tidak kalah menakjubkan yakni ketika posisi Matahari tepat di atas Ka’bah alias berada pada titik zenit. Fenomena ini terjadi pada jam 12.24 siang, versi SNP 5.8.2. Saat itu, pada saat bersamaan semua tempat di permukaan bumi, bayangan benda tegak adalah mengarah ke Ka’bah. Sebuah cara mudah menentukan arah kiblat, buat bayangan benda vertikal dan arahnya pasti ke ka’bah atau arah kiblat. Disamping setiap tanggal 16 Juli jam 12.24, fenomena seperti ini, juga terjadi pada setiap 28 Mei jam 12.15 waktu Ka’bah. Bila mata kita arahkan ke barat, lalu melihat ke arah titik atas langit atau Zenit, maka pemandangan langit kala itu adalah sebagai berikut:

segaris lurus azimut

Sangat tepat bila moment hijrahnya Rasulullah SAW dijadikan moment penentuan awal penaggalan dalam sistem Kalender Islam, moment 111 H, tgl 1 bln 1 thn 1 kalender H. Karena segala sesuatu harus dengan niat, dan niat itu pula yang akan menentukan apakah amalan kita ini maqbul atau mardud.
Selanjutnya, moment 111 H bertepatan dengan terjadinya fenomena ‘konjungsi’ seluruh planet. Posisi segaris lurus dari 10 objek langit merupakan tadzkiroh atau peringatan kepada kita semua: Agar berlaku lurus, canangkan iman dan istiqomah dalam segala hal.

Tidak sekedar itu, posisi matahari yang berada tepat di atas ka’bah saat terjadinya peristiwa hijrah merupakan simbol dimana hubungan vertikal memiliki ruang dan waktu yang tentu. Semoga tulisan ini menambah wawasan kita. Demikian kajian 111 H ini. Wa Allahu a’lamu. [+]

March 6, 2007

Gerhana Bulan Total

Filed under: Astronomy, Kajian, Islam
gbs

JUMHUR Ulama sepakat bahwa sholat gerhana matahari adalah sunnah dan dilakukan secara berjamaah. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang tata cara pelaksanaanya, bacaan, waktu dan apakah khotbah merupakan syarat ataukah tidak. Juga apakah gerhana bulan memiliki hukum yang sama dengan gerhana matahari.

Dari A’isyah ra berkata: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasululloh SAW kemudian beliau sholat bersama khalayak. Beliau pun berdiri dengan lama, ruku’ dengan lama, berdiri lagi dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu ruku’ dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud, dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudian selesai dan matahari pun sudah muncul.
(Muttafaq alaih. HR Bukhori-1212 dan 4624, Muslim 901, Nasa’i, Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah.)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap, dan bersedekahlah”. (HR. Bukhori-Muslim)

Melihat dhohirnya hadits di atas, maka sholat khusuf (Gerhana Bulan) juga sunnah dan dilaksanakan sabagaimana sholat kusuf (gerhana matahari).

Pagi ini 4 Maret 2007, di seluruh wilayah Indonesia khususnya bagian barat sempat menikmati pemandangan alam berupa gerhana, sekitar jam 5 - 6 pagi saja,karena rembulan keburu tenggelam.

Di PPMI Assalaam seluruh santri melakukan sholat khusuf (Gerhana Bulan) di masjid Assalaam dengan Imam dan khotib, mudir Ma’had Ust.KH. Dr. Mu’inuddinillah Basri,MA.
Hal ini dikarenakan cuaca di kota Solo sangat mendung, bahkan pagi itu sempat turun hujan rintik-rintik.

sholat khusuf

Sholat dimulai selepas adzan shubuh, dan sebelum melaksanakan sholat Shubuh berjam’ah. Walau GBT terjadi selepas shubuh, namun mengingat ba’da shubuh terlarang untuk melakukan sholat apa pun, maka dilaksanakanlah sebelum melaksanakan sholat shubuh.

Dalam khutbahnya, Ust. Mu’in menyampaikan pesan, bahwa Gerhana adalah kejadian alami dan biasa serta selalu diulang di alam ini. Gerhana tidak ada kaitannya dengan mati atau hidupnya seseorang. Juga tidak boleh dikait-kaitkan dengan banyaknya musibah di Indonesia atau apapun namanya. Justru yang penting, kita wajib mengimani bahwa Allah telah ciptakan sebegitu banyak bintang dan benda langit lainyya. Bersyukurlah, bertobatlah, dan banyaklah berbuat baik di alamini…karena tidak satupun benda di angkasa yang menentang kehendak Allah SWT.

Di tempat terpisah, misalnya di masjid Asy-syifaa Bendo Ketitang Juwiring Klaten; rencana sholat khusuf sudah disuarakan sejak kurang sebulan lalu. Masyarakat di desa ini, mayoritas Muhammadiyah, namun juga ada golongan lain, semisal LDII, MTA, dan NU. Mereka melaksanakan sholat seperti biasanya di masjid dan berjama’ah.

asy_syifaa

Ada beberapa hal menyangkut sholat gerhana, antara lain sebagai berikut:

1. Tata cara sholat:
Maliki, Syafi’i dan Ahmad serta mayoritas penduduk Hijaz berpendapat bahwa sholat gerhana dengan dua rokaat dengan dua kali ruku’. Sedang Abu Hanifah dan penduduk kufah, menyatakan seperti sholat Id dan Jum’at.

Dalil:
Dari A’isyah ra berkata: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasululloh SAW kemudian beliau sholat bersama khalayak. Beliau pun berdiri dengan lama, ruku’ dengan lama, berdiri lagi dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu ruku’ dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud, dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudian selesai dan matahari pun sudah muncul.
(Muttafaq alaih. HR Bukhori-1212 dan 4624, Muslim 901, Nasa’i, Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Dalam hadits lain juga oleh Ibnu Abbas, dengan muatan matan serupa, yakni dua rokaat dengan dua kali ruku’. Abu Umar berkata ini hadits gerhana paling shahih.

2. Bacaan :
Malik dan Syafi’i berpendapat pelan, sementaraa Abu Yusuf dan Muhammad bin al-Hasan dan Ishak bin Rahawaih berpendapat keras. Berdasar hadits di atas maka bacaan sholat gerhana itu keras atau jahr.

Di era digital, seperti sekarang ini, kita akhirnya memahami pula mengapa sholat gerhana memiliki kekhususan ketimbang sholat wajib dan umumnya sholat sunnah lainnya. Keistimewaan tersebut dalah terletak pada bilangan ruku’ pada setiap roka’atnya. Seperti yang kita tahu, dua kali ruku’ di setiap roka’at, adalah serasa aneh. Apalagi sunnahnya harus…lama…sehingga bacaan tasbihnya mestilah panjang dan berulang-ulang.

Inilah salah satu mukjizat kebenaran Islam. Salah satu sifat wajib Rasul adalah ‘Fatonah’. Fatonah artinya Rasulullah SAW harus memiliki kecerdasan, bahasa kita sekarang ‘jenius’ lah. Lalu dimana letak kejeniusan Rasulullah SAW..? Ya…salah satunya di tata cara sholat gerhana ini. Beliau ajarkan sholat khusuf dengan dua kali ruku’ per roakaat dan beliau juga ajarkan ruku’nya yang lama. Ruku’ lama artinya membaca tasbih berulang-ulang.

rukuu

1. Ruku’ dua kali per rokaat:

Perhatikan gambar di atas. Orang ruku’ artinya sedang membentuk sudut siku. Dalam matematika, sudut siku besarnya adalah 90 derajat. Arti dari ruku’ dua kali adalah, 90 derajat x 2 = 180 derajat. Arti dari 180 derajat adalah, saling segaris lurus. Jadi bukankah saat terjadinya fenomena gerhana, baik matahari maupun bulan, kesemuanya saling segaris lurus.

Pada Gerhana Matahari, posisi bulan di tengah-tengah, antara matahari dan bumi.

skema gerhana matahari

Pada saat Gerhana Bulan, posisi bumi berada di tengah-tengah, antara matahari dan bulan.

skema gerhana bulan

2. Membaca Tasbih berulang-ulang (banyak).

Tasbih berasal dari kata dasar sabaha artinya berenang. Tasbih berarti gerak yang dinamis. Hakekat dari seluruh materi di alam semesta ini adalah bergerak, ber-rotasi dan ber-revolusi. Salah tiga dari materi alam semesta adalah Matahari, Bumi dan Rembulan. Rembulan atau Bulan ber-rotasi dan ber-revolusi kepada Bumi. Bumi ber-rotasi dan ber-revolusi kepada Matahari. Matahari ber-rotasi dan ber-revolusi kepada Black Hole di pusat Bimasakti. Dan begitu seterusnya.

galaksi bimasakti

Ternyata memang sifat wajib rasul tak sekedar jadi hafalan anak-anak sekolah, namun itulah mukjizat…

“Wamaa yantiqu ‘anil hawaa…in huwa illa wahyun yuuhaa…”. QS. An-Najm (53):3-4.[+]

Bismillah…

Filed under: Tadzkiroh
PakAR

Setiap amal kalau tidak diawali dengan ‘Basmalah’ (bacaan: Bismillahirrahmanirrahiim), maka amal tersebut akan ditolak atau tidak diterima Allah SWT. Bahkan Basmalah memiliki ‘power’ yang kita semua tidak pernah menyangka. Berikut kisah orang yang rajin membaca ‘Basmalah’:

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Basmalah setiap kali hendak berbicara dan setiap kali dia hendak memulai sesuatu pekerjaan.

Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejek, “Sedikit-sedikit Bismillah. Apaan tuuuh?!” Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah SWT, supaya suaminya mendapatkan hidayah.

Suatu hari suaminya berkata : “Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu.”
Untuk membuat sesuatu yang mengejutkan isterinya, dia memberikan uang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, “Simpan duit ini.” Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat untuk menyimpan uang tersebut. Kemudian dengan sembunyi-sembunyi suaminya mengambil uang tersebut dan membuangnya ke dalam tempat tersembunyi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya memanggil isterinya dan berkata, “Berikan padaku uang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan.” Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, “Bismillahirrahmanirrahiim.”

Ketika itu Allah SWT, mengutus malaikat Jibrail a.s, untuk mengembalikan uang dan menyerahkannya kepada suaminya kembali. Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mulai mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillahirrahmanirahiim apabila dia hendak memulai sesuatu pekerjaan.






















| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |