Blog Alternatif
Rumah Maya alternatif saya ada di:
http://pakarfisika.wordpress.com/
Silahkan klik gambar di atas. Terima Kasih atas kunjungan Anda…baik yang sengaja maupun yang tidak.. ![]()
Rumah Maya alternatif saya ada di:
http://pakarfisika.wordpress.com/
Silahkan klik gambar di atas. Terima Kasih atas kunjungan Anda…baik yang sengaja maupun yang tidak.. ![]()
Selama ini kita terbiasa dengan hal-hal rutin. Maka kita menjadi asing dan sering tidak mau mengikuti kepada sesuatu yang baru…
Dulu, para nabi juga sering menemukan karakter ummat yang semisal ini, ketika diajak untuk menyembah Allah dan meninggalkan sesembahan yang selama ini mereka lakukan (berhala dan sejenisnya-selain Allah SWT) kebanyakan mereka mengatakan,
‘Kami melakukan apa yang selama ini telah dilakukan olek nenek moyang kami…’.
Dimana letak persamaannya, mari kita lihat kali ini dalam konteks definisi ‘hari’ (penyebutan waktu-hari).
Kita sering mangatakan, istilah malam Sabtu sebagai ungkapan untuk waktu antara maghrib-shubuh pada hari Jum’at.
Kita juga sering dan biasa sekali ..manyatakan malam Ahad atau malam Minggu sebagai ungkapan rentang waktu pada hari Sabtu jam 6 petang hingga menjelang pagi.
Seiring dengan ini adalah ungkapan malam Tahun Baru, dan seterusnya…
Definisi di atas sangat tidak konsisten dengan Islam sebagai Dien yang diturunkan oleh Sang Pencipta waktu itu sendiri. Sejak kholifah Umar bin Khottob menetapkan bahwa sistem waktu pada penanggalan Islam menggunakan sistem lunar atau bulan yang biasa kita sebut sebagai Kalender Hijriyah, maka konsep di atas harus juga mengikuti.
Bagi yang sudah terbiasa sangat sulit melakukannya, dan ini perjuangan berat. Boleh dikata ini sepertinya sangat sulit jikalau tidak boleh dikatakan mustahil…
Ambil saja misal, kita bejanji kepada rekan untuk bertemu pada hari Kamis jam 8 malam. Maka yang kita katakan adalah ,’Kita akan bertemu pada malam Jum’at jam 8′.
Kita tidak akan mengatakan,’Kita akan bertemu pada Jum’at malam jam 8′. Kalau ini yang kita katakan, maka bisa dipastikan pertemuan ini akan gagal. Karena kita tiba Kamis jam 8 malam, namun dia tiba Jum’at jam 8 malam.
Mengapa ini bisa terjadi…?
Pertanyaan ini serupa dengan apa yang terjadi pada ‘paradoks kembar’nya teori Relativitas Einstein. Mana mungkin usia dua orang bisa berbeda sedemikian jauh hanya karena sekedar perbedaan kecepatan geraknya…?
Penjelasannya sebagai berikut:
1. Hari, dalam Islam dimulai pada saat matahari terbenam. Artinya penghitungan waktu juga dimulai saat matahari terbenam atau saat adzan maghrib berkumandang, di manapun posisi di muka bumi ini (kecuali pada ekstrim area). Penghitungan waktu akan berakhir pada saat matahari terbenam di hari berikutnya, inilah satu hari.
2. Hari Ahad, dimulai saat matahari terbenam pada hari Sabtunya. Hari Senin dimulai pada saat matahari terbenam hari Ahadnya, begitu seterusnya.
3. Kalau hari Ahad sudah masuk alias matahari terbenam pada Sabtu petang, maka hari itu adalah hari Ahad petang, lalu Ahad malam, lalu Ahad pagi, lalu Ahad siang, lalu Ahad sore, dan Ahad petang. Setalh itu baru masuk hari berikutnya, Senin.
4. Maka, definisi hari menurut Islam adalah:
- Ahad malam bagi penyebutan malam Ahad,
- Ahad malam dan bukan malam Ahad,
- Sabtu malam bagi penyebutan malam Sabtu,
- Sabtu malam dan bukan malam Sabtu,
dan seterusnya…
Wallahu a’lamu…
Itulah Indonesia…..
Saya berkesempatan berkunjung ke Kaltim tepatnya di Balikpapan. Kata teman yang sudah lama ngajar Fisika di SMA 9 Balikpapan, "Selamat Datang di Kota Minyak…". Saya jawab…terima kasih.
Hari Sabtu jam 11.35 WITA saya tiba di bandara Sapinggan Balikpapan. Di Bandara sudah ada salah seorang pegawai Bandara yg memang menunggu kedatangan saya dan rekan, beliau adalah Pak Sukaryono. Dengan peci putih dan baju gamis putih didampingi putranya yang masih kelas 5 SD, meraka menyambut langsung dan penuh dengan keakraban.

Acara utama di Kaltim, khususnya Balikpapan iniadalah untukmelakukan tes daerah calon santri PPMI Assalaam dari kawasan Kaltim. Acara tes dimulai Sabtu siang-sore berupa tes lisan. Tes tulis dilaksanakan Ahad pagi, dan siangnya melanjutkan tes lisan yangbelum selesai.
Ahad malam diajak pak dan bu Anjar MPP Kaltim dan pak dan bu Agus untuk merasakan menu sate ala rm Cairo di kompleks Balikpapan Baru. Minum saja yang baru, jus korma. Usai makan malam lalu istirahat di Wisma Bayangkara depan Rumah Sakit Pertamina.
Senin pagi jalan2 di Balikpapan dan di sana saya melihat orang yang antri minyak…kok aneh, di kota minyak malah ada antrian sekian banyak drum dan panjang juga antrian unuk mendapatkan minyak. Yaa… itulah Indonesia, kata pak Anjar menjawab pertanyaan saya,’kok aneh yaa di kota minyak ada antri minyak..?’.
Sesuatu yang cukup berkesan lagi adalah bisa mengunjungi PP Hidayatullah, dimana saya sholat dhuhur di masjid Ar-Ariyadl dilanjut sedikit ramah tamah dengan asatidz. Bertemu juga dengan ustadz Nasfi, salah satu kenalan pak Bahroni (eks. ketua Isnet).
Sebelumnya juga sempat mampir di pusat penangkaran buaya dan sempat dibelikan minyak buaya yang katanya obat kulit yang sangat mujarab.
Senin sore check in di bandara Sapinggan dan pulang ke Jawa kembali. Hanya agak macet, karena rencana pesawat ke Jogja start jam 16:30 LT ternyata ditundda sampai dua kali, akhirnya baru jam 5 sore lebih 45 menit waktu indonesia tengah tak off. Mendarat di Adi Sucipto Jogja satu jam setengah dari jam 17:45 WITA atau jam 18:15 WIB, setelah menempuh jarak 1016,54 km berdasar penggarisnya Google Earth…

Pada suatu hari, sahabat Abu Musa al-Asy’ari menulis surat kepada khalifah Umar bin Khattab. Beliau mengeluh bahwa surat khalifah yang dikirim kepadanya tidak bisa dibedakan mana yang awal dan yang terakhir, karena tidak ada tanggalnya. Untuk menindaklanjuti keluhan ini, khalifah mengumpulkan para sahabat untuk membahas perihal di atas. Mereka kemudian sepakat untuk membuat kalender Islam.
Semula banyak pendapat mengenai standar permulaan tahun Islam. Ada yang berpendapat tahun pertama dihitung dari kelahiran nabi saw. Ada yang mengusulkan dimulai dari tahun diutusnya nabi, dan masih banyak usulan lainnya. Namun akhirnya, mereka sepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah sebagai patokan permulaan kalender kaum muslimin. “Ta’rikh (Kalender) itu dimulai sejak Nabi meninggalkan tempat musyrik menuju tempat yang penuh dengan keimanan,” usul s. Ali ra. Usulan ini akhirnya disepakati oleh para sahabat yang hadir pada waktu itu.
Karenanya, sistem kalender yang kemudian menjadi kalender terbesar kedua di dunia setelah kalender masehi ini, ditetapkan oleh khalifah Umar sebagai kalender resmi Islam, pada Rabu 20 Jumadal Akhirah 17 tahun setelah hijrahnya Rasul.
Hijrah tidak hanya imigrasi dari Mekah ke Madinah, tetapi hijrah adalah sebuah upaya membangun peradaban baru. Peradaban yang jauh berbeda dengan tradisi Jahiliyah yang menjadi prinsip masyarakat kebanyakan waktu itu. Berbagai kejayaan, kemenangan yang kemudian diraih oleh kaum muslimin, semuanya berawal dari hijrah, karena hijrah bukanlah akhir dakwah beliau di Mekah,
Tetapi awal dakwah dan kunci kesuksesan dakwah Nabi saw. “Hijrah adalah pemisah antara hak dan batil,” tegas Khalifah Umar dalam dekrit penetapan tahun hijriah. Walaupun bulan pertama dalam kalender Islam adalah Muharram, tapi mulai berangkat Nabi hijrah terjadi pada 27 Shafar hingga Rasulullah sampai di Quba’ pada Senin, 8 Rabi’ul Awal dan masuk ke Madinah pada 12 Rabiul Awal/27 September 622 M. (al-Mubarakfury, al-Rahiq al-Makhtum). Muharram ditetapkan sebagai awal tahun hijri berdasarkan pandangan mereka bahwa pada bulan Muharram, jamaah haji pulang ke kampung halamannya untuk memulai “hidup baru” sebagai orang yang telah melaksanakan ibadah haji.
Hijrah juga merupakan kelanjutan tradisi para Rasul ketika mereka berdakwah. Nabi Ibrahim as. melakukan hijrah ke Palestina setelah lama berdakwah di Kan’an. Nabi Musa, sebelum diangkat menjadi Rasul sudah hijrah dari Mesir ke Madyan. Setelah menjadi Rasul beliau hijrah dari Mesir ke Palestina menyeberangi laut merah.
Hijrah para Rasul itu mempunyai makna penting bagi keberhasilan dakwah mereka. Hijrah Nabi Musa ke Madyan mempunyai kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam hijrahnya ke Madinah. Sebagaimana yang terindikasi dalam sabda beliau sekembalinya dari Tha’if, “Ingatlah wahai golongan Quraisy! Demi Allah, tidak lama lagi kalian akan masuk pada agama yang kalian ingkari ini”. Ada indikasi bahwa hijrah bagi beliau mempunyai makna strategi mensolidkan lini demi lini perjuangan. Terbukti, perjuangan beliau untuk meng-Islamkan penduduk Mekah, semuanya dikoordinir dari Madinah.
Begitu pula Musa as, di Madyan beliau menempa diri bersama keluarga Nabi Syuaib untuk kemudian kembali ke Mesir memberantas kekufuran, melawan kesewenang-wenangan dan penindasan rezim tiranik Fir’aun kepada Bani Israil.
Melihat kaitan yang amat erat antara hijrah dan dakwah dalam sejarah para Rasul ini, bisa ditarik sebuah kesimpulan historik bahwa hijrah merupakan sebuah kelaziman dalam perjuangan menegakkan kebenaran. Pada lingkup ini, kita bisa mencermati sebuah titik korelatif antara hijrah dan strategi dakwah. Titik korelatif ini dapat dijumpai dengan mudah dalam berbagai perjalanan dakwah Islam dari masa ke masa.
Hal yang sama dapat pula kita temukan dalam kiprah dakwah pesantren. Telah maklum, pesantren adalah tempat hijrah —sebagaimana terbersit dalam sajak-sajak A. Hidayatullah, “Sidogiri Mahjari”. Maksud “tempat hijrah” dalam konteks pesantren di sini tak jauh dengan kawah candradimuka dalam konteks pewayangan. Artinya, penempaan diri di pesantren tidak didasarkan untuk kemajuan lembaga secara internal, tapi lebih mempunyai orientasi kebutuhan masyarakat secara eksternal.
Pengertian ini sesuai dengan visi pesantren sebagai `produsen’ kader-kader agamawan yang dipersiapkan untuk bersinggungan dengan problematika sosial masyarakat di waktu itu.
******
Di tahun baru hijriyah 1429 ini marilah kita jadikan momentum untuk kembali mengingat dan mengenang peristiwa yang sangat agung itu, sejarah besar yang akan selalu dikenang oleh seluruh umat Islam di muka bumi.
Meninggalkan kampung halaman, sanak famili dan keluarga menuju sebuah daerah yang belum pernah dikenalnya di bawah kejaran musuh tentu bukan hal ringan. Perjuangan dan pengorbanan para Sahabat patut kita jadikan sebagai pegangan hidup kita dalam menjalankan tugas dakwah islamiyah. Sayyidina Ali ra. dengan ikhlas menempati tempat tidur Nabi yang beresiko besar. Nyawa taruhannya!
Hijrah adalah awal keberhasilan sebuah dakwah, kunci pembuka cahaya keislaman dan keimanan. Para Rasul mulai menuai hasil dalam dakwahnya setelah mereka hijrah. Imam Syafi’i ra dalam sebuah sya’irnya berkata, “Emas tidak akan menjadi emas kalau tidak dikeluarkan dari tanah”. Hijrah mempunyai arti yang sangat besar. Menyakitkan memang. Meninggalkan kampung halaman, sanak famili dan keluarga demi terciptanya kehidupan yang mulia dengan nur keimanan.
Sebagaimana orang biasa, nabi Muhammad saw sangat mencintai tanah kelahirannya, tanah ait dan tanah tumpah darahnya. Walaupun selama berdakwah, beliau hanya menerima siksaan dan hinaan dari kaum kuffar Mekah, sehingga diperintah untuk hijrah ke Madinah sudah siap menanti datangnya cahaya Islam, tapi hal ini sama sekali tidak mempengaruhi rasa cintanya terhadap Mekah. Karena pada saatnya nanti, Mekah akan menjadi sentral agama Islam. Suasana perpisahan yang mengharukan terekam dari “salam perpisahannya” ketika berangkat hijrah. Seraya memandang Mekah, beliau berkata, “Demi Allah! Engkau (Mekah) adalah bumi Allah yang paling aku cintai. Demi Allah! Engkau adalah bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Andaikan pendudukmu tidak mengusir aku, niscaya aku tidak akan pergi meninggalkanmu”.
Kini, sinar hijri telah diambang fajar. Ketabahan dan kesabaran nabi ketika meninggalkan kota Mekah di bawah kejaran orang-orang kafir, kesetiaan para sahabat dalam membela dan membantu perjalanan beliau serta sambutan histeris kaum Anshar ketika nabi tiba di Mekah dengan membawa dakwah Islam kembali menjelma di relung ingatan kita. Kesetiaan Imam Ali ra. ketika diperintah menempati tempat tidur nabi yang taruhannya adalah nyawa, pengorbanan dan ketulusan Abu Bakar beserta putra-putrinya mengawal perjalanan beliau keluar dari cengkraman kaum kuffar tidak akan terlupakan selamanya.
Kita hanya bisa meneteskan air mata haru mengenang peristiswa agung itu, tanpa ada gugahan hati untuk terus melanjutkan dan melestarikan hasil perjuangan mulia mereka. Akankah sejarah besar itu menjadi lagenda seiring hilangnya ghirah islamiyah kita yang dulu sangat rekat mewarnai perjalanan hidup mereka?
Reff:
Sidogiri dot Com
Mengapa jika mesin kendaraan bermotor tiba-tiba mati di lintasan rel kereta api sulit dihidupkan lagi ?
Ternyata itu disebabkan adanya pengaruh gesekan antara roda kereta dengan relnya. “Jadi, bukan semata-mata karena sopirnya gugup sehingga tidak bisa menghidupkan mesin kendaraannya, ” kata Dr Ir. Djoko Sungkono, kepala Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Selama ini sering terjadi kendaraan bermotor tiba-tiba mati mesinnya saat melintas di atas rel kereta api. Itu terjadi terutama ketika ada kereta yang mau lewat. Pengendaranya kesulitan menghidupkan kembali mesin kendaraannya itu. Akibatnya, kendaraan bermotor itu ditabrak kereta dalam hitungan sekian puluh detik berikutnya.
Kasus terbaru adalah seperti yang dialami Rektor dan Pembantu Rektor III Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Keduanya tewas karena mobil yang sedang melintas rel dihantam kereta api. Djoko lalu mengingatkan, jika mesin mobil tiba-tiba mati di atas rel, maka hendaknya penumpangnya segera keluar dan mendorongnya . Jika tidak, akan sangat membahayakan jika kereta segera lewat. Dan jangan berusaha menghidupkan mesin! Yang anda lakukan adalah, keluar! dan mendorongnya! Kalopun anda gak sempat mendorong, setidaknya anda sudah berada diluar kendaraan dan bisa sewaktu-waktu lari menghindar.
Mengapa mesin bermotor susah dihidupkan? Kata Djoko, terjadi impedansi yang ditimbulkan oleh pergesekan roda kereta api dan relnya. Dan, impedansi itu yang cukup untuk mengakibatkan mesin mobil yang mati sulit menyala kembali. Kejadian itu terutama berpengaruh pada mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin, meskipun kendaraan berbahan bakar solar juga ada yang terpengaruh. “Pada kendaraan yang berbahan bakar bensin, starternya digerakkan oleh dinamo,” paparnya. Dari dinamo ini dihasilkan medan magnet yang selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Djoko mengatakan, hal tersebut tidak jadi masalah bila mesin mobil tersebut tidak mati. Namun bila mesin tersebut mati maka akan sulit untuk dihidupkan lagi. Medan impedansi tersebut tidak diperlukan jarak yang dekat untuk itu. Hal tersebut sudah mulai dapat berpengaruh ketika kereta api masih berjarak 1,5 km lokasi lintasan di mana kendaraan bermotor itu melintas rel.
Jadi langkah terbaik yang harus dilakukan : dorong kendaraan (kalau mobil, segera keluar dari kendaraan) anda dari rel kereta baru setelah itu coba hidupkan kembali mesin mobil anda.
Hery Darmawan
SAP Technology Consultant
Mobile: +971507128157
dari: Milis Sains [ http://groups.yahoo.com/group/sains/message/3629 ]
انا لله و انا اليه را جعون
Turut berduka atas telah berpulang ke rahmatullah mantan Presiden RI HM. Soeharto pada Ahad (27/1) jam 13.10 WIB di RSPP Jakarta. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi almarhum Pak Harto, dan keluarga yang ditinggalkannya. Amien…19x
![]()
Beliau memiliki biodata sebagai berikut:
Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Agama:
IslamJabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Pangkat:
Jenderal Besar (Bintang Lima)Isteri:
Ibu Tien Soeharto ( Siti Hartinah)Anak:
Siti Hardiyanti Hastuti (Mbak Tutut)
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati
Hutomo Mandala Putra (Tommy)
Siti Hutami Endang AdiningsihAyah:
Kertosudiro
Ibu:
SukirahAlamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat
Indonesia berkabung 7 hari 7 malam…
Siapa Pak Harto..?
Selengkapnya dapat dibaca di Tokoh Indonesia dot Com
Selamat Jalan Pak Harto…
Yup, ini benar2 terjadi. Rabu, 9 Januari 2008 M = 31 Dzul Hijjah 1428 H
Kok bisa..?
Data berikut saya ambil dari web RHI, kapan Saudi memasuki tgl 1 Muharram 1429 H..?
Menggunakan Kriteria Rukyat Saudi, tgl 1 Muharram 1429 H akan jatuh pada:
Rabu, 9 Januari 2008.
Karena sesuai keputusan Saudi kemarin 1 Dzul Hijjah 1428 H = 10 Des 2008, maka 29 Dzul Hijjah 1428 H nya jatuh pada Senin 7 Jan 2008, sehingga:
Rukyat Saudi à Senin, 7 Januari 2008 (29 Zulhijjah 1428 H)
Data Hisab Hilal di Saudi:
Ijtimak : 15:38 LT - Sunset: 17:53 LT - Moonset: 16:55 LT - Moon Alt. - 12°20′)
Lebih detail, klik link berikut: Dzul Hijjah 31 hari
Jadi benar khan, ada tgl 31 Dzul Hijjah 1428 H..?
Wa Allahu a’lamu bish showwaab…
Hilal 1 Muharram 1429 H adalah penanda bagi dimulainya bulan pertama sekaligus tahun 1429 H dalam kelander Islam.
Saya merasa bahagia manakala berhasil melihat Hilal Awal Tahun 1429 H ini. Maka saya siapkan sebuah binokuler, sebuah Digital Camera dan sebuah Digital Camera dengan digital Zooming. Hilal seperti apa sih? Berikut Hilal1 Muharram 1429 H, yang berhasil diabadikan oleh Koord. JAC di Pantai Parangkusumo Jogjakarta, Rabu 9 Januari 2008 jam 6 sore lewat 27 menit.
![]()
Ini hasil karya Pak Toha MMC dari RHI Yogyakarta-JAC
Rabu 9 Januari 2008 saat sunset atau matahari terbenam merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Muharram 1429 Hijriyah. Di tempat saya, Bendo Ketitang Juwiring Klaten - Jawa Tengah, saya mencoba memburu hilal awal tahu 1429 Hijriyah ini.
Rukyah tidak dilaksanakan pada hari pertama terjadinya ijtimak: Selasa, (8/1) karena posisi hilal di lokasi ini menurut kalkulasi program Starrynight Pro Plus 6, masih di bawah ufuk yaitu minus 1°7′ sehingga mustahil dilakukan rukyat.
Sementara pada H+1 ijtimak yakni Rabu (9/1) posisi hilal cukup tinggi yaitu 9° 50′ saat matahari terbenam. Observasi saya lakukan sendiri di belakangrumah, namun sampai berkumandang iqomah masjid, kondisi horizon barat tertutup awan tebal, bahkan sampai bulan terbenam berdasar hisab SNPP 6 Hilal 1 Muharram 1429 H Tidak terlihat juga.
Semoga bulan depan berhasil melihat…
Berikut gambar saat matahari beberapa menit setelah terbenam:

Saya melakukan pengamatan Hilal Tua atau Waning Crescent (old crescent) bulan Dzul Hijjah 1428 H sebagai sabit terakhir di tahun 1428 H ini di lokasi:
Dusun Bendo desa Ketitang kecamatan Juwiring kabupaten Klaten propinsi Jawa Tengah - Indonesia dengan koordinat : Lat: 7 41 39.17 lintang selatan, Long: 110 44 20.64 bujur timur, elong: 98 m dpl, zona GMT+7.
Pengamatan saya lakukan selepas sholat shubuh, dan berakhir menjelang sunrise. Waktu pengamatan selama tiga hari, yakni dari hari Sabtu - Senin (5-7 Jan 2008).
Gambar berikut adalah hilal tua Dzul Hijjah 1428 H yang tampak di Klaten pada Senin, 7 Januari 2008:
Gambar diambil dengan kamera JVC Camcorder 2 MP dengan setting fokus lensa manual dan lampu blitz off-light.
Selamat jalan bulan haji 1428 H, selamat jalan bulan qurban 1428 H, dan selamat jalan tahun 1428 H. Inna Allah ma’anaa…
Siapa Orang terkaya di Dunia? Berikut urutan 10 orang terkaya khususnya di dunia IT:
Sekian tahun berlalu, Bill Gates masih saja dikenal orang sebagai orang terkaya di dunia. "Bahkan koran jawapos tadi pagi saya baca Bill gates pidato terakhir disebut masih terkaya oleh Jawa Pos". Tetapi, hal tersebut akan berubah karena seorang Meksiko mengalahkan kekayaannya kurang lebih sebanyak US$8 milyar. Untuk urutan dan informasi lainnya, lihat di bawah ini:
1. Carlos Slim Helu
Pemilik beberapa perusahaan seperti Telmex, America Movil, dan Grupo Carso ini memiliki kekayaan bersih mencapai US$67,8 milyar. Mungkin nama ini masih agak asing bagi masyarakat dunia. Kekayaannya melonjak jauh sejak saham perusahaan miliknya melonjak 27% pada kuartal kedua tahun 2007 ini.
2. William H. Gates III
Kekayaan terakhir gates adalah sebesar US$59,2 milyar. Mungkinkah akibat sumbangan yang dilakukan membuatnya turun ke posisi dua? Sepertinya Gates sudah tidak mempedulikan hal itu setelah sekian lama berdiri di puncak kekayaan dunia. Sekarang saatnya untuk beramal.
3. Lawrence Ellison
Pemilik Oracle ini bertengger di posisi ketiga dengan kekayaan US$21,5 milyar. Tampaknya, ia masih akan lama mempertahankan posisinya ini karena database akan selalu digunakan.
4. Paul Allen
Dengan kekayaan US$18 milyar, Allen berada di urutan keempat orang IT terkaya dan urutan ke 19 untuk orang terkaya di dunia. Walaupun telah menjual 68 juta sahamnya di Microsoft, ia masih menyisakan sebesar 138 juta saham. Ia juga dikenal sebagai orang yang gemar melakukan investasi di segala bidang, seperti: properti, olah raga, bahkan program luar angkasa. Kapal yacht terbesar nomor 5 pun ia miliki.
5 & 6 Sergey Brin & Larry Page
Kedua raja internet ini, masing-masing memiliki kekayaan US$16,6 milyar yang jika digabungkan bisa membawa para pendiri Google ini ke posisi 3. Sudah merupakan fakta, kalau kedua konglomerat ini hanya beranjak dari sebuah halaman situs hitam putih dengan sebuah logo warna-warni.
7. Michael Dell
Jika melihat berbagai macam masalah yang dialami Dell, tentu saja sungguh menakjubkan kalau perusahaan ini masi menjadi perusahaan hardware nomor satu di dunia. Walaupun begitu, para analis agak pesimis kalau Michael bisa mempertahankan posisinya ini.
8. Steven Ballmer
Lagi-lagi orang dari Microsoft. Walaupun ukuran kantornya lebih kecil dari ukuran kamar mandi biasa, kekayaan yang sejumlah US$15 milyar itu membawanya ke posisi 8.
9. Naguib Sawiris
Sawiris merupakan dewan direksi dan CEO dari Orascom Telecom Mesir, yaitu sebuah operator jaringan GSM multinasional untuk pasar Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Padahal, tahun lalu ia hanya berada pada urutan ke-278 untuk edisi Forbes. Kekayaannya sebesar US$10 milyar
10. Sunil Mittal
Sudah merupakan bukti, jika anda ingin menjadi konglomerat, bukalah perusahaan telekomunikasi. Mittal merupakan dewan direksi dan managing director dari Bharti Group, yang menjalankan jasa GSM terbesar di India. Ia memiliki kekayaan sebesar US$9,5 milyar dan hanya menduduki orang India terkaya keenam.
Dari UdaraMaya dot Com dengan sedikit variasi.Siapa orang terkaya di Indonesia? (tapi tidak korupsi lhoo…)
Lalu adakah atau kapankah Pak Guru atau manusia yang berkecimpung dalam dunia pendidikan bisa jadi kaya…
Apakah setelah Presidennya seorang mantan Guru?
Apakah setelah Pak Guru dan Bu Guru lulus sertifikasi?
So pasti Pak Guru, Bu Guru, adalah orang terkaya: karena semua orang yang disebut di atas adalah pernah mengenyam pendidikan minimal di sekolah atau kalau tidak yaa di rumahnya, dan gurunya adalah orang tuanya…
Jadi yang paling kaya adalah orang tua kita…
Orang tua adalah penyebab kita semua ada (atas ijin Ilaahi), dialah pendidik kita dialah pelindung semasa kecil, dialah satu-satunya keramat di dunia… (kata wak Haji Roma Irama)
Powered by:
| Terima kasih atas kunjungan Anda | thank's to MinZweb |